
"Tidak tahu apakah Angelina sudi bertemu dengan aku atau tidak," gumam Zavier.
"Tuan, Apa yang terjadi? Kenapa kelihatannya Anda ada masalah?" tanya asisten rumah tangga yang baru pulang.
"Carlos, Monaliza dan Angel dibawa pergi oleh polisi, Aaron telah menuntut mereka. Aku tidak ada cara untuk membujuknya. Dia sangat sulit didekati," kata Zavier.
"Aaron Andres sangat angkuh, Dia juga memiliki segalanya, Sangat sulit ingin mengambil hatinya," jawab Carlos.
"Iya, kamu benar. Sangat sulit membuat dia lunak, Dia akan membuat mereka menderita ketika telah menyinggungnya. Aku tidak mungkin membiarkan putriku menghabiskan sisa hidupnya di dalam penjara," ujar Zavier.
"Nona Angel juga masih muda, Kalau saja dia tinggal di penjara. maka dia tidak akan ada masa depan lagi," ucap Carlos.
"Sifat anak itu sangat mirip dengan ibunya, Dan aku juga sudah terlalu memanjakan Monaliza di saat dia masih gadis. Sehingga ia bertindak sesuka hati. Selalu ingin menang dan suka menindas orang. Angel sangat mirip dengannya. Sekarang mereka telah menerima akibatnya," ujar Zavier.
"Tuan, Jangan salahkan diri sendiri lagi! Semua telah terjadi, Tidak ada yang bisa mengubahnya. Sekarang yang paling penting adalah...apakah kita bisa meluluhkan hati Aaron Andres Davidson," kata Carlos.
"Dia sangat keras, Tidak mudah kalau ingin membuat dia memaafkan kita," ujar Zavier.
"Bagaimana kalau saham?"
"Saham?" tanya Zavier.
"Saham bisa menghasilkan uang, dia adalah seorang pebisnis, kalau saja tuan memberi dia saham mungkin saja dia akan mempertimbangkannya," jawab Carlos.
__ADS_1
"Asalkan dia bisa melepaskan mereka berdua, Maka aku akan memberikan sebagian sahamku," kata Zavier.
Mansion Davidson.
Malam hari.
Angelina sedang berdiri di tepi kolam ikan di halaman belakang. Gadis itu melihat ikan-ikan yang berenang di kolam itu sambil termenung.
"Nasibku akan menjadi seperti ikan ini, Tidak bebas dan hanya patuh pada perintahnya. Sejak dulu hingga sekarang hidupku selalu diperintah dan dihina. Apakah aku tidak ada harga diri sama sekali? Semakin aku bersamanya aku merasa tidak aman. Mungkin suatu saat dia akan membunuhku atau akan menyiksaku," batin Angelina.
"Kenapa masih di sini?" tanya Aaron yang berjalan menuju ke Angelina yang berdiri di tepi kolam ikan.
"Aku belum bisa tidur," jawab Angelina dengan menunduk.
"Tidak!"
"Ada yang ingin aku tanyakan padamu, Apakah kamu mengenal Zavier?" tanya Aaron.
"Dia adalah ayah dari Monaliza," jawab Angelina.
"Kalian sering bertemu?"
"Jarang sekali," jawab Angelina dengan kecewa karena mengingat masa kecilnya.
__ADS_1
"Kenapa? Seharusnya dia adalah kakekmu,"
"Dia tidak menganggapku sebagai cucunya, Jadi, dia bukan kakekku," jawab Angelina.
"Dia ingin bertemu denganmu, Besok pagi. Kamu ingin bertemu dengannya?"
"Tidak ada yang ingin dibicarakan dengan dia," kata Angelina.
"Baiklah, kalau begitu, tidak usah pergi," jawab Aaron.
"Kembali ke kamarmu dan jangan berdiri seperti patung di sini!" kata Aaron yang kemudian melangkah menuju ke dalam rumahnya.
"Seperti patung? di mata kalian semua aku hanya manusia tidak berguna. aku juga bisa sedih dan sakit. Tapi, kalian selalu saja ingin menyakitiku," batin Angelina.
"Kakek? di keluarga Hamilton tidak ada yang mengakuiku sama sekali," gumam Angelina.
Angelina kemudian duduk di atas tanah sambil melihat ikan-ikan hias itu yang berenang sana sini. Di mansion mewah itu tidak ada tempat untuk dirinya melepaskan tekanannya. Di malam yang dingin Angelina duduk sambil memainkan tangannya di dalam air kolam ikan tersebut.
Saat melihat ikan yang cantik dan tentunya harganya juga tidak murah. membuatnya sedikit lebih tenang. Ia tersenyum dan ingin mencoba menyentuh ikan tersebut.
Sementara Aaron telah kembali ke kamarnya, Ia melihat gadis itu masih berada di halaman padahal cuaca sangat dingin di malam itu.
"Tubuhnya masih belum sehat sepenuhnya, Tapi, masih berada di luar begitu lama," gumam Aaron.
__ADS_1