Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Mansion Aaron Menjadi Incaran


__ADS_3

"Salahmu juga karena tidak memperhatikan dia, sekarang menyesal sudah terlambat. Aaron, seharusnya kamu harus sadar gadis ini telah berjasa padamu. kalau kamu tidak menyukainya kenapa kamu tidak menyuruhnya pergi dan kenapa membiarkan dia menjadi asistenmu. setelah bekerja denganmu kau terlalu keras padanya. jadi, kalau saja dia marah dan tidak peduli padamu. dirimu juga tidak bisa salahkan dia!" ujar Darwine.


"Aku akui ini salahku, aku akan menebusnya," kata Aaron.


"Dengan cara apa? meminta maaf atau menikahinya? kalian harus pastikan perasaan kalian dulu baru bisa menikah. jangan karena merasa bersalah atau berhutang budi. pernikahan yang memaksa tidak akan bahagia," ucap Darwine.


"Aku tahu apa yang harus aku lakukan," jawab Aaron.


Di sisi lain Gigs berada di kediaman sendiri sedang ditemani oleh beberapa anggotanya. pria kaya itu sedang mengisap ganja dan meneguk minuman keras.


"Nikmat sekali minuman ini!" ucap Gigs.


"Young, cepat pikirkan cara untuk melawan kakakku itu, aku sangat suka dengan rumahnya. aku tidak puas kalau tidak mendapatkannya," kata Gigs.


"Tuan, bagaimana kalau kita menyerang saja?" tanya Young.


"Kakakku itu memiliki banyak anggota, apakah mungkin bisa berhasil?"


"Tuan, jangan khawatir, kita pasti berhasil. kita bisa mencobanya," jawab Young.


"Andaikan gagal, kita akan mati," ujar Gigs.

__ADS_1


"Kita melakukan saja dengan cara lain!"


"Cara apa?"


"Perampokan! berhasil atau gagal tidak ada resiko untuk kita," jawab Young


"Ternyata kamu bisa pikirkan cara ini, bisa dicoba," ujar Gigs sambil menghisap ganja Favoritnya.


"Baik, Tuan," jawab Young.


"Kirim sebanyak-banyakkan anggota untuk merampok dan bunuh semua yang kalian lihat!" perintah Gigs.


"Bunuh saja! agar dia menghilang dari dunia," jawab Gigs.


"Baik, Tuan!"


"Setelah menghilang, semua bisnis dan asetnya akan menjadi milikku," ujar Gigs.


Malam hari.


Aaron yang kembali ke mansion mewahnya ia memasuki ke kamar Angelina.

__ADS_1


Pria itu duduk di tepi kasur sepanjang malam sambil merenung kesalahannya. ia memikirkan ulang apa yang telah dia lakukan terhadap gadis itu.


Aaron juga mengeluarkan dompet yang terdapat selembar foto adiknya itu.


"Nana, apakah kamu akan salahkan kakakmu ini karena tertarik pada wanita yang merebut tunanganmu? sebenarnya kalian sama-sama korban dan mengalami penderitaan dengan cara yang berbeda. dirimu dihamili dan ditinggalkan sehingga mengakhiri hidupmu sendiri. sementara Angelina harus menerima siksaan dan ketakutan di saat bersama keluarganya. dia dipaksa harus menikah dengan pria itu," ucap Aaron.


"Selama ini aku hanya fokus pada bisnis dan keluarga, dan tidak pernah sama sekali menerima wanita manapun. dan kemudian Angelina datang ke dalam hidupku. karena keegoisanku sehingga menyakitinya dan membunuh darah dagingku sendiri," batin Aaron.


Di sisi lain sekelompok pria yang mengunakan mobil dan mengenakan pakaian serba hitam, kaca mata hitam, bertopi hitam dan bersenjata. mereka mulai masuk ke wilayah tempat tinggal Aaron.


Dan di saat yang sama suara alarm terdengar di seluruh kediaman besar itu. semua anggota Aaron bersiap untuk melayani tamu yang tidak diundang. sebagian dari mereka bersembunyi di suatu tempat yang tak terlihat untuk menjebak tamu di malam itu dan sisanya berdiri di dalam halaman sambil menodong senjata mereka ke arah luar sana.


Louis yang langsung memantau layar monitor melihat beberapa mobil hitam yang menuju ke kediamannya. posisi mereka kini masih di jalan dan tidak jauh lagi jaraknya.


"Louis, ada apa?" tanya Aaron yang memasuki ruangan monitor.


"Bos, ada penyusup, sembilan mobil hitam. dan mereka bersenjata," jawab Louis.


"Sampaikan anggota kita langsung bertindak dan ledakan mobil mereka!" perintah Aaron.


"Baik, Bos!" jawab Louis.

__ADS_1


__ADS_2