
"Kakak, Bos sudah emosi selama dua hari, Sudah banyak barang yang hancur dibanting olehnya," ujar salah satu anggota Aaron yang berdiri di luar.
"Kita jangan masuk dulu, Kalau tidak, nyawa kita juga akan dihancurkan," jawab Louis.
"Nyonya sudah hilang berminggu-minggu, Apakah mungkin dia masih di San Fransisco?"
"Seharusnya masih di sini, Saat keluar dia tidak membawa uang. Tanpa uang dia tidak akan bisa keluar dari kota ini," jawab Louis.
Prang...
Suara pecahan kaca pintu yang dilempar oleh Aaron.
Louis dan anggotanya langsung menghindar dari serpihan kaca itu.
"Tidak berguna, semuanya tidak berguna. Aku telah memberi kalian waktu dan tidak ada hasilnya sama sekali," bentak Aaron dengan nada ketus.
"Maaf, Bos," ucap Louis dan anggotanya dengan serentak.
"Aku tidak ingin mendengar kata maaf dari kalian, Bawa dia kembali ke hadapanku. Waktu kalian hanya sebulan. Kalau sampai saat itu masih belum ditemukan...kalian semua jangan muncul di hadapanku," bentak Aaron.
"Bos, aku sudah mengutuskan banyak anggota kita mengawasi semua pelabuhan, Bandara, dan terminal yang ada di San Fransisco. Tapi, nyonya tidak muncul. Mungkin dia masih ada di dalam kota," ujar Louis.
"Perkataan seperti apa itu, Aku juga tahu dia masih di dalam kota. Yang aku inginkan adalah temukan dia dan bukan mendengar ucapanmu yang tidak berguna itu," kata Aaron dengan ketus.
"Maaf, Bos. Akan kami lakukan sekarang juga," ucap Louis dengan menunduk.
Aaron yang kesal kemudian masuk ke ruangan pribadinya kembali. Ia menuangkan minuman ke gelas beningnya.
"Angelina Hamilton, Ke mana kamu pergi? Tidak mungkin aku tidak bisa mendapatkanmu," ujar Aaron sambil meneguk minuman.
Malam hari...
Louis sedang bersama anak buahnya di suatu tempat yang adalah Night Club.
"Kakak, kenapa kita datang ke sini?"
"Kita hanya memastikan bahwa nyonya tidak diculik, Oleh sebab itu tempat hiburan dan hotel juga harus kita datangi," jawab Louis.
"Kalian semua berpencar dan periksa setiap ruangan karaoke. Jangan ada yang ketinggalan!" perintah Louis.
"Baik," jawab mereka dengan serentak.
__ADS_1
"Kakak, gadis ini cantik-cantik dan masih muda, Usianya baru dua puluh tahunan," kata anggotanya.
"Aku rasa bos butuh sesuatu untuk melepaskan tekanannya," ujar Louis yang melihat gadis-gadis cantik itu yang memiliki tubuh yang seksi.
"Apakah bos mau dengan gadis malam?"
"Asalkan belum tersentuh, Aku yakin bos tidak akan menolak," jawab Louis.
Louis kemudian membawa dua gadis cantik yang berpakaian rok di atas lutut dan kaos atasan yang menampakan belahan dadanya.
"Bos," seru Louis yang menghampiri Aaron yang sudah menghabiskan beberapa botol minuman. Wajah pria itu terlihat merah akibat sedikit mabukan.
"Ada apa?" tanya Aaron yang tanpa menoleh ke arah anggotanya itu.
"Malam ini aku menemukan dua orang gadis muda yang baru usia 20 tahun. Mereka pekerja baru di Club Malam," kata Louis.
"Lalu, kenapa?"
"Mereka masih baru dan belum tersentuh, Apakah Bos berminat?" tanya Louis yang memberanikan diri.
"Untuk apa kamu membawa mereka ke sini?"
"Bos, nyonya sudah lama tidak ada di sini, Aku hanya tidak ingin Anda tertekan. mungkin saja dua orang gadis itu bisa menenangkan Anda," jawab Louis.
"Iya, Bos. Mereka memiliki wajah yang cantik dan kulit yang putih dan mulus," jawab Louis.
"Bawa mereka masuk! Aku penasaran sehebat apa mereka!" perintah Aaron.
"Baik, Bos," jawah Louis yang segera beranjak dari sana.
Louis memanggil dua gadis cantik itu masuk ke ruangan pribadi atasannya. Kemudian ia mengunci dari luar agar tidak ada yang menganggu .
"Kakak, apa kamu yakin akan berhasil?" tanya anggotanya.
"Tenang saja! Semua pria tidak akan bisa lari dari godaan gadis cantik. Bos kita adalah pria yang normal. Nyonya sudah lama pergi. Bos pasti butuh kesenangan. Andaikan dia bisa bersenang-senang malam ini. Aku yakin dia akan melupakan nyonya secara perlahan," jawab Louis.
Dua gadis cantik itu menghampiri Aaron yang berdiri di dekat jendela sambil memegang gelas yang berisi minuman.
Tuan, namaku, Lola. aku akan menuangkan minuman untukmu," ucapnya dengan menuangkan minuman ke gelas yang digunakan oleh Aaron.
"Namaku adalah Alexa dan aku baru mulai bekerja malam ini. usiaku baru dua puluh tahun," katanya dengan senyum manis.
__ADS_1
"Memangnya apa yang ingin kalian lakukan untuk menemaniku di sini?" tanya Aaron dengan sambil meneguk minumannya.
"Kami milik Anda malam ini! jadi tuan bisa melakukan apapun," jawab mereka dengan serentak.
"Dengan cara apa kalian ingin menyenangkan aku?" tanya Aaron.
"Tuan, kami masih belum pernah melakukan dengan pria lain, dan kami akan menyerahkan malam pertama kami kepada Anda, Tuan," ujar Alexa dengan sopan.
Dua orang gadis itu melepaskan pakaian mereka satu-persatu dan melemparnya ke sembarang tempat, sehingga menampakan tubuh mereka yang putih dan seksi, buah dada yang besar padat dan menonjol. kini mereka sudah tanpa balutan apapun di tubuh mereka. lalu mereka pun mendekati Aaron yang sedang berdiri di sana sambil memandang tubuh mereka.
"Apa kalian tahu apa yang sudah kalian lakukan?" tanya Aaron dengan bersikap dingin.
Mereka mendekati Aaron dan mengoda pria itu dengan tubuh mereka yang seksi.
"Sentuh aku, Tuan. anda bebas melakukannya malam ini!" Ucap Alexa.
Aaron melihat setiap sisi tubuh wanita itu dari atas hingga ke bawah dan sambil tersenyum sinis.
"Kau ingin memuaskanku?" tanya Aaron dengan senyum.
"Iya Tuan, aku ingin menyerahkan diriku, ini adalah malam pertamaku, aku berharap tuan akan melakukannya dengan lembut!" jawab Alexa dengan mengoda.
Aaron kemudian mengambil botol kosong yang ada di atas meja dan melempar ke lantai sehingga serpihan kaca mengenai kaki mereka.
Prang...
"Aarrghh...," jeritan mereka yang ketakutan. Alexa terluka akibat serpihan kaca yang menancap kakinya
"Tuan, Apakah kami melakukan kesalahan?" tanya Lola.
"Tentu saja kalian melakukan kesalahan, Ingin memuaskanku dengan tubuh kalian? Apakah kalian layak? Pergi dari hadapanku sekarang juga," bentak Aaron dengan kesal.
"Tuan, Jangan mengusir kami, Kalau kami pulang sekarang dengan tangan kosong, Kami pasti akan disiksa," pinta Alexa yang ketakutan.
"Aku tidak menyuruh kalian datang," jawab Aaron.
"Kami bisa melayani Anda, Tuan. Beri kesempatan lagi!" pinta Alexa.
"Kalian tidak layak sama sekali, di dunia ini hanya seorang wanita yang layak melayaniku. Segera menghilang dari hadapanku," bentak Aaron.
"Tuan, Kami tidak berbohong, Kami belum pernah melakukannya," ujar Alexa.
__ADS_1
"Tuan, Jangan membiarkan kami pulang tanpa melayani Anda, Kalau bos kami tahu...kami akan dipecat. tidak mudah kami mendapatkan pekerjaan," ucap Lola yang sambil memohon.
"Sekian banyak pekerjaan, Kalian memilih masuk ke dunia malam, Apakah kalian pantas melayaniku? kalian bahkan tidak sebanding dengan sepatu istriku," ketus Aaron.