Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Kecemasan Cecillia


__ADS_3

Aaron yang masih sedang bersama dengan Calvin, Ia berusaha ingin mengetahui tentang istrinya.


"Kalian bisa bertemu karena telah di takdirkan. Bagaimana kalian bisa saling mengenal?" tanya Aaron.


"Semuanya bermula dari papa dan mamaku yang rawat inap di rumah sakit yang sama dengan Cecillia. Sebelumnya aku sudah bertemu dengan Cecillia yang pernah bekerja dengan Zean sebagai asisten rumah tangga di Villanya yang di Shanghai," ungkap Calvin.


Siang itu Calvin menceritakan semuanya kepada Aaron dari awal pertemuannya dengan Cecillia.


"Mendengar apa yang kamu katakan, Kelihatannya adikmu cukup menderita dan melalui banyak hal," ujar Aaron.


"Iya, dia mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan bayinya. Saat dia sedang kesakitan ia masih memohon padaku untuk selamatkan dua bayinya. Saat di ruang persalinan dia sempat meninggal. Dia mengalami pendarahan setelah melakukan operasi Caesar. Aku dan papaku mendonorkan darah untuknya. Papaku yang sudah curiga kalau Cecillia adalah putrinya yang hilang...dia meminta pihak rumah sakit melakukan tes DNA. Beginilah kejadian lima tahun yang lalu. Saat itu kami menemukan anggota keluarga kami yang sudah terpisah selama dua puluh tiga tahun dan akhirnya kami bersatu. Selain itu kami turut bahagia karena sikembar," kata Calvin yang memandang Chris yang fokus dengan makanannya.


"Tidak mudah bagi seorang wanita mengandung dua bayi selama sembilan bulan. Cecillia sangat tegar dan kuat. Aku mengaguminya," lanjut Calvin.


"Selama ini papa angkat menyukai mama, Tapi, mama menolak," ujar Chris yang mulutnya dipenuhi oleh makanan.


"Apakah kalian sangat dekat dengan papa angkat?" tanya Aaron.


"Iya, Mama mengatakan papa angkat adalah orang yang pernah menyelamatkan mama saat enam tahun yang lalu," jawab Chris.


"Enam tahun yang lalu? Apakah yang dilihat anak buahku adalah Zean?" batin Aaron.


"Paman, apakah Paman sudi menjadi papa angkat kami?"


"Papa angkat? Chris, apa kamu tidak terlalu serakah karena sudah memiliki seorang paa angkat?" tanya Calvin dengan senyum.


"Paman, aku suka dengan paman Aaron, Aku ingin selalu bertemu dengannya," jawab Chris.


"Aaron, Chris sangat merindukan papanya sehingga dia berharap kamu bisa menjadi papa angkatnya. Aku harap jangan simpan dalam hati apa yang dia katakan," ucap Calvin.


"Paman, Apakah tidak sudi menjadi papa Angkatku? Aku bisa membantumu bekerja kalau Paman sibuk!"


"Bekerja? Kamu masih kecil, apa yang bisa kamu kerjakan?" tanya Aaron dengan senyum.


"Aku bisa menyusun dokumen, dan menghitung. Aku juga bisa menghafal huruf keybord komputer. Jadi, aku bisa membantu Paman," jawab Chris.


"Kamu bisa komputer?" tanya Aaron.


"Iya."


"Chris sangat rajin, Hobinya adalah membaca dan menulis. Setiap aku membawa pulang tugas kantorku. dia selalu suka melihat apa yang aku kerjakan. Saat aku mengunakan komputer dia juga suka ikut mengetik. Karena dia punya bakat...Makanya aku mengajari dia mengunakan komputer," jawab Chris.


"Luar biasa sekali, Tidak masuk akal ketika anak lima tahun mengenal komputer. Tapi, kamu berhasil mempelajarinya," ujar Aaron.


"Karena aku ingin menjadi orang sukses, Jadi aku harus giat belajar. Kakek sering menyuruhku belajar. Agar setelah aku dewasa aku bisa mengantikan posisi pamanku setelah pamanku pensiun. Makanya aku tidak ingin mengecewakan harapan kakek terhadapku," ucap Chris.

__ADS_1


"Ternyata begitu, Kamu masih kecil, Tapi, pemikirkanmu sangat dewasa," kata Aaron.


"Aku ingin menjadi anak kebanggaan mama dan papa, Walau aku tidak tahu papaku di mana. Aku tetap ingin menjadi anak kebanggaannya. Biar papaku menyesal melihatku kalau aku sudah berhasil setelah dewasa," lanjut Chris.


"Apakah...kamu membenci papamu?"


"Tidak! Aku hanya ingin membuktikan kalau tanpa papa, kami juga bisa sukses," jawab Chris.


"Tapi, sekarang aku tidak sedih lagi. Karena ada Paman di sini," ujar Chris dengan senyum.


Aaron tersenyum saat mendengar setiap ucapan anak itu.


"Anak yang pintar, Belajarlah dengan giat, Suatu saat kamu pasti akan menjadi orang yang sukses," ucap Aaron.


"Sebenarnya rajin belajar, bukan berarti bisa sukses. semuanya tergantung kita rajin atau malas. kalau pintar sekolah. Tapi, malas bekerja juga tidak akan sukses. Jadi, kita harus menguasai dua hal ini. Rajin belajar dan rajin bekerja," kata Chris.


"Paman mendukungmu," ujar Aaron yang menyentuh kepala anak itu.


"Chris, aku harus memastikan bahwa kamu dan Nick adalah anakku. Asalkan aku memiliki bukti aku bisa mendapatkanmu dan mamamu," batin Aaron.


Malam itu Aaron sedang duduk di balkon sambil terbayang apa yang terjadi di hari ini. Bertemu dengan wanita yang dia cari selama ini dan juga dua anak laki-laki yang lucu dan tampan.


"Angelina Hamilton adalah Cecillia Christoper? Sungguh tidak kusangka. Aku dan keluarga Christoper sudah kenal cukup lama dan bekerja sama selama ini. Ternyata putri bungsu mereka adalah istriku sendiri. Saat Angelina pergi dia sedang hamil anakku. Kenapa aku bisa tidak sadar dan masih menyakitinya?" gumam Aaron.


"Pertama kali bertemu dengan Chris, aku sudah merasakan ada yang aneh, sangat dekat walau pertama kali bertemu. Dia juga menanggapmu sebagai ayahnya. Apakah ini adalah ikatan hubungan darah kami? Apakah benar Chris dan Nick adalah darah dagingku? Cecillia telah melahirkan anakku dan membesarkannya tanpa aku di sisinya," gumam Aaron.


"Louis, apakah Chris dan Nick mirip denganku?"


"Ini..."


"Terus terang saja!"


"Bos, sebenarnya saat aku melihatnya juga merasakan kalau dua anak itu sangat mirip dengan bos. Apa lagi perasaan anak-anak yang paling tidak bisa disembunyikan. Chris merindukan ayahnya selama ini. Saat dia melihat Anda seakan-akan dia bisa tahu kalau Anda adalah ayah kandungnya," jawab Louis.


"Hanya satu cara untuk memastikan, Yaitu, DNA," kata Aaron.


"Tes DNA adalah cara yang paling cepat," ucap Louis."


"Aku akan mencari cara untuk mendapatkan rambut anak itu, Untuk membuat Angelina mengakuinya," ujar Aaron.


"Bos, apakah sudah yakin kalau dua anak itu adalah anak Anda?"


"Calvin mengatakan adiknya melahirkan saat lima tahun yang lalu, Sesuai perhitungan saat Angelina pergi dia baru saja hamil. Akan tetapi kenapa dia tidak mengatakannya," jawab Aaron.


"Mungkin saja dia masih belum sadar atau...," jawab Louis yang terhenti.

__ADS_1


"Atau apa?"


"Atau karena hubungan Anda dan nyonya tidak begitu baik sehingga dia memilih diam," jawab Louis.


"Kesalahan masa laluku pasti telah membuat dia trauma, Apa pun caranya aku akan mendapatkan dia kembali," kata Aaron.


Apartemen


Cecillia sedang duduk di halaman dan melamun sejak dia pulang. Dalam ingatannya muncul wajah pria yang paling dia cintai serta ciuman yang dia lakukan dengan suaminya itu.


"Kenapa aku masih belum bisa melupakan dia? Apakah dia akan merebut anak-anakku? Tidak bisa, dia tidak bisa melakukan itu. Aku harus membawa pergi si kembar," batin Cecillia.


"Dia sudah menikah dan masih saja sengaja mendekatiku, Apa lagi yang akan dia lakukan? Aku tidak peduli kalau dia menyakitiku. Tapi, jangan merebut anakku. Aaron sangat kaya dan berkuasa. Dia bisa mendapatkan apa saja yang dia mau. Kalau saja dia merebut Chris dan Nick dariku. Apa yang harus aku lakukan?" batin Cecillia.


Calvin berdiri di dekat jendela sambil memperhatikan adiknya yang duduk di halaman depan gedung apartemen.


"Apa hubungannya dengan Aaron? Awalnya Chris menganggapnya sebagai ayahnya, Kemudian pertemuan Antara Cecillia dan Aaron sepertinya bukan pertama kali bertemu. Cecillia adalah wanita yang ramah. Akan tetapi, kenapa terhadap Aaron seperti ada sesuatu yang tersembunyi. Sementara tatapan Aaron juga berbeda dengan biasanya," ucap Calvin yang mulai curiga.


"Andaikan Chris dan Nick bukan anaknya, Kenapa Aaron ikut campur ingin membalas perbuatan Johan terhadap Nick. Apakah dia adalah ayah kandung dari mereka?" batin Calvin.


Calvin mencari keberadaan adiknya di halamannya yang luas itu.


"Cecillia, kenapa kamu masih berada di sini?" tanya Calvin yang menghampiri adiknya itu.


"Aku tidak bisa tidur."


"Ada masalah?" tanya Calvin yang duduk di sebelah Cecillia.


"Tidak ada masalah," jawab Cecillia yang sedang murung.


"Jangan ragu untuk memberi tahu kakak, Kita bukan orang luar!"


"Kakak, Tiba-tiba aku merasa takut."


"Takut apa?"


"Aku takut kehilangan anak-anakku," jawab Cecillia.


"Tidak ada yang bisa membawa mereka pergi, untuk apa kamu harus takut?" tanya Calvin.


"Mungkin aku berpikir sembarangan," jawab Cecillia.


"Cecillia, Kakak ingin mengetahui sesuatu!"


"Ingin mengetahui tentang apa?"

__ADS_1


"Apakah kamu dan Aaron sudah saling kenal?" tanya Calvin yang membuat adiknya langsung terdiam.


__ADS_2