
"Kejar mereka!" teriak anggota Aaron yang mengejar mobil pria yang membawa Angelina pergi.
Malam hari.
Semua anggota berdiri di hadapan atasannya sambil menunduk. Sementara Aaron diam tanpa sepatah kata dan menghabiskan beberapa gelas minuman. Wajah pria itu sangat kusut dan terlihat sedang menahan emosi.
Mereka telah berdiri selama satu jam tanpa mengeluarkan suara.
"Sekitar jumlah lima puluh orang yang mengejar seorang wanita dan hasilnya hampa, Apa yang kalian lakukan sebenarnya? Kalian melihat dengan mata sendiri istriku dibawa pergi oleh sebuah mobil. dan .... kalian juga tidak melihat plat mobil itu. Untuk apa kalian punya mata dan tidak bisa melihat," kata Aaron sambil menahan emosi.
"Maaf, Bos!" ucap mereka serentak.
"Yang aku inginkan adalah istriku, Bukan ucapan maaf dari kalian!" jawab Aaron.
"Bos, aku sudah mengutuskan anggota kita untuk mencari mobil itu, Kita pasti bisa mendapatkan nyonya. lokasi tempat dia berhasil lolos ada kamera yang terpasang di sana. kita bisa mengetahui plat setelah kita melihat kameranya," ucap Louis.
"Lakukan segera dan jangan mengecewakanku! Utuskan lebih banyak anggota dan cetak posternya sebanyak-banyaknya kemudian tempal di setiap toko dan jalan!" perintah Aaron.
__ADS_1
"Baik, Bos!" jawab Louis.
"Angelina Hamilton, Bisanya kabur dengan pria lain, Tidak peduli kenalanmu atau bukan aku tetap akan mencarinya sampai dapat," gumam Aaron yang meneguk minumannya.
Aaron kemudian mengambil box perhiasan yang dia pesan sebelumnya. Ia membuka dan melihat sepasang kalung dan anting yang khusus dia beli saat itu.
"Hari ini adalah hari ulang tahunmu, dan kamu tetap memilih pergi," ucap Aaron.
Aaron masih terbayang dengan setiap ucapan istrinya saat di jembatan kemarin.
"Dari sejak aku kecil aku tidak pernah merasakan bahagia. Mungkin ini sudah nasibku. Aku akan mengunakan nyawaku untuk menebus kematian adikmu. Setelah aku mati kamu bebas bersama dengan Kelly. aku tahu dia adalah wanita yang kamu cintai."
Aaron mengusap wajahnya karena penyesalan yang dia rasakan, Di malam itu ia menghabiskan tiga botol minuman sambil membayangkan istrinya. terlihat kecewa dan kusut yang melukis di wajah pria itu.
Di sisi lain Angelina turun di suatu tempat yang terdapat banyak pejalan kaki yang lalu lalang.
"Sampai di sini saja aku membantumu," kata pria itu yang kemudian ingin masuk ke mobilnya.
__ADS_1
"Tuan, sebentar!" pinta Angelina.
"Ada apa?"
"Maafkan karena merepotkan dan terima kasih karena sudah membantu. Apakah aku bisa meminta bantuan Anda? satu kali saja!"
"Aku sudah melarikanmu hingga ke tempat ini, dan mungkin seterusnya aku akan menjadi incaran mereka Apa lagi yang kamu inginkan?" kata pria itu.
"Aku tahu, Tapi, aku benar-benar tidak tahu jalan kota ini," ujar Angelina.
"Apa? Tidak mengenal jalan? Apa kamu sedang bercanda?"
"Aku tidak bercanda, Aku datang dari desa, Tanpa tempat tinggal dan uang. aku tidak tahu harus ke mana," jawab Angelina
"Apakah aku harus memberimu uang?" tanya pria itu.
"Bukan! bukan itu, Aku hanya ingin bekerja. Apakah Tuan bisa membantuku?" tanya Angelina dengan berharap.
__ADS_1