
"Ini bukan pertama kali bagimu, Kenapa kamu harus malu? Kamu sudah melihat semuanya, Bukan," ujar Aaron yang berbisik di telinga gadis itu.
"Aku tidak melihat apapun," jawab Angelina yang memejamkan matanya.
"Buka matamu dan kamu bisa melihatnya,".kata Aaron yang sengaja mengusik gadis itu.
"Aku ingin keluar!" ucap Angelina yang mendorong pria itu menjauh darinya.
"Angelina," seru Aaron menekan kembali gadis itu ke tembok.
"Lepaskan aku!" pinta Angelina.
Aaron yang mencubit dagu gadis itu dan berkata," Di saat aku ingin mendapatkanmu, Apakah kamu mengira bisa lari dariku."
"Aku hanya bekerja denganmu, Dan bukan pelayan di atas ranjang," ketus Angelina.
Aaron menahan bagian belakang kepala gadis itu dan kemudian mencium bibirnya dengan paksa.
Angelina berusaha melawan akan tetapi ia ditahan oleh Aaron sehingga ia terpaksa membalas ciuman tersebut.
"Em...," jeritan Angelina yang ingin mengelak ke samping.
Angelina yang berusaha menolak akan tetapi ia gagal dan mengeluarkan air mata.
Aaron yang merasakan air mata gadis itu yang mengenai wajahnya, Ia melepaskan ciuman karena tidak tega.
"Pergilah! Tidak usah jual mahal! Kamu juga bukan tipeku," kata Aaron yang ingin melepaskan celana. Angelina langsung segera meninggalkan kamar mandi.
Gadis itu berburu-buru keluar karena dikejutkan dengan ulah majikannya itu. Sementara Aaron sedang berendam dalam bathub sambil memikirkan gadis yang telah mengisi hatinya.
"Apapun caranya, Aku akan menjadikanmu sebagai istriku. Angelina Hamilton, hayat ini kamu ditakdirkan hanya untukku," ucap Aaron.
"Gadis ini membuatku ingin melakukannya lagi, Tapi, aku tidak ingin dia trauma denganku, Seperti dia trauma terhadap Alex Hamilton," batin Aaron.
Satu jam kemudian
Angelina pergi berbelanja dengan diawasi oleh dua anggota Aaron. Gadis itu hanya diizinkan keluar saat ditemani oleh mereka.
"Aku diawasi seperti narapidana, Hanya membeli sesuatu saja harus diikuti ke mana-mana," batin Angelina.
"Barang ini tolong bawa ke mobil dulu," kata Angelina yang menyerahkan semua yang dia beli kepada anggotanya.
Lalu Angelina memilih beberapa jenis buah buahan kesukaan majikannya. setelah membelinya Angelina pun ingin meninggalkan tempat itu akan tetapi dia dihadang oleh seorang pria yang mengancamnya dengan mengunakan senjata tajam.
"Jangan berteriak jika kau masih ingin hidup?" Ancam pria itu yang berdiri di samping Angelina. pisau itu diarahkan di bagian pinggang Angelina di sisi kiri.
"Apa yang kamu inginkan?" tanya Angelina dengan cemas.
"Berikan aku uangmu! jika tidak, maka tubuhmu akan ku robek dengan menggunakan pisauku," kecam pria itu.
__ADS_1
Di keramaian itu Angelina mendapat ancaman tidak bisa dilihat oleh anggota Aaron, pria itu berpura-pura memilih produk dengan menggunakan tangan kanannya, sementara tangan kirinya mengancam gadis itu yang dekat di sampingnya
Angelina yang ketakutan tidak bisa berteriak meminta tolong, karena diancam pria itu.
"Ini adalah uang Aaron, Aku hanya bisa memberikan padanya," batin Angelina.
"Cepat serahkan," Ancam pria itu dengan mendekatkan pisau itu ke pinggang Angelina.
"Tapi ini bukan uangku, ini adalah uang majikanku. Kalau aku berikan padamu dia akan membunuhku," Jawab Angelina dengan cemas.
"Jangan banyak alasan, keluarkan sekarang juga!" Ancam pria itu yang pisaunya mulai menusuk pinggang Angelina sehingga membuatnya kesakitan.
"Aarrrgghhh," Teriakan pria itu karena tiba-tiba dicengkram oleh seseorang dan dihempaskan ke lantai sehingga membuatnya tergeletak.
Brugh...
"Aarrghh... "
Pria itu lalu dibawa pergi oleh anggota Aaron yang melindungi Angelina. Sementara pria yang menyelamatkan gadis itu adalah seorang pria yang tidak dikenal.
"Nona, bagaimana denganmu? apakah nona terluka?" tanya salah satu anggota Aaron yang mendekati Angelina.
"Ti-tidak apa-apa." Jawab Angelina dengan terbata sambil menyentuh bagian pinggang yang terluka akibat pisau pria itu.
"Nona, apakah kamu terluka.?" tanya pria itu yang menyelamatkan Angelina tadi.
"Hanya kebetulan saja aku melihat dia mengancammu, kalau begitu aku pamit dulu."Ujar pria itu yang segera meninggalkan tempat itu.
"Eh..aku belum tahu namanya." Kata Angelina yang melihat pria itu melangkah ke arah lain.
"Nona, mari kita pulang,"ajak anggota Aaron dengan membantu mengangkat belanjaan Angelina
"Iya," jawab Angelinam
Mansion Davidson
Aaron yang berada di rumahnya telah menerima informasi tentang semua kejadian di pasar, di saat Angelina kembali dan menyusun semua belanjaannya di dapur tiba-tiba saja suara Aaron yang mengagetkannya.
"Angelina!" Panggil Aaron dengan nada tinggi penuh emosi.
"I-iya" Jawab Angelina yang terbata.
"Angelina, apakah kamu tidak apa- apa?" tanya Aaron yang mendekati dan melihat Angelina yang di hadapannya.
"Aku tidak apa-apa!" jawabnya.
"Kembali ke kamarmu!" perintah Aaron.
"Tapi, Aku baik-baik saja!" jawab Angelina
__ADS_1
"Dengar perintahku dan kembali ke kamarmu! Lain kali biar Candy yang belanja dan kau di rumah saja!" perintah Aaron dengan tegas.
"Iya, Aku mengerti!" jawab Angelina dengan patuh.
Angelina kemudian kembali ke kamarnya sesuai perintah majikannya itu. kemudian dua anggota yang melindungi Angelina datang menghadap atasan mereka.
Aaron yang melihat dua anggotanya, Ia langsung melayangkan pukulan ke wajah mereka.
Brugh...
Brugh...
"Aku menyuruh kalian melindunginya, Tapi, Apa yang kalian lakukan sehingga perampok itu berhasil mendekatinya?" tanya Aaron dengan kesal.
"Maafkan kami, Bos!" ucap mereka dengan serentak.
"Maaf? Bukan itu yang ingin aku dengar," kata Aaron.
"Katakan apa yang telah terjadi!" titah Louiz.
"Saat itu kami memasukan barang belanjaan nona ke dalam mobil, dan pusat perbelanjaan juga diramaikan dengan pengunjung. Sehingga kami tidak bisa melihat bahwa nona sedang diancam."
"Tugas kalian adalah melindunginya, Tapi, kalian tidak melihat? Dengan jawaban yang kalian berikan sangat tidak masuk akal dan membuktikan kalian gagal melakukan perintahku," bentak Aaron.
"Karena kalian gagal, Tidak ada gunanya kalian berada di sini, Pergi!" perintah Aaron.
"Bos! Berikan kami satu kesempatan!"
"Aku tidak suka anggota yang gagal, Hanya memberi kalian tugas yang ringan saja kalian sudah tidak sanggup," ketus Aaron.
"Kalian pergilah!" perintah Louis.
"Iya!" jawab mereka yang terpaksa nurut.
"Bos, Siapa yang menyelamat Angelina?" tanya Louis.
"Salver...dia sudah pulang," jawab Aaron.
"Akhirnya dia tiba," jawab Louis.
"Aku memanggilnya pulang untuk mengawasi gerak-gerik Anthony, Karena dia bukan orang tempatan. Jadi, tidak akan ada yang tahu siapa dia," jawab Aaron yang kemudian duduk menyandar di sofa.
"Apakah bos memiliki rencana untuk Anthony?"
"Tidak! Aku hanya ingin lebih waspada dengannya, Suatu saat dia akan mendapati bahwa ada yang tidak beres dengan penjara itu. Aku bukannya tidak tahu niat buruknya selama ini," jawab Aaron.
"Niatnya sama seperti dulu, Menginginkan semua milik Anda," ujar Louis.
"Perusahaan adalah sasaran utamanya, dan Mansion ini adalah sasaran kedua baginya," ucap Aaron.
__ADS_1