
"Kami akan berusaha," jawab Dokter itu yang kemudian melangkah pergi.
Aaron kemudian menuju ke kamar VIP tempat istrinya dirawat.
Mata pria itu berkaca-kaca saat melihat istrinya berbaring lemah di sana.
"Di matamu, aku hanya seorang istri yang tidak pantas dicintai dan tidak layak hargai. sehingga kamu tega menyakitiku dan mempermalukan di depan orang. Kalau kematian adikmu membuatmu membenciku ... aku akan akan membayar dengan nyawaku. Agar hayat ini aku tidak berhutang lagi padamu," kata Angelina yang muncul dalam ingatan Aaron.
"Aku tidak membencimu, Tapi, karena egoku sehingga menyakitimu berulang kali. semua ini salahku. Angelina, Buka matamu dan aku berjanji akan berubah sikapku dan tidak egois lagi. Apapun maumu aku akan kabulkan. tidak lama lagi adalah hari ulang tahunmu. Aku telah menyediakan hadiah untukmu. Buka matamu dan kita rayakan acara hari pentingmu!" ucap Aaron yang memegang tangan istrinya.
Keesokan harinya
Angelina membuka matanya dan terdiam sejenak. Ia berusaha mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya.
"Kenapa aku masih hidup? Bukankah aku sudah melompat ke laut? seharusnya aku sekarang berada di dunia lain," gumam Angelina dalam hati.
Angelina kemudian bangkit dan turun dari ranjang. Ia mengambil pakaiannya yang ada di ujung ranjangnya itu.
Setelah berganti pakaian ia memilih pergi dari sana sebelum suaminya datang.
__ADS_1
"Aku tidak ingin berada di sini lagi! Aku ingin menjauh dari kehidupan ini. Hubungan ini sama sekali tidak berarti sama sekali. hanya saling menyakiti dan derita yang kurasakan. Dia juga tidak mencintaiku ... untuk apa aku di sini lagi. Sudah cukup aku menderita. Aku tidak ingin begini terus," batin Angelina.
Angelina beranjak dari kamarnya, sementara Aaron sedang mencuci muka di salah satu kamar mandi yang di dalam rumah sakit itu. sehingga ia tidak menyadari kalau istrinya telah pergi.
Beberapa menit kemudian ia pun kembali ke kamar istrinya itu.
Klek.
Saat melangkah masuk Aaron melihat ranjangnya kosong dan tidak terlihat istrinya lagi.
"Angelina!" ucap Aaron yang kemudian mencari di toilet kamar itu.
Karena tidak mendapati istrinya ia pun menemui suster yang di koridor sana.
"Suster, apakah kalian melihat istriku?" tanya Aaron.
"Tidak ada, Tuan!"
"Buka rekaman cctv dan lihat dia ke arah mana!" perintah pada suster itu.
__ADS_1
"Nyonya sudah keluar dari rumah sakit," ujarnya yang melihat rekaman itu.
Aaron mengeluarkan handphonenya dan menghubungi seseorang.
"Louis, utuskan anggota mencari Angelina! Dia keluar tanpa memberi tahu ku," perintah Aaron yang sambil melangkah dengan cepat.
Aaron menuju ke pintu utama dan melihat sekeliling sana. Ia mencari istrinya hingga ke seluruh taman terdekat.
Angelina mempercepatkan langkahnya agar tidak diketahui oleh suaminya itu.
"Aaron memiliki banyak anggota, Aku harus lebih cepat darinya. Tapi, aku harus ke mana? Aku juga tidak memiliki uang," batin Angelina.
Tidak lama kemudian Louis datang dengan membawa sejumlah anggota berpencar mencari istri atasannya itu.
"Cari nyonya sampai dapat! Cepat pencar dan jangan sampai ada tempat yang tidak kalian periksa!" periksa Louis.
Mereka semua masing-masing menuju ke arah yang berbeda.
Sementara Angelina masuk ke salah satu toko pakaian yang terdapat banyak pengunjung di sana. ia tidak mengenal jalan sama sekali dan takut di dapati oleh suaminya. toko pakaian itu adalah tempat yang lebih aman baginya. ia berpura-pura memilih baju sambil memandang luar untuk memastikan apakah ada anggota suaminya.
__ADS_1