Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Anthony Mendatangi Mansion Aaron


__ADS_3

Angelina yang terluka di bagian pinggangnya, Ia berusaha mengunakan tisu membersihkan lukanya yang sedang mengeluarkan darah.


"Walau tidak dalam, tapi sakit juga," ucap Angelina. Gadis itu berdiri di depan cermin wastafel.


"Kenapa hal buruk selalu saja terjadi padaku," gumam Angelina.


"Angelina," seru Aaron yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.


Angelina yang dikagetkan oleh majikannya. ia langsung menurunkan bajunya menutupi lukanya itu.


"Angelina," seru Aaron lagi.


"Iya," sahut Angelina yang baru ingin membuka pintu itu, Akan tetapi dibuka oleh Aaron dari luar.


Klek...


"Kenapa kamu lama sekali?" tanya Aaron.


"Kenapa kamu langsung masuk ke sini?" tanya Angelina yang sedikit kesal.


"Ini adalah rumahku, Aku bebas masuk ke manapun," jawab Aaron.


"Ada apa?" tanya Angelina.


"Kenapa kamu di dalam? Apa yang kamu lakukan?" tanya Aaron yang melangkah masuk ke dalam dan melihat tisu yang terdapat noda darah di wastafel.


"Apakah kamu terluka?" tanya Aaron.


"Tidak!" jawab Angelina yang ingin keluar dari kamar mandi.


"Lalu, darah dari mana yang ada di tisu ini?" tanya Aaron yang menahan lengan Angelina.


"Tadi, jariku terluka karena terkena pisau, Oleh sebab itu berdarah," jawab Angelina dengan alasan.


"Saat pulang kamu belum ke dapur, Mana mungkin bisa terkena pisau," ujar Aaron.


"Aku sudah tidak apa-apa!" jawab Angelina.


"Apakah perampok itu melukaimu?" tanya Aaron yang mendekati gadis itu.


"Hanya sedikit goresan saja, Aku sudah mengobatinya," jawab Angelina.


"Terluka di bagian mana?" tanya Aaron yang maju mendekati Angelina.


"Pinggang! Tapi, aku sudah menetes obatnya," jawab Angelina yang memundurkan langkahnya.


"Tunjukan padaku!" perintah Aaron.


"A-apa?"


"Naikkan bajumu, Dan tunjukan padaku lukanya!" jawab Aaron, tegas.


"Untuk apa? Aku sudah meneteskan obat di bagian lukaku," jawab Angelina.


"Buka dan aku ingin lihat!" perintah Aaron.


"Apakah kamu tidak ada kerjaan, ya? Aku adalah seorang gadis, Mana mungkin memperlihatkan pinggangku!" bentak Angelina dengan kesal dan ingin melangkah keluar


Aaron langsung mengangkat gadis itu menghempaskan ke atas kasur.


"Aarrghh...," jeritan Angelina yang berusaha meronta.

__ADS_1


"Diam! Jangan bergerak!" kata Aaron yang menaikan baju yang dikenakan oleh Angelina.


"Jangan! Aku bisa melakukannya sendiri. Tidak perlu kamu yang campur tangan," teriak Angelina.


"Diam! kalau kamu masih tidak mau diam jangan salahkan aku lepaskan pakaianmu!" kecam Aaron.


Akibat paksaan majikannya, Angelina hanya bisa pasrah dan membiarkan majikannya memeriksa pinggangnya yang terluka akibat tusukan.


"Ini adalah luka tusukan bukan luka gores, Kenapa kau bisa diam saja?" tanya Aaron.


"Ini hanya luka kecil, Singkirkan tanganmu!" teriak Angelina yang menepis tangan Aaron. Saat Angelina ingin bangkit majikannya menepuk bokongnya dengan keras.


Plak...


"Aarghh...," jeritan Angelina yang kesakitan.


"Jangan bergerak! Apa kau ingin aku melepaskan pakaianmu!" bentak Aaron.


"Tidak tahu malu," ketus Angelina.


"Untuk apa kau malu, Aku bukannya tidak pernah melihat tubuhmu," kata Aaron.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Angelina yang bertelungkup.


"Aku akan meneteskan obatnya, Jangan bergerak!" jawab Aaron.


"Aku bisa melakukannya sendiri," kata Angelina.


"Tidak usah cemas! Aku tidak akan menyentuhmu, Aku sudah bosan melihat tubuhmu. Tidak ada yang istimewa," kata Aaron.


"Tidak tahu malu," bentak Angelina.


"Diam!" teriak Angelina.


Candy yang berada di luar kamar, saat mendengar teriakan Angelina ia tersenyum dan berjalan menuju ke lantai dasar.


"Candy, Ada apa?" tanya Louis.


"Tuan dan Nona Angelina di kamar, Rupanya nona terluka karena kejadian tadi. Sekarang tuan sedang mengobatinya," jawab Candy dengan tertawa.


"Selama ini bos selalu saja bersikap dingin dan keras, Tapi, sebenarnya dia sangat peduli pada Angelina," kata Louis.


"Sejujurnya selama ini aku belum pernah melihat kalau tuan peduli dengan seorang wanita selain nona muda," ucap Candy.


"Angelina bisa membuat bos berubah adalah suatu hal yang baik, Aku juga berharap kalau bos bisa bahagia," ujar Louis.


Keesokan harinya.


Anthony dalam pejalanan menuju ke mansion Davidson.


"Tuan, Apakah Anda ingin menemui Aaron untuk membahas masalah tuan muda?" tanya Steve.


"Aku datang hanya ingin dia tahu, Apapun yang terjadi aku tidak akan berdiam saja," jawab Anthony.


Tidak lama kemudian Anthony tiba di depan mansion Davidson.


"Tuan, Anda sudah datang!" sahut Candy dengan sopan.


"Hm...," jawab Anthony yang melangkah masuk dengan cuek.


"Tuan, Silakan duduk! Saya akan ambilkan minuman!" kata Candy yang kemudian menuju ke dapur.

__ADS_1


Anthony kemudian duduk di sofa sambil melihat sekeliling.


"Tempat mewah dan indah, Siapa yang tidak tergiur dengan rumah ini," batin Anthony.


"Nona," seru Candy yang menuju ke dapur.


"Bibi, Ada apa?" tanya Angelina.


"Tuan Anthony datang," jawab Candy.


"Apakah dia adalah ayahnya Gigs Davidson?"


"Benar sekali! Tidak tahu apa tujuannya. Sstiap kali kalau dia datang pasti bukan hal yang gembira," kata Candy.


"Bibi, biar aku menemuinya," ujar Angelina.


"Hati-hati! Tuan sedang tidak berada di sini," ujar Candy.


Angelina lalu pergi menyapa Anthony yang sedang duduk di ruang tamu itu.


"Tuan, maaf, Tuan kami belum pulang" sapa Angelina dengan sopan.


Mendengar sapaan gadis itu, Anthony yang sedang duduk di ruang tamu langsung menoleh ke arah suara itu berada.


"Kamu tinggal di sini? Apakah kamu adalah pelayan baru?" tanya Anthony dengan pura-pura.


"Iya, aku baru di sini," jawab Angelina.


"Ternyata begitu! Majikanmu itu adalah pria yang memiliki sifat buruk. jangan sampai ada kesalahan. jika tidak, maka nasibmu akan tragis," ujar Anthony


"Apakah majikanmu tidak ada di sini?"tanya Anthony.


"Tidak ada, Tuan," jawab Angelina dengan sopan.


"Baiklah, kalau begitu" jawab Anthony yang bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Angelina.


"Siapa namamu, Nona?"


"Angelina!"


"Angelina, senang berkenalan denganmu! Aku adalah Paman Aaron..Dia adalah putra dari kakak tertuaku," kata Anthony dengan senyum.


"Selamat datang, Tuan!" ucap Angelina.


"Apakah kamu memiliki keluarga?"


"Tidak ada, Tuan."


"Ambil kartu namaku! kalau Aaron mengalami masalah kamu bisa menghubungi nomor ini. dan ingat, jangan memberitahu padanya jika aku memberimu kartu nama. karena keponakanku ini selalu saja tidak ingin aku tahu kondisi kesehatannya. aku adalah pamannya. dia sudah seperti anakku sendiri. Jadi, Angelina, tolong jaga dia untukku," ujar Anthony.


"Baik, Tuan. Apakah tuan akan menunggu tuan kami pulang?" tanya Angelina.


"Tidak! Karena dia tidak ada di sini, Maka, aku akan pulang saja! jangan pula hubungi aku kalau ada apa-apa," pamit Anthony.


"Iya, Tuan, aku akan lakukan sesuai pesanmu," jawab Anthony yang menurut.


"Kalau begitu aku pergi dulu!" pamit Anthony yang berjalan ke arah pintu besar.


"Sampai jumpa" ucap Angelina.


"Apakah semudah itu niatnya hanya ingin bertemu dengan Aaron," batin Angelina.

__ADS_1


__ADS_2