
"Cecillia, Kenapa umurmu begitu panjang? Sekian lama menghilang kenapa kembali lagi. Seharusnya kau sudah mati di saat itu. Walau aku dibenci oleh keluarga ini. Tapi, aku rela asalkan pada akhirnya aku mendapatkan bagianku," gumam Diana.
"Kakak dan Zean membela Cecillia mati-matian, Kenapa kalian semua tidak menganggapku sama sekali," ujar Diana.
Hospital Shanghai.
Ronald bersama Nella dan Calvin sedang menemani Angelina yang masih belum sadar. Tidak lama kemudian suster membawa si kembar masuk ke dalam kamar itu.
Calvin dan Nelle langsung mengendong bayi laki-laki yang tampan dan lucu itu yang baru selesai di mandikan.
"Tuan, coba menidurkan bayinya ke samping ibunya, mungkin saja dengan cara ini bisa membuatnya cepat sadar!" ujar Suster itu.
"Benar katamu, kita akan mencobanya," jawab Calvin yang menidurkan bayi itu ke samping Angelina.
"Cucuku yang tampan, Kamu harus sehat-sehat selalu, sayang," ucap Nella pada adik sikembar yang dia gendong.
"Dua cucu kita sangat tampan, siapa ayah mereka sebenarnya," ujar Ronald yang penasaran.
"Pa, kalau adik tidak mengatakannya, Kita juga jangan bertanya. Agar tidak membuatnya sedih," kata Calvin.
"Benar! Kita jangan mengungkit masa lalunya lagi, dia pasti akan sedih kalau mengingat pernikahannya," kata Nella.
"Sekarang kita sudah menemukan Cecillia, kita akan merawat dan mendidik dua cucu kita dengan baik," ujar Ronald.
"Calvin, sediakan dua kalung untuk sikembar!" titah Ronald.
"Baik, Pa," jawab Calvin.
"Cecillia, buka matamu dan lihatlah betapa tampannya kedua putramu. Jangan tidur lagi. Putramu sangat membutuhkanmu," seru Ronald pada putri bungsunya.
Woak...woak...
Suara tangisan bayi laki-laki yang tidur di samping ibunya.
"Cecillia, apa kamu mendengar suara putramu? Mereka sangat merindukanmu, Bukalah matamu! Papa, Mama dan Kakak sedang menunggumu. Kami sangat merindukanmu selama ini," ucap Calvin yang mengelus kepala adiknya.
Tidak lama kemudian Angelina mulai mengerakkan jarinya. Kelopak matanya bergerak dan kemudian ia membuka matanya.
"Cecillia," seru Calvin dan kedua orang tuanya.
Wanita itu memandang Calvin dan kedua orang tuanya.
"Putriku, kamu sudah sadar, Lihatlah kami sedang menunggumu," ucap Ronald.
Angelina yang baru sadar sama sekali tidak mengerti ucapan ayah kandungnya itu.
"Anakku? Di mana anakku?" tanya Angelina yang menyentuh perutnya.
"Jangan cemas, anakmu sehat-sehat saja, Mereka juga sangat tampan. Lihatlah mereka," kata Calvin yang menunjukan bayi di samping Angelina.
"Anakku?" ucapnya rasa tidak percaya. Ia mengubah posisi duduk dan melihat putra tampannya itu.
"Cecillia, ini adalah putramu yang bungsu," kata Nella yang memberikan bayi yang dia gendong.
"Kamu telah melahirkan kembar laki-laki," ujar Nella.
__ADS_1
Cecillia mengeluarkan air mata haru saat melihat dua putranya yang telah dilahirkan.
"Anakku yang tampan, Kalau papamu melihat kalian, Apa yang akan dia lakukan," batin Angelina
"Cecillia, mulai hari ini kamu akan tinggal bersama kami, semua kebutuhanmu dan sikembar...kakakmu telah menyediakannya," ujar Nella.
"Cecillia?" tanya Angelina yang penasaran.
"Putriku, ini salah mama, setelah melahirkanmu... kakakmu, Diana. Membawamu pergi sehingga kita terpisah. Selama ini kami sudah berusaha mencarimu ke mana-mana. Akan tetapi kami gagal menemukanmu," jelas Nella.
"Cecillia, Aku tahu ini sangat mendadak bagimu, Tapi, ini adalah kenyataan. Kalung yang kamu pakai adalah pemberian papa. Kita semua memilikinya," kata Calvin.
Angelina seakan tidak percaya pasangan suami istri dan pria yang dia kenal ternyata adalah keluarganya sendiri.
"Kalian adalah...keluargaku?" tanya Angelina.
"Cecillia, benar kata kakakmu. Kamu adalah putri bungsu kami yang dibawa pergi oleh Diana. Kalung ini bisa dijadikan bukti serta hasil tes DNA pasti tidak ada salahnya," ujar Nella yang menyentuh wajah putrinya yang basah karena air mata.
"Bibi adalah Mamaku? Apakah ini bukan mimpi kalau aku telah menemukan keluargaku?" tanya Angelina yang tidak percaya.
"Kamu benar, Sayang. Ini adalah keluargamu. Papamu, Mamamu, dan Kakakmu. Semuanya adalah benar. Mulai hari ini kamu tidak sendiri lagi. Kami akan melindungimu dan anak-anakmu," ucap Nelle.
"Ma," seru Angelina yang memeluk Nella dan menangis dengan penuh haru.
"Putri kecilku, setelah 23 tahun akhirnya kamu kembali," kata Ronald yang menetes air mata. Pria itu sedang berdiri di samping ranjang.
"Pa, maafkan aku karena tidak tahu bahwa ternyata keluargaku ada di sini," ucap Angelina yang memegang tangan papanya.
Tangisan keluarga itu sangat mengharukan setelah sekian lama mereka terpisah kini telah bersatu.
"Kakak, aku sudah carikan namanya dari awal, Namanya adalah Chris dan Nick," kata Angelina dengan senyum.
"Nama yang bagus, Dua bocah tampan ini adalah cucu kesayanganku. Calvin, kamu harus sediakan semua kebutuhan mereka yang bermerk dan berkualitas. Jangan ada yang kurang!" perintah Ronald dengan senyum bahagia.
"Ha ha ha...Papa sudah pesan berulang kali, aku sudah sediakan semua kebutuhan adik dan kedua keponakanku yang tampan ini," jawab Calvin.
"Aku tidak menyangka mereka adalah keluargaku, selama ini aku tidak pernah mencari mereka dan tidak tahu siapa orang tuaku. Kini, mereka muncul dan mengakuiku. di saat yang sama aku juga telah melahirkan dua kembar yang tampan. Aku bahagia...sangat bahagia...Tapi, kalau dia ada di sini aku akan lebih bahagia," batin Angelina.
"Sudah hampir setahun kami berpisah, Tidak tahu kenapa setiap memikirkan dia hatiku masih sangat sedih. Padahal aku sudah tahu kalau sudah menikah lagi. Tapi, kenapa aku tidak bisa melupakan dia," batin Angelina.
London
Di malam hari di sebuah hotel
Aaron sedang menunggu kedatangan Monica. Pria itu menuangkan minuman kedua gelas bening yang ada di atas meja.
Tidak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka.
Klek
"Aaron, apa kamu sudah lama menungguku?" tanya Monica yang melangkah masuk ke kamar dan berjalan menghampiri calon suaminya.
"Iya, Ingin menghabiskan malam yang indah bersamamu, aku harus datang lebih awal," jawab Aaron yang memberikan segelas minuman kepada Monica.
"Kenapa tiba-tiba saja bertemu di sini?" tanya Monica dengan senyum.
__ADS_1
"Kita akan menikah tidak lama lagi, Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu di sini," jawab Aaron.
"Aku tidak menyangka kamu adalah pria yang romantis," ujar Monica.
"Apa yang akan kita lakukan di sini?" tanya Monica.
"Bersama dengan wanita cantik di kamar hotel, apakah kamu tidak mengerti maksudku?"tanya Aaron dengan senyum.
"Apakah kau ingin....?"
"Menurutmu? semua pria pasti penasaran dengan wanita cantik, Aku sudah lama berpisah dengan mantanku, kini aku ingin kamu menjadi istriku, " jawab Aaron sambil berbisik di telinga wanita itu.
"Seorang Aaron Andres Davidson yang dikenal angkuh, ternyata sangat mengoda," ucap Monica.
"Apakah kamu sudi memberiku seorang anak laki-laki?"
"Kamu menyukai anak laki-laki?"
"Iya, karena anak laki-laki akan mewarisi bisnisku dan kita bisa menikmati hidup," jawab Aaron.
"Aku akan memberimu anak laki-laki, dan apa yang akan aku dapatkan?"
"Aku akan mengadakan pesta besar-besaran, selain di hadiri tamu dari kedua belah pihak kita, aku juga ingin mengundang para reporter untuk menayangkan acara kita. Agar semua orang tahu kalau istriku yang sekarang adalah kamu," ujar Aaron.
"Apakah benar?"
"Apa kamu menyukainya?"
"Aku menyukainya, ini adalah hadiah terbesar bagiku," jawab Monica yang memeluk Aaron dengan erat.
"Baguslah kalau kamu menyukainya, aku sangat menantikan hari itu," ujar Aaron.
"Monica, aku ingin malam ini kamu memberikan dirimu," ucap Aaron.
"Maksudmu adalah...?"
"Kamu tahu kebutuhanku, kan?" tanya Aaron yang bersulang dengan wanita itu.
"Suatu kebanggaanku bisa melayanimu," jawab Monica dengan senyum.
Monica menghabiskan minuman di gelasnya.
"Apa kamu sudah siap?"tanya Aaron yang mengendongnya ke atas kasur.
"Sudah, aku tidak sabar ingin menjadi wanitamu," jawab Monica.
"Aaron, aku sedikit pusing," ujar Monica yang melihat wajah pria itu tidak begitu jelas. karena ia tidak sadar minumannya telah dicampuri obat.
"Kenapa pandanganku buram," kata Monica.
"Kalau begitu tidurlah," ujar Aaron.
Tidak lama kemudian Monica memejamkan matanya dan ketiduran.
Aaron melepaskan dasinya mengikat kedua tangan wanita itu.
__ADS_1
"Monica Sean, malam ini tubuhmu akan menjadi taruhan," kata Aaron.