
"Chris, Nick, Maafkan mama karena tidak bisa memberi tahu siapa papa kandung kalian. Semakin lama aku merasa semakin merasa bersalah karena merahasiakan pada mereka," batin Cecillia.
Angelina kemudian duduk sambil menatap dua buah hatinya dengan tatapan sedih.
"Chris dan Nick, sudah sekolah. Mereka sering melihat teman-temannya dijemput oleh ayah temannya. oleh karena itu mereka menjadi sedih di saat mereka tidak memiliki seorang ayah. sedangkan temannya memiliki orang tua yang lengkap. Chris sangat dewasa sehingga sulit untuk dibohongi," batin Cecillia.
"Papa kalian sudah memiliki keluarga sendiri, Kita tidak bisa bertemu dengan dia lagi, Kalian harus hidup tanpa dia," ucap Cecillia.
Malam hari.
Calvin bertemu dengan Zean di sebuah Cafe.
"Kenapa wajahmu murung? Ada apa?" tanya Zean.
"Hanya memikirkan anak-anak."
"Mereka baik-baik saja, Apa yang membuatmu tidak tenang?"
"Hari ini Chris melihat temanku dan memanggilnya papa, Saat aku melihat air matanya aku merasa seperti di
Iris belati, Sakit sekali," jawab Calvin.
"Mereka sudah lima tahun, Jadi, wajar kalau sudah bisa mencari ayahnya," ujar Zean.
"Chris adalah anak yang ceria, dan dia selalu merindukan kehadiran seorang ayah. Aku tidak bisa selalu membujuknya. Hati anak ini sangat rapuh," kata Calvin.
"Siapa temanmu sehingga Chris menyebutnya papa?" tanya Zean yang meneguk minumannya.
"Aaron Andres Davidson," jawab Calvin.
"Uhuk...uhuk...," suara batuk Zean yang menyembur minuman itu.
"Maaf!" Ucap Zean yang mengelap bibirnya dengan tisu.
"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Calvin.
"Aku baik-baik saja! Siapa nama temanmu?" tanya Zean.
"Aaron Andres Davidson...kamu pasti mengenalnya juga. Dia dan keluargamu ada hubungan bisnis," jawab Calvin.
"Apakah dia...berada di Los Angeles?" tanya Zean yang hampir tidak percaya.
"Iya, dia tinggal di sini, Chris sangat emosional saat melihatnya. Walau pun sudah pulang ke rumah dia masih merindukannya," ujar Calvin.
"Ternyata begitu," kata Zean.
"Kalian belum pernah bertemu, Besok aku ada janji dengan dia. Bagaimana kalau kamu bergabung dengan kami?"
"Besok aku ada urusan lain, Mungkin saja tidak bisa," jawab Zean dengan alasan.
"Baiklah, kalau begitu lain kali saja, Bagaimana dengan kabar paman dan bibi?"
__ADS_1
"Sebulan yang lalu papa dan mamaku liburan di Los Angeles. Kemudian mereka kembali lagi ke singapura," jawab Zean.
"Paman dan bibi hingga sekarang masih tidak ingin pensiun, Sangat luar biasa," ucap Calvin.
"Mereka sudah biasa bekerja dari muda hingga tua, Aku juga tidak bisa meminta mereka hidup santai saja agar tidak kewalahan lagi!"
"Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu masih belum menikah?" tanya Calvin.
"Belum bertemu dengan yang sesuai untukku."
"Jangan pilih-pilih, Usiamu sudah menginjak Tiga puluh tahun," ujar Calvin.
"Hingga saat ini belum ada wanita yang bisa menarik hatiku."
"Mungkin saja permintaanmu cukup tinggi," ujar Calvin.
"Wanita yang kucintai masih belum melupakan mantan suaminya, Mana mungkin aku mengejarnya di saat hatinya masih ada yang lain," batin Zean.
Satu jam kemudian.
Zean mengemudi dan pulang ke rumahnya. Ia berpikir di sepanjang jalan mengenai kemunculan Aaron di Los Angeles.
"Apakah ini yang dinamakan ikatan hubungan anak dan ayah? Chris bisa merasakannya. Selama ini Cecillia masih ingat pada pria itu. Tidak tahu bagaimana dengan Aaron Andres Davidson...apakah dia masih mencintai Cecillia? Tidak mungkin aku merahasiakan dari Cecillia. Apa lagi dia telah melahirkan anak kembar untuk suaminya itu," ucap Zean.
"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Zean yang menghubungi nomor Cecillia.
Beberapa menit kemudian Cecillia menjawab panggilannya.
"Cecillia, besok kita akan makan bersama di restoran LA! Apa kamu ada waktu?"
"Kebetulan sekali, Kakakku juga akan ke sana besok untuk bertemu dengan temannya," jawab Cecillia.
"Baiklah, sampai jumpa besok!"
"Sampai jumpa!" balas Cecillia.
Sesaat kemudian mereka memutuskan panggilan tersebut.
"Cecillia, Maaf, sudah lima tahun. yang seharusnya bertemu inilah saatnya. Chris dan Nick tidak bisa tanpa ayahnya. Cecillia, kamu harus mengetahui satu hal tentang Aaron. Selama ini aku tidak bisa memberi tahu kamu karena kamu tidak ingin ada yang mengungkit tentang dia. dan sudah saatnya kalian bertemu," batin Zean.
Keesokan harinya.
"Bos," seru Louis.
"Hm!" jawab Aaron yang sedang mengancing kemejanya.
"Nama Angelina Hamilton tidak ada di data, Bos, ini sangat aneh sekali," kata Louis.
"Apakah dia ganti nama? Tidak mungkin juga. Tidak ada alasan dia ganti nama dan keluarga," ujar Aaron.
"Los Angeles juga tidak ada nama Angelina Hamilton."
__ADS_1
"Kalau di tempat dia lahir tidak ada namanya, Mana mungkin Los Angeles ada namanya," kata Aaron.
"Bagaimana kita mencarinya kalau tidak ada datanya? Dia bagaikan sudah menghilang dari dunia. Walau dia masih hidup."
"Kirim saja anggota untuk mencarinya, Tidak mungkin tidak dapat!" perintah Aaron.
"Baik, Bos," jawab Louis.
Dua jam kemudian
Restoran LA.
Calvin telah datang bersama Cecillia dan anak-anak. Cecillia berada di ruangan lain sedang menunggu kedatangan Zean. Sementara Calvin di ruangan yang lain menunggu temannya, Aaron.
Aaron yang baru tiba ia ditemani oleh Louis. Mereka menuju ke tempat yang di mana Calvin sedang menunggunya.
"He he he...," suara tertawa Nick yang berlari sana sini sehingga merangkak masuk ke bawah meja restoran itu. Restoran itu dipenuhi oleh para pengunjung yang sedang makan.
Sementara Chris sedang mencari keberadaan adiknya yang tidak bisa duduk diam sama sekali.
"Ke mana lagi dia? Kenapa dia tidak bisa diam, sudah tahu ini adalah restoran. Aku sangat menyesal karena menemaninya ke toilet tadi," ucap Chris yang berjalan sambil mencari di setiap ruang makan di koridor sana.
Tidak lama kemudian Chris menghentikan langkahnya karena melihat seorang pria yang berjalan menuju ke arahnya.
"Papa," ucap Chris yang melihat Aaron muncul di sana.
"Papa...," teriak Chris yang berlari menghampiri Aaron dan memeluknya.
"Papa? Apa yang anak ini lakukan? Bos sangat benci disentuh orang," batin Louis.
"Adik, kamu salah orang. Lepaskan tanganmu dulu," ujar Louis yang menarik lengan anak itu.
"Papa, kita bertemu lagi," sapa Chris.
"Adik, kenapa kamu ada di sini?" tanya Aaron.
"Aku datang bersama paman, dan menunggu temannya," jawab Chris yang memegang tangan Aaron. Aaron lagi-lagi merasakan sentuhan dari tangan mungil itu.
Anak itu tersenyum dan memandang pria itu.
"Kenapa anak ini sangat mirip dengan bos," batin Louis.
"Papa," ucap Chris yang memeluk Aaron dengan senyum.
Aaron terdiam saat Chris memeluknya. Mata anak itu telah membuatnya tersentuh. ia mengelus kepala anak kecil itu.
"Apakah papa bisa mengendongku?" tanya Chris yang membuka kedua tangannya.
"Adik, kamu sudah salah orang, Bos bukan papamu," ujar Louis.
"Walau pun bukan, juga tidak apa-apa, Aku berjanji hanya sekali saja. setelah mengendongku aku tidak akan memanggil papa lagi!" jawab Chris dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1