Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Gigs Ketakutan


__ADS_3

Aaron yang melihat gadis itu terdiam, Ia langsung mengambilkan makanan ke piring kosong yang ada di depan Angelina.


"Habiskan semuanya jangan sampai ada yang sisa!" perintah Aaron.


"Apakah ini adalah perintah?"


"Iya, Kalau kamu tidak bisa melakukannya, Jangan salahkan aku memotong gajimu," jawab Aaron.


Di sisi lain Anthony menuju ke restoran yang sama dengan Aaron. Ia ditemani oleh asisten pribadinya, Steve.


Raut wajah pria itu terlihat sedang kesal karena mengingat putra tunggalnya yang harus diringkus dalam penjara.


"Silakan, Tuan!" ucap pelayan restoran yang membawaknya ke salah satu meja yang di dalam sana.


"Tuan, silakan dipilih menunya!" kata pelayan itu sambil menyerahkan menu makanan kepada Anthony.


Anthony memilih beberapa jenis makanan dan kemudian mengembalikan menu kepada pelayan itu.


Satu jam kemudian


Aaron yang telah selesai makan keluar dari ruang makan itu bersama Angelina. Dan di saat yang sama Anthony juga ingin meninggalkan restoran.


Mereka berpas-pasan saat ingin menuju ke pintu restoran itu.


"Aaron," seru Anthony


"Paman," balas Aaron yang pura-pura senyum.


"Tidak ku sangka kita bertemu di sini," kata Anthony sambil memandang ke arah Angelina.


"Kapan paman pulang? Kenapa tidak menghubungiku?"


"Karena terjadi sesuatu, Oleh sebab itu paman harus segera kembali ke sini. Tentu kamu sudah tahu apa yang terjadi," kata Anthony dengan pura-pura senyum.


"Paman, aku sudah mendengar masalah ini, Aku ikut menyesal atas apa yang telah terjadi. Karena aku tidak bisa membantu Gigs bebas dari hukuman. Aku tidak menyangka begitu cepatnya hakim menentukan masa hukuman selama lima tahun," jawab Aaron.


"Paman tidak akan diam saja ketika putra paman satu-satunya harus duduk di penjara. Siapa yang membuatnya kehilangan segalanya tentu akan paman selidiki dan membalas perbuatan orang itu," kata Anthony yang merujuk pada Aaron.


"Tentu saja paman harus selidiki baik-baik! Agar Gigs segera keluar dan kita bisa berkumpul kembali," jawab Aaron.


"Benar!" jawab Anthony dengan senyum.


"Siapa gadis cantik ini? Apakah dia adalah pasanganmu?" tanya Anthony.

__ADS_1


"Angelina adalah calon istriku," jawab Aaron yang mengejutkan gadis itu.


"Calon istri? Apa maksudnya?" batin Angelina.


"Calon istri? Ini adalah kejutan dan berita baik, Selama ini kamu hanya fokus pada Nana sehingga tidak peduli dengan masa depan sendiri..Mengenai Nana...Paman minta maaf karena tidak bisa pulang di saat itu!" kata Anthony dengan sengaja.


"Tidak apa-apa! lagi pula pelakunya sudah menerima karmanya, Nana juga sudah bebas dari penderitaan," jawab Aaron.


"Walau Nana sudah meninggal, Setidaknya ada seorang gadis yang mengantikan dia," ujar Anthony dengan sengaja.


"Iya, Angelina walau bukan adikku dan tidak ada hubungan darah denganku, Tapi, dia masih layak berada di sisiku," jawab Aaron.


"Aku masih ada urusan, Paman, lain kali kita bertemu lagi," kata Aaron.


"Baiklah, Lain kali bila ada waktu kita akan minum bersama," ucap Anthony.


"Sampai jumpa!" ucap Aaron yang kemudian berlalu pergi.


Setelah keponakannya pergi, Raut wajah Anthony langsung berubah.


"Apakah dia adalah wanita yang menjadi tawanannya?" tanya Anthony pada asistennya.


"Benar, Tuan. Namanya adalah Angelina Hamilton," jawab Steve.


"Apakah dia akan menikahi gadis itu?" tanya Steve.


"Tidak ada yang tahu apa yang ada di dalam pikirkannya, Mungkin saja dia akan menikahi gadis itu kemudian baru menceraikannya," jawab Anthony.


"Pria ini cukup mengerikan, Selama ini tidak ada yang bisa menghentikan niatnya!"


"Nana adalah segalanya bagi dia, Mana mungkin dia sudi menikahi gadis itu. Menjadikan gadis itu sebagai istrinya hanya membuat gadis itu semakin menderita. Aaron sifatnya sangat kejam. Lihat saja balasan yang diterima Rosalinda dan Jordan. Dia tidak ragu langsung menghancurkan mereka," ujar Anthony.


"Aaron dasar bocah ingusan! Aku tidak akan diam karena putraku harus di penjara. Aku yakin ini pasti adalah perbuatanmu," batin Anthony.


Mansion Davidson.


"Apakah mereka sudah bertindak?" tanya Aaron.


"Malam ini mereka akan bertindak," jawab Louis.


"Tetap awasi pamanku! Dia akan mencari cara untuk melawanku dan membebaskan putranya!" perintah Aaron


"Putranya di dalam penjara, Hidup atau mati dia tidak akan mengetahuinya," kata Louis.

__ADS_1


"Kalau begitu buat saja putranya lenyap dalam penjara!" perintah Aaron.


"Baik, Bos," jawab Louis.


Penjara utama tempat pengurungan Gigs Davidson.


Gigs yang masih berada di dalam satu penjara dengan tahanan lain membuatnya kesal dan kepanasan. Putra tunggal Anthony selama ini hidup dengan mewah dan tidak pernah bekerja susah payah. Ia menjalani bisnis dari modal ayahnya sendiri. Kini ia kehilangan segalanya dan tentunya sangat tersiksa saat harus makan makanan dari penjara.


"Kenapa hingga saat ini aku masih di sini dan tidak dipindahkan, Apakah papa tidak menemui kepala penjaga penjara?" batin Gigs yang berdiri dekat jeruji besi itu.


Tidak lama kemudian petugas penjaga penjara mendatangi tempat kurungan Gigs. mereka membuka kunci gembok dan melepaskan lilitan rantai.


"Tahanan 6178, keluar!" seru salah satu petugas itu.


"Iya, aku di sini," sahut Gigs dengan girang. Ia tidak sabar untuk keluar dari kurungan itu. Dengan penuh harapan ia ingin pindah ke kurungan yang lebih luas dan nyaman.


Mereka membawa Gigs menuju ke salah satu penjara yang di mana telah ditempati oleh sejumlah tahanan lainnya.


"Kenapa membawaku ke sini? Pasti ada kesalahan," kata Gigs.


"Tempatmu memang di sini, Karena di sini tempat yang paling layak denganmu," jawab petugas itu.


"Tidak! Aku tidak mau!" jerit Gigs yang melihat puluhan tahanan yang senyum jahat terhadapnya.


Dua petugas itu mendorong putra Anthony masuk ke dalam kurungan itu.


"Aku tidak mau di sini, Aku ingin bertemu dengan kepala petugas penjara," teriak Gigs.


"Tidak perlu! Kamu mengira dirimu itu siapa sehingga ingin bertemu dengan atasan kami."


"Ini pasti ada kesalahpahaman, Tempatku bukan di sini," teriak Gigs.


"Kalau bukan di sini, Lalu di mana lagi menurutmu?" tanya salah satu tahanan yang di dalam sana. Mereka memiliki tubuh yang besar berotot dan berpostur tinggi.


"Apa yang kalian ingin lakuka" tanya Gigs dengan cemas.


"Kami hanya ingin bermain denganmu," jawab tahanan lain yang mendekati Gigs.


"Kita sama-sama tahanan, Jangan sakiti aku! Kalian tahu aku siapa? Aku adalah putra Anthony Davidson, dan kakakku adalah Aaron Andres Davidson," kata Gigs yang memundurkan langkahnya hingga ke pojokan.


"Apakah kamu tahu, Siapa kami?"


"Siapa kalian?" tanya Gigs.

__ADS_1


"Kami adalah malaikat maut yang akan mencabut nyawamu," jawab mereka yang semakin dekat dengan Gigs yang ketakutan.


__ADS_2