
Santos Sean menjadi lemas dengan apa yang dia alami, Ia hanya bisa sedih dan sakit hati saat melihat putrinya yang menjadi korban.
Sementara Monica yang hanya bisa menangis dirinya tidak berdaya dan harus menanggung malu. Ia masih dalam kondisi terikat. Sementara Marcus telah meninggalkan kamar hotel itu.
Aaron yang sedang mengemudi ia menuju ke suatu tempat. Ia kemudian menghentikan mobilnya di depan gedung apartemen.
Aaron melangkah masuk ke dalam gedung itu dan menuju ke alamat tujuannya.
Ia kemudian berhenti ke alamat tersebut dan mengetuk pintu itu.
Tuk...tuk...
Tidak lama kemudian seseorang membuka pintu tersebut.
Klek..
Seorang wanita membukakan pintu dan melihat Aaron yang berdiri di depan pintunya.
"Tuan, Anda ingin mencari siapa?" tanya wanita itu.
"Keluarga Zonnie?"tanya Aaron yang tanpa basa basi.
"Iya, ada apa? Zonnie sudah tidak ada," jawab wanita itu.
Aaron kemudian melangkah masuk dan melihat keluarga wanita itu yang sedang berkumpul.
"Cannie, siapa tuan ini?" tanya seorang pria tua yang adalah suami dari wanita itu.
"Kalian adalah orang tua Zonnie yang tidak berperasaan itu?" tanya Aaron dengan dingin.
"Tuan, siapa Anda?" tanya pria itu.
"Namaku adalah Aaron Andres Davidson," jawabnya yang mengejutkan mereka sekeluarga.
"Tuan Davidson, selamat datang ke tempat kami, silakan duduk!" sahut seorang pria seusia dengan Aaron.
"Aku datang ke sini bukan untuk basa-basi, aku yakin kalian pasti sudah menonton berita hari ini. Monica Sean yang dilecehkan di hotel," kata Aaron.
__ADS_1
"Iya, Kami sudah melihat berita itu," jawab Ibunya Zonnie.
"Aku adalah teman Zonnie, Anak yang kalian usir kemudian bunuh diri. Tujuanku datang adalah ingin kalian tahu bahwa apa yang terjadi kepada Zonnie sama seperti Monica Sean yang dijebak," ujar Aaron.
"Dijebak?" tanya wanita itu yang hampir tidak percaya.
"Monica Sean adalah wanita ja.lang yang berkencan dengan Zonnie, Suatu malam mereka pergi ke hotel untuk bertemu. Monica telah mencampuri obat tidur ke minuman Zonnie. Putra kalian ketiduran. saat sadar dirinya sudah dikelilingi reporter dan seorang wanita malam yang berpura-pura menangis menuduh Zonnie memperko.sanya."
"Ini semua adalah jebakan wanita itu?" tanya ayahnya yang mulai emosi.
"Tujuan mereka menginginkan saham milik Zonnie di perusahaannya. Mereka mengunakan cara licik untuk menyingkirkan putra kalian yang malang itu. Tanpa diberi kesempatan kalian sebagai keluarganya langsung mengusirnya dan tidak mempercayainya sama sekali. Saat dia terpuruk dan menerima hujatan dari publik. Kalian sebagai keluarga tidak peduli padanya. Sehingga pada akhirnya dia harus bunuh diri," ungkap Aaron.
"Zonnie...." ucap ibunya mengeluarkan air mata.
"Sebelum dia bunuh diri, Dia menghubungiku dan menceritakan semuanya. Aku tidak menyangka seorang Zonnie yang baik hati memiliki keluarga yang tidak berhati nurani. Apakah kalian tidak ingat bagaimana di saat dia berhasil. Dia mengutamakan kalian dalam hal apa pun. Tapi, di saat dia terjadi sesuatu dan butuh dukungan kalian. Kalian membuangnya begitu saja," kata Aaron.
"Aku sebagai kakak sudah salah paham pada adik sendiri."
"Beruntung kalian adalah keluarganya, Andaikan kalian tidak ada hubungan darah dengan temanku itu. Aku tidak akan sungkan mengusir kalian dari negara ini," ketus Aaron yang kemudian beranjak dari sana.
Pihak keluarga Zonnie sangat menyesali sikap mereka terhadap putra mereka yang telah meninggal setengah tahun yang lalu. Terdengar suara tangisan orang tuanya yang sangat pilu.
"Zonnie, hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu, yang pasti adalah... mereka yang telah menyebabkan kematianmu akan menerima balasannya dariku,"gumam Aaron.
1 Bulan kemudian.
Ronald melempar pakaian putrinya hingga keluar rumah.
"Pa, jangan mengusirku!" tangisan Diana yang sambil berlutut dan memeluk kaki ayahnya.
"Pergi! jangan pernah kembali ke rumah ini lagi, Kenapa aku bisa memiliki anak sepertimu. Bisanya kau hamil tanpa mengetahui siapa ayahnya," bentak Ronald.
"Pa, Ma, aku mohon maafkan aku! Aku akan mengugurkannya!" tangisan Diana.
"Mengugurkannya? Diana, aku sebagai orang tua tidak pernah mengajarmu bermain dengan pria di luar sana. Tapi, apa yang sudah kau lakukan selama ini sangat memalukan sekali. hamil di luar nikah. kalau masalah ini tersebar nama baik keluarga kita akan tercemar," bentak Ronald.
"Pa, tidak adil kamu mengusirku, Bukankah Cecillia juga melahirkan tanpa mengetahui siapa ayah dari anak itu? kenapa papa menerima dua anaknya?" tanya Diana dengan kesal.
__ADS_1
"Diam! Apa lagi yang kamu ingin katakan? Apa masih tidak puas dengan ulahmu selama ini? Cecillia hidup menderita selama 23 tahun karena kamu. Cecillia melahirkan dengan status sudah menikah. Sedangkan kamu hamil tiba-tiba dan tidak bisa memberiku jawaban yang jelas," ketus Ronald.
Diana berlutut memohon pada kedua orang tuanya sambil menangis dengan terisak.
"Diana, Lebih baik kamu berubah sikapmu, Jangan melakukan sesuatu yang merugikanmu. Pergilah ke villa utara, Sambil merenung kesalahanmu," ujar Nella yang kemudian melangkah masuk.
"Ma...," teriak Diana.
"Pergi dan jangan kembali sebelum kamu mengakui kesalahanmu!" kata Ronald dengan tegas dan Kembali masuk ke dalam rumahnya.
"Pa, Ma...," tangisan Diana sambil mengedor pintu.
Di malam itu Diana harus menelan pil pahit akibat diusir oleh orang tuanya setelah mendapatinya dirinya hamil.
"Anak sialan, siapa pria itu? Aku akan mengugurkannya," ketus Diana yang mengutip pakaiannya yang berserakan di atas tanah.
Sesaat kemudian Diana terdiam dan menyentuh perutnya.
"Aku tidak bisa mengugurkannya, Kalau aku melakukan itu, sama saja aku kalah dari Cecillia. Aku harus memiliki seorang anak untuk mendapatkan warisan," batin Diana.
Sementara Angelina yang kini telah berubah identitas menjadi Cecillia, ia sedang menemani kedua putranya yang sedang tidur. Calvin berada di kamarnya sambil membantu adiknya itu merawat sikecil.
"Mereka sangat tampan, Aku yakin setelah dewasa mereka pasti akan menjadi orang sukses," ucap Calvin.
"Kakak, Terima kasih karena sering membantuku menjaga mereka!"
"Cecillia, mereka adalah keponakanku. Aku memiliki kewajiban menjaga mereka juga," ucap Calvin.
"Mereka beruntung karena memiliki keluarga yang baik padanya, Aku juga sangat beruntung karena bisa bersatu kembali dengan keluarga sendiri," ujar Cecillia.
"Cecillia, kamu tidak sendirian lagi, di sini adalah keluargamu. Jadi, jangan sungkan kalau kamu butuh sesuatu harus beri tahu kami!" kata Calvin.
"Iya, Aku mengerti, kak. Hanya saja...apakah kakak Diana akan baik-baik saja setelah keluar dari sini?"
"Jangan cemaskan dia! Dia hanys diusir dari rumah ini, dia akan tinggal di villa utara."
"Kenapa tidak menyelidiki siapa pria itu?"
__ADS_1
"Diana melakukan kesalahan besar, Andaikan dia dilecehkan, Papa pasti tidak akan diam saja. Masalahnya adalah dia berhubungan dengan pria yang tidak tahu siapa asal-usulnya. Oleh karena itu papa marah besar," jawab Calvin.