Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Anthony Menemui Angelina


__ADS_3

"Dia menolak mungkin dia tidak merasakan perasaan bos terhadapnya," kata Louis.


"Tidak mungkin aku harus mengatakan isi hatiku? Aku bukan tipe pria yang bisa mengatakan ucapan yang mengelikan itu," ujar Aaron.


"Bos, Tapi, kalau bos mencintainya dan tidak mengutarakannya, Maka Angelina tidak akan tahu. Dia hanya akan mengira bahwa bos menikahinya hanya karena membalas dendam," ucap Louis.


"Apapun yang ada dipikirannya, Aku akan tetap melamarnya," kata Aaron.


Satu jam kemudian Aaron ingin kembali ke kamarnya. saat melewati kamar Angelina, Ia menghentikan langkahnya dan memasuki kamar itu.


Pria itu melangkah masuk ke dalam dan melihat gadis itu yang sudah ketiduran. Aaron berdiri di samping sambil menatap wajah polos gadis itu yang tanpa make up. Ia berdiri selama beberapa menit.


"Angelina Hamilton, Aku tidak akan membiarkan kamu pergi. Suka atau tidak, Terima atau tidak. Aku akan menikahimu," gumam Aaron.


Keesokan harinya.


"Nona! Nona!" seru Candy yang menghampiri Angelina yang sedang menyiram tanaman di halaman.


"Bibi, Ada apa?" tanya Angelina.


"Tuan Ingin bertemu denganmu," jawab Candy.


"Iya, Aku pergi sekarang!" jawab Angelina.


Angelina kemudian menemui Aaron Yang sedang berdiri di balkok ruang pribadinya.


"Apakah butuh sesuatu?" tanya Angelina yang berdiri di belakang pria itu.


Aaron menoleh ke belakang dan berjalan menghampiri gadis itu yang berdiri di sana.


"Angelina Hamilton, Ayo kita menikah!" ajak Aaron.


Angelina langsung terdiam saat mendengar ucapan pria itu. Bukan bahagia yang dia rasakan.


"Apakah kamu sudah selesai bicara ?" tanya Angelina.


Aaron mengeluarkan cincin permata dan menunjukan kepada gadis itu.


"Cincin ini adalah cincin lamaran, Aku akan menyarungkan ke jari manismu dan setelah itu, Kita akan menikah," ucap Aaron.


"Untuk apa kamu menikahi aku? Kalau hanya ingin membalas dendam tidak perlu harus menikah," tanya Angelina.


"Bukankah seharusnya kamu bahagia karena dilamar oleh pria kaya?"


"Ternyata di matamu aku adalah wanita yang bermata duitan, Maka kamu sudah salah orang. Aku tidak ingin menikah kalau hanya karena dendammu. Kalau kamu masih membenciku maka bunuh saja aku dari pada menikahiku," jawab Angelina yang ingin melangkah keluar.


Aaron langsung menarik lengan gadis itu dengan erat.


"Lepaskan tanganmu!" teriak Angelina.


"Angelina Hamilton, Kamu hanya bisa mengenakan cincin ini dan menikah denganku," kata Aaron yang menyarungkan cincin itu ke jari manis Angelina.

__ADS_1


"Kamu tidak berhak memaksaku menikah denganmu," bentak Angelina yang ingin melepaskan cincin itu akan tetapi tidak bisa dilepaskan.


"Kenapa tidak bisa dilepaskan," ujar Angelina yang menarik cincin permata yang melingkar jari manisnya.


"Minggu depan adalah hari pernikahan kita," ujar Aaron yang duduk kembali ke kursinya.


"Apa? Siapa yang setuju menikah denganmu?" tanya Angelina.


"Setuju atau tidak kamu harus terima!"


"Atas dasar apa aku harus menikah denganmu?"


"Karena kamu sudah memakai cincin permataku!"


"Tidak masuk akal! Kamu yang memakaikan dengan secara paksa," ujar Angelina.


"Gaun pengantinnya aku sudah menghubungi Designer terkenal, Mengenai tempat acaranya aku sudah mengaturnya. Kartu undangan akan disebarkan dua hari lagi. Kamu tidak perlu melakukan apa-apa. Hanya menunggu menjadi pengantinku," ujar Aaron.


"Sungguh tidak masuk akal!" ketus Angelina.


"Kita sudah dewasa dan tidak ada salahnya kalau kita menikah, Lagi pula kamu sudah pernah mengandung anakku. Memang sudah seharusnya kita menikah," ujar Aaron.


"Mengandung anakmu itu hanya kecelakaan dan bukan kesengajaan, Jadi, kamu tidak perlu merasa bertanggung jawab padaku," ujar Angelina.


"Aku bukan pria yang tidak bertanggung jawab," kata Arron.


"Bukan masalah tanggung jawab, Kamu menikahiku untuk apa? Apakah untuk membalas dendam kematian adikmu? Kalau iya, untuk apa harus menikah. Cukup siksa aku saja agar dendammu terbayar," ujar Angelina.


"Angelina Hamilton, Apakah kamu mengira kamu bisa menolak apa yang ingin aku lakukan, kartu undangan sudah dicetak dan akan segera disebarkan. Menjadi pengantinku adalah harapan semua wanita," ucap Aaron.


"Itu harapan mereka, Bukan harapanku. Aku tidak ingin menikah dengan seorang pria hanya untuk dendamnya," jawab Angelina.


"Angelina," seru Aaron yang menahan tangan gadis itu.


"Kenapa?" tanya Angelina.


"Kamu tidak ada jalan lain, Jangan lupa! Aku yang membawamu keluar dari keluarga Hamilton. Dan aku yang menyelamatkanmu dari tangan ayahmu itu. Selain itu kamu bisa bicara aku juga yang menyembuhkanmu. Semua hutangmu ini harus kamu bayar dengan cara menikah denganku!" katanya, Tegas.


"Tidak masuk akal, Bukankah kamu yang mengatakan bahwa aku harus menjadi asistenmu untuk melunasi hutangku," ujar Angelina.


"Aku berubah pikiran, Aku tidak ingin selamanya bersama dengan seorang wanita yang tidak ada hubungan denganku. Oleh karena itu aku ingin menjadikanmu sebagai istriku. Kau tidak akan bisa menolak sama sekali. Karena kamu tidak ada hak," ujar Aaron.


"Kamu sangat tidak masuk akal sama sekali," ketus Angelina.


"Jangan coba-coba untuk kabur, Karena kawasan ini tidak ada jalan keluar. Menurut saja dan ikut kataku!"


Angelina yang kesal ia langsung meninggalkan ruang pribadi majikannya dan kembali ke kamarnya.


"Menikah bukan karena cinta, Mana mungkin bisa bahagia. Setelah keluar dari keluarga Hamilton kini aku harus bertahan di sini sehingga harus menikah dengannya. Kelihatannya penderitaanku dimulai dari sekarang. Menikah dengan pria sepertinya hanya akan menderita. Sifatnya mudah berubah dan keras. Dia bisa saja menikah walau tanpa cinta. Apa lagi yang tidak bisa dia lakukan," batin Angelina.


Dua hari kemudian.

__ADS_1


Angelina sedang membeli sesuatu di sebuah supermarket besar yang di pinggir kota. Sementara anggota yang mengawasinya menunggu di luar.


"Nona Angelina, kita bertemu lagi" sapa Seorang pria dengan senyum palsunya.


"Tuan Davidson," balas sapaan Angelina.


"Nona, apakah kita bisa makan siang sebentar? ada yang ingin ku katakan," ajak Anthony yang mempunyai niat terselubung.


"Tapi aku harus segera pulang, Kalau tidak, majikanku pasti marah lagi pada,ku" jawab Angelina.


"Tenang saja, Nona! ini tidak butuh waktu yang lama, karena ada anggotanya yang sedang menunggu di luar. Jadi, kita akan bicara di sini saja," kata Anthony.


"Tuan, ada apa? Katakan saja!" tanya Angelina.


"Angelina, bagaimana kehidupanmu di sana? apakah semuanya lancar?" tanya Anthony.


"Biasa saja," jawab Angelina.


"Apakah keponakanku itu baik padamu?"


"Tuan, dia baik saja padaku, hanya saja, dia sangat keras," jawab Angelina.


"Apakah kamu takut di saat bekerja dengannya?"


"Iya juga! tapi aku tidak punya pekerjaan lain, Jadi, hanya bisa tetap bertahan di sana," jawab Angelina.


"Tentu saja ini membuatmu menderita, Jika, setiap hari kamu harus berhadapan dengannya," kata Anthony.


"Itu sudah biasa bagiku!"


"Apakah kamu ingin mencari pekerjaan lain?"


"Tidak mudah mencari pekerjaan baru," jawab Angelina


"Begini saja! Kalau kamu ingin mencari pekerjaan lain, aku bisa membantumu, dan jika kamu bisa membantuku maka aku akan membantumu dengan dua kali lipat," kata Anthony.


"Membantuku dengan dua kali lipat? maksud, Tuan adalah?" tanya Angelina.


"Ini adalah milikmu!" kata Anthony yang memberikan amplop kepada Angelina.


"Tuan ini apa?" tanya Angelina yang memegang amplop itu.


"Buka saja dan lihatlah isinya!"


Angelina membuka amplop tersebut, di saat melihat isinya Angelina membulatkan mata besarnya.


"Tuan, uang ini untuk apa?" tanya Angelina yang tidak percaya karena melihat sejumlah uang yang di depan matanya itu.


"Uang ini adalah milikmu, kamu hanya perlu melakukan satu hal untukku," jawab Anthony.


"Tuan, Anda ingin aku melakukan apa sehingga memberiku begitu banyak uang?" tanya Angelina dengan penasaran.

__ADS_1


"Sesuatu yang menguntungkanmu, Setelah berhasil kamu mendapatkan tiga keuntungan," jawab Anthony dengan senyum.


__ADS_2