
Aaron yang masih di ruangannya ia fokus pada pekerjaannya. Saat sedang menulis sesuatu ia tiba-tiba terhenti dan mengelus dadanya.
"Apakah jantungku yang bermasalah belakangan ini? Atau Angelina terjadi sesuatu? Saat Nana bunuh diri aku juga tiba-tiba merasa sesak nafas. Kali ini aku merasakan juga. Apakah Angelina memang bekerja dengan seseorang dan bagaimana dengan kehidupannya saat ini?" batin Aaron.
Tuk...tuk...
Ketukan pintu terdengar dari luar.
"Masuk!" sahut Aaron.
Klek...
Louis membuka pintu dan melangkah masuk ke dalam sambil membawakan minuman untuk atasannya.
"Bos, silakan diminum!" ucap Louis yang meletakan cangkir itu.
"Hm!" jawabnya yang sambil fokus pada dokumen.
"Bos, bagaimana kalau Anda istirahat dulu, Jangan dipaksa bekerja."
"Aku tidak apa-apa, Walau perusahaan ada manager dan lainnya, Aku tetap harus lebih berhati-hati," jawab Aaron.
"Baik, Bos."
"Kamu bisa keluar!" perintah Aaron.
"Bos, Maaf kalau aku bertanya, Apakah Bos masih belum bisa melupakannya?" tanya Louis yang memberanikan dirinya.
"Saat dia berada di sisiku, Aku sengaja menyakitinya. Tidak menghargai dan tidak memberi apa pun padanya. Setelah dia pergi aku menyesalinya," jawab Aaron dengan wajah murung.
"Andaikan kalau bertemu kembali, Apa yang akan Bos lakukan?"
"Mendapatkan dia kembali dengan cara apa pun," jawab Aaron.
"Kalau sudah menikah?"
"Kalau begitu, dia harus bercerai dan kembali padaku!"
"Bukankah cara ini hanya akan membuatnya semakin menjauh?"
"Salah! Aku ingin mendapatkan dia kembali, karena dia hanya bisa menjadi milikku," jawab Aaron.
"Bagaimana dengan nasib Angelina, Andaikan mereka bertemu kembali," batin Louis.
__ADS_1
Shanghai.
Zean bersama Calvin di koridor rumah sakit. Mereka berdua berdiri luar kamar Angelina.
"Selamat untukmu, Karena telah menemukan Cecillia!" ucap Zean.
"Terima kasih! Ada rasa bahagia ada sakit hati pertemuan ini. sekarang aku dan papa mamaku malah merasa takut kalau hasil DNA nya negatif," kata Calvin.
"Kenapa sakit hati?"
"Sakit hati karena adikku dianggap hewan di rumah orang tua angkatnya. Mereka cukup keterlaluan sekali," jawab Calvin.
"Aku mengerti perasaanmu, Aku juga sama saat mendengarkan kisah hidupnya. Seorang anak yang seharusnya hidup bahagia. Tapi, malah kehilangan semuanya dan menderita selama ini," ucap Zean yang mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"Calvin, ada sesuatu yang kamu harus tahu," ujar Zean yang memberikan alat kecil yang berwarna hitam itu.
"Bukankah ini adalah kamera tersembunyi?"
"Saat Angelina inap di rumah sakit aku tidak tenang meninggalkan dia sendirian. karena aku harus keluar masuk perusahaan. Oleh sebab itu aku memasangkan kamera tersembunyi ini di suatu tempat untuk memantaunya."
"Apa yang kamu lihat?"
"Diana adalah penyebab utamanya, dia benar-benar berubah menjadi seorang yang berhati binatang," jawab Zean.
Zean kemudian memberikan rekaman apa yang terjadi di saat Angelina sendirian di kamar. Semua terekam jelas bahkan hingga pembicaraan mereka.
Calvin semakin kesal setelah melihat rekaman itu.
"Apa yang mengubah sifatnya menjadi seorang yang tidak berperasaan, Kenapa dia menjadi seorang wanita yang menakutan," ujar Calvin yang mengeluarkan handphonenya dan ingin menghubungi nomor adiknya akan tetapi tidak aktif.
Berulang kali Calvin mencoba menghubunginya akan tetapi tetap gagal.
"Dia pasti di suatu tempat," ucap Calvin sambil berpikir.
"Biarkan saja! Walau kamu menghajarnya, dia tidak akan sadar dengan kesalahan sendiri. Aku juga merasa aneh kenapa dia berubah menjadi orang lain," ujar Zean.
"Maaf, Zean. Tidak seharusnya kami menyatukan kalian di saat itu," ucap Calvin.
"Tidak apa-apa! Bukankah aku baik-baik saja sekarang, Untung saja saat Jones muncul dan bisa membuktikan bahwa Diana bukan tipa yang cocok untukku. Dia menyukai kebebasan. Berbeda dengan aku yang lebih suka ketenangan," jawab Zean.
"Aku juga berharap kamu tidak bersama dia, Aku sangat paham dengan sifatnya," ujar Calvin.
Sebuah Hotel.
__ADS_1
Diana yang telah mabuk ia dibawa ke kamar hotel oleh seorang pria hidung belang yang adalah satu pengunjung Night Club.
"Wajahmu lumayan cantik, Kulitmu juga mulus," kata pria itu yang melepaskan pakainnya satu-persatu.
Pria itu kemudian melepaskan semua pakaian Diana sehingga tanpa sehelai benang, di saat pria itu melihat tubuh wanita itu. ia tidak sabar ingin melampiaskan hasratnya.
"Aku penasaran bagaimana rasanya tubuhmu ini," gumam pria itu yang sedang melepaskan semua pakaiannya.
"Tubuh yang luar biasa, kamu adalah wanita malam yang cantik, malam ini aku akan menikmati tubuhmu," ucap pria itu yang membuka pangkalan paha wanita itu
"Indah sekali," ujarnya yang melihat bagian kewani.taan Diana dan membuatnya semakin gila.
Pria hidung belang itu langsung melakukan penyatuan, selama ini ia memang selalu mendatangi Club Malam untuk mencari wanita penghibur yang bisa memuaskannya.
"Aarrghh...," rintihan Diana yang tersadar. ia membuka matanya dan melihat pria itu menyetubuhinya.
"Hentikan! aarrghh...," jeritan Diana yang ingin bangkit akan tetapi ia ditahan oleh pria itu.
"Namamu Diana, bukan? nikmati saja hubungan kita malam ini,"ucap pria itu yang melakukan gerakan dengan cepat.
Selama melakukan hubungan, Diana merintih karena perih. Bagaimana tidak, pria itu melakukannya dengan kasar sehingga dirinya harus menahan sakit selama berhubungan. ia merasa hancur dan berteriak sambil menangis. pria itu sama sekali tidak peduli dengan tangisannya. ia hanya ingin menikmati tubuh wanita itu yang membuatnya semakin puas.
"Hentikan! aku akan membunuhmu," teriak Diana dengan kesal.
"Nikmati saja, untuk apa kamu jual mahal, kamu sama sekali bukan gadis perawan lagi," jawab pria itu yang melakukan pergerakan dengan cepat.
Diana yang sudah lemah karena menahan sakit selama beberapa jam akhirnya tidak sadarkan diri.
Setelah melakukan selama dua jam pria itu pun menghentikan aksinya dan menuju ke kamar mandi. Ratusan benih ia muntahkan sehingga memenuhi kewani.taan Diana.
Pria itu yang sudah siap mandi ia mengenakan pakaiannya dan mengeluarkan dompet untuk mengambil beberapa lembar uang Dollar. Ia meletakan lembaran dollar di atas tubuh Diana yang tanpa sehelai benang.
Tanpa menutupi selimut ke tubuh wanita itu, Ia langsung beranjak dari kamar tersebut.
Tidak lama kemudian Diana membuka matanya dan melihat sekeliling ruangan kamar hotel tersebut. Ia masih belum bisa mengingat kembali apa yang terjadi pada dirinya.
Kemudian ia melihat tubuhnya yang tanpa pakaian dan terdapat beberapa lembar uang dollar.
"Pria sialan...aku bukan pela.cur... seratus dollar? Kau menilaiku hanya seratus dollar...," ketus Diana yang sangking kesalnya dan melempar uang itu ke lantai.
"Kenapa aku bisa mabuk," ujar Diana yang menepuk kepalanya.
"Keluargaku, karena orang luar menyalahkan aku. Papa dan mamaku masih membenciku. Selama bertahun-tahun lamanya kalian memarahiku. Apakah masih tidak cukup," ketus Diana.
__ADS_1
"Pria brengsek mana yang meniduriku, lihat saja aku tidak akan diam saja. aku adalah Diana Christoper tidak ada yang bisa menindasku," batin Diana.