Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Tamparan Monaliza


__ADS_3

Aaron mendatangi rumah sakit yang berniat ingin menjemput Angelina dirinya mendapati gadis itu tidak berada di kamarnya. Anggota yang diperintahkan mengawasi gadis itu harus menerima tamparan dari Aaron yang sedang marah besar.


Plak...


Plak...


"Tidak berguna sama sekali! Hanya mengawasi seorang gadis saja kalian bisa gagal," bentak Aaron dengan kesal.


"Maaf, Bos," ucap mereka dengan menunduk.


"Temukan gadis itu sekarang juga, Kalau saja kalian gagal, Jangan pernah muncul di hadapanku lagi!" perintah Aaron.


"Baik, Bos," jawab mereka.


"Louis, perintah semua anggota cari Angelina sampai dapat! Aku ingin melihat dia dua jam dari sekarang!" perintah Aaron, Tegas.


"Baik, Bos," jawab Louis yang kemudian langsung berlalu pergi.


Aaron yang mengcemaskan Angelina ia langsung menuju ke mobilnya. Ia menyetir dan mencari sendiri gadis itu. Raut wajahnya berubah menjadi menakutkan karena kekhawatirannya terhadap Angelina.

__ADS_1


"Angelina, Apakah kau ingin mengunakan kesempatan ini untuk kabur dariku? Siapa yang mengizinkanmu pergi jauh dariku? Selagi aku masih hidup kau jangan berharap bisa lolos dari tanganku," ucap Aaron yang sedang menyetir.


Di sisi lain semua anggota Aaron ikut dalam pencarian Angelina di siang itu. Mereka mengunakan mobil masing-masing dan menuju ke jalan besar. sekitar tiga puluh lebih mobil hitam yang meninggalkan kawasan kediaman bos mereka. Setelah keluar ke jalan besar mereka berpencar dan menuju ke arah yang berbeda.


Sementara Angelina yang binggung tanpa tujuan hanya berdiri mematung di pinggir jalan.


"Apakah seumur hidupku tidak akan bisa bertemu dengan mereka lagi? Aku tidak rela dibuang begitu saja. Apa alasannya sehingga mereka tega melakukan ini padaku," batin Angelina.


"Aku tidak ingin terikat dengan pria itu, Dia adalah pria yang memiliki sifat yang berbeda, dan mudah berubah. Tidak tahu apa lagi yang akan dia lakukan padaku setelah ini," batin Angelina.


Di saat gadis itu sedang melamun sebuah mobil mewah berhenti di pinggir jalan. Seorang wanita yang tidak lain adalah Monaliza.


Plak...


Tamparan keras yang dilakukan oleh Monaliza mengejutkan Angelina.


"Ma?"


"Ma? ternyata kau sudah bisa bicara, Bagus sekali. Apakah Aaron Andres Davidson yang mengobatimu?" bentak Monaliza dengan nada kesal.

__ADS_1


"Kenapa menamparku?" tanya Angelina.


"Masih berani kamu bertanya, Kalau bukan karena kamu keluargaku tidak akan pecah, semua ini karenamu. Dan Angel wajahnya sudah menjadi cacat. Ini juga karenamu," benta Monaliza.


"Kenapa menyalahkan aku? Semua ini karena papa yang tidak tahu malu," jawab Angelina.


Monaliza yang kesal lagi menampar wajah Angelina sehingga meninggalkan bekas telapak tangannya.


Plak...


"Kurang ajar! Masih berani kau mengungkit namanya, Kalau bukan karena kau yang mengodanya mana mungkin bisa seperti ini," bentak Monaliza.


"Aku tidak mengodanya sama sekali, Dia yang selalu ingin mengambil kesempatan atas diriku. Hanya kamu yang tidak tahu," jawab Angelina dengan nada kesal.


"Bagus sekali! Sudah mengoda suami orang masih berani melawan," ketus Monaliza yang lagi-lagi ingin menampar gadis itu.


Angelina langsung menahan tangan wanita itu dan berkata," aku bukan putrimu lagi, Jangan selalu bertindak sesuka hati!"


"Kau sudah bisa melawan, Kalau tahu kau menjadi perempuan tidak tahu malu. Maka dia saat itu aku tidak akan membawamu pulang," ketus Monaliza.

__ADS_1


"Hidupku juga tidak baik saat menjadi anakmu," balas Angelina.


__ADS_2