
"Aku tidak bisa," kata Angelina yang ingin melangkah keluar dan ditahan oleh Zavier.
"Tidak bisa atau tidak mau? Angelina, bagaimana pun mereka adalah keluargamu, Anggap saja mereka telah menerima karmanya.Kamu berilah kesempatan untuk mereka berubah! Sekarang dirimu sudah hidup mewah untuk apa lagi kamu masih bersikap keras kepala," kata Zavier.
"Hidup mewah?" tanya Angelina yang menahan emosi, Pria itu sama sekali tidak tahu kehidupan seperti apa yang dia jalani.
"Iya, kamu telah bersama dengan seorang pria yang kaya raya, Apa lagi kekurangan dalam hidupmu? Apakah kamu tidak bisa mengalah pada seorang wanita yang berusia hampir enam puluh tahun? Dia adalah ibumu dan kakakmu!"
"Putrimu dan cucumu selalu saja menghinaku dan memukulku, Saat mereka bertiga bekerja sama menyakitiku, Kamu ada di mana? dan kamu sama sekali tidak peduli. Seperti di saat aku dihukum berdiri seharian di bawah terik matahari. Apakah kamu menolongku? Tidak sama sekali. Kamu malah mengatakan aku adalah pengemis dan pencuri. Hanya karena aku dibawa pulang dari tepi jalan aku dianggap hina olehmu. Lantas, bagaimana dengan kalian yang kaya raya akan tetapi suka menindas orang? Apakah itu seharusnya?" jawab Angelina.
"Kenapa harus diingat tentang masa lalu? Semua itu sudah berlalu," ucap Zavier.
__ADS_1
"Bagimu adalah masa lalu karena mereka adalah putrimu dan cucumu, Tapi, bagiku adalah mimpi buruk. Andaikan di saat itu kalau aku tidak keluar dari sana. Maka aku sudah menjadi korban pemerkosaan menantumu, dan selain itu aku juga akan dibunuh oleh putrimu karena dituduh mengoda suaminya. Padahal dia melihat dengan matanya sendiri bahwa suaminya yang memaksaku. Walau aku adalah anak jalanan yang tidak memiliki asal usul. Tapi, aku adalah manusia biasa. Aku dilahirkan di dunia ini bukan keinginan ku sendiri. Kenapa aku harus diperlakukan seperti ini? seperti seekor binatang yang tidak pantas hidup...."
"Apakah kamu mengira kalian sangat berjasa karena membesarkan aku? Kalau aku bisa memilih aku lebih berharap aku meninggal di saat baru dilahirkan. Hingga saat ini aku bahkan tidak tahu apa itu kebahagiaan. Karena aku tidak pernah merasakannya. Yang aku hadapi setiap hari adalah kehidupan yang tidak ku inginkan. dari kecil hingga sekarang aku dimarah walau tidak bersalah. Aku tidak dihargai sama sekali walau ke mana pun aku pergi," kata Angelina yang mengeluarkan air mata.
"Apakah kamu tetap tidak akan melepaskan mereka?"
"Aku tidak memiliki hak membuat keputusan, Hidupku tidak semewah seperti yang kamu bayangkan. Apapun yang ingin dilakukan oleh Aaron aku tidak bisa melarangnya. Karena aku hanya pembantu rumah tangganya dan bukan siapa-siapa sama sekali," jawab Angelina yang kemudian melangkah keluar dari ruangan itu.
"Tuan Zavier, sebentar lagi atasan kami akan datang," ujar Louis.
"Baiklah, Terima kasih!" ucap Zavier.
__ADS_1
Louis kemudian membawa Angelina ke ruangan sebelah yang di mana Aaron sedang duduk di sana.
Aaron yang akan bertemu dengan Zavier ia bangkit dari tempat duduknya, dan di saat yang sama Angelina memasuki ruang makan itu. Memang niatnya ingin mengetahui sikap Zavier terhadap Angelina selama ini.
"Habiskan hidangan yang di atas meja!" perintah Aaron yang kemudian berlalu pergi.
"Bos memesan makanan ini khusus untukmu, Kamu harus makan. kalau tidak, bos akan marah," kata Louis yang kemudian ikuti langkah atasannya.
Angelina melihat beberapa hidangan yang di atas meja. Tentu dirinya tidak pernah merasakan makanan selezat itu.
"Hanya dua orang yang makan, Kenapa sampai enam jenis makanan yang dia pesan," gumam Angelina.
__ADS_1