Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Lepaskan Bajuku!


__ADS_3

Tahanan yang membunuh Gigs bebas di malam itu juga, Tugas mereka hanya untuk menyiksa putra Anthony sebelum membunuhnya. Setelah misi mereka selesai mereka membawa jasad korbannya ke pelabuhan..


Tubuh dingin dan kaku itu diikat tali yang melilit sebuah batu dan kemudian dilempar ke lautan besar itu.


"Hanya sampah tidak berguna, Sudah berani mengusik bos kita," ujar salah satu dari mereka.


"Tugas kita selesai, Ayo kita pergi!"


Tidak lama kemudian mereka meninggalkan pelabuhan itu


Gigs Davidson tewas begitu saja tanpa diketahui oleh siapapun, Jasadnya sengaja ditenggelamkan agar tidak ada yang bisa menemukannya.


Aaron yang menerima panggilan dari kepala petugas penjara ia tersenyum karena adiknya yang telah meninggal dunia dan rencananya telah berhasil.


"Bos, Apakah ada berita baik dari penjara?" tanya Louis.


"Benar! Dia sudah ditenggelamkan di dasar lautan," jawab Aaron.


"Andaikan kalau tuan mengetahui hal ini, Dia pasti akan mencari masalah," kata Louiz.


"Dia tidak memiliki bukti siapa yang membunuh putranya!" ujar Aaron.


"Bagaimana dengan mereka?" tanya Aaron.


"Mereka sudah dibebaskan, Dan kembali ke posisi masing-masing. setelah ini tuan akan mengira putranya yang tidak ingin bertemu dengannya," jawab Louiz.


"Gigs Davidson walau adalah putra dari pamanku, Aku tetap tidak akan mengampuni dia karena telah melewati batas. Andaikan suatu saat pamanku juga akan melakukan hal yang tidak seharusnya. Maka nasibnya akan sama dengan Gigs," ujar Aaron.


Mansion Gigs.


Kini ditempati oleh ayahnya sendiri.


Anthony memandang kamar putranya yang kosong dan berserakan dengan selimut dan bantal di lantai. Pria itu merasa sedih saat melihat kamar putranya itu. Dari sejak kecil sudah terbiasa hidup mewah. dan kini harus meringkus ke dalam penjara tentu sangat menyayat hati seorang ayah.


"Anakku tidak seharusnya tidur di dalam sana, Dia harus bebas. Aku harus mencari jalan agar dia bebas. Kenapa malam ini perasaanku tiba-tiba sakit dan tidak tenang. Apa yang sudah terjadi? Apakah terjadi sesuatu di dalam sana?" gumam Anthony.


Anthony yang merasa tidak tenang, tengah malam itu ia langsung menuju ke penjara besar.


Setiba di sana ia tidak diizinkan masuk ke dalam, Karena waktunya yang belum tiba.


"Sekarang baru pukul 02.00, Harus menunggu cuaca terang baru bisa. Kenapa hatiku tidak tenang dan sepertinya Gigs sedang dalam bahaya. Mungkin hanya pikiran aku saja," gumam Anthony.


Keesokan harinya.


Setelah pagi hari Anthony bertemu secara langsung dengan Kepala Petugas Penjara.


"Tuan, Pagi-pagi kemari, Apakah ada sesuatu?"

__ADS_1


"Aku ingin bertemu dengan putraku, Tapi, Kenapa ditolak olehnya? Aku sudah lama menunggu dan tidak bisa melihatnya."


"Tuan Davidson, Mungkin saja dia terlena dan tidak ingin diganggu, Apakah Anda tahu? Semalam dia meminta dua wanita cantik dan bermain hingga pagi. Dan pastinya dia tidak bisa turun dari ranjang. Jadi, Biarkan saja dia istirahat," jawab Kepala Petugas Penjara.


"Ternyata begitu," ucapnya yang bernafas lega.


"Tuan, Apakah Anda mencemaskan dia?"


"Sebagai seorang ayah mana mungkin aku tidak mencemaskan dia, Lagi pula dia adalah putraku satu-satunya. Perasaan ku tidak enak sekali dan aku mengira dia ada masalah. Ternyata dia baik-baik saja," jawab Anthony.


"Tuan, Anda terlalu banyak berpikir, Di dalam sini mana mungkin bisa terjadi apa-apa. Putra Anda bahkan sangat gembira bisa pindah tempat. Dia tidak perlu lagi dikurung satu tempat dengan yang lain," kata Kepala Petugas Penjara..


"Baiklah! Kalau begitu aku pulang dulu! Terima kasih sudah menjaganya. Hubungi aku ketika dia butuh sesuatu!" ucap Anthony yang bangkit dari tempat duduknya.


"Baiklah! Anda tidak perlu khawatir! Putra anda akan baik-baik saja!" kata Kepala Petugas Penjara.


Sesaat kemudian Anthony meninggalkan ruangan kantor Kepala Petugas Penjara.


Ia tidak mencurigai sama sekali apa yang telah terjadi pada anaknya itu.


"Dasar bodoh, Anakmu sudah ditenggelamkan di dasar lautan, Mana mungkin kamu bisa bertemu dengan dia lagi," gumamnya.


Mansion Davidson.


Angelina seperti biasa merapikan kamar Aaron di pagi itu. Ia menganti sprei dan sarung bantal serta mengepel kamar majikannya. Sementara Aaron berada di ruang pribadi yang di sebelah kamarnya.


"Aarrgh...," jeritan Angelina yang melihat Aaron tiba-tiba masuk dari sebelah.


"Kenapa kamu berteriak? Seperti melihat hantu di siang hari," ujar Aaron yang menuju ke sofanya dan membuka laptopnya.


"Hantu? Dia lebih menakutkan dari pada hantu," gumam Angelina.


"Aku bisa dengar apa yang kamu katakan," ujar Aaron yang sambil mengutak-atik laptopnya.


Angelina mengabaikan pria itu dan melangkah keluar dari kamar majikannya.


"Angelina," seru Aaron dengan nada tinghi sehingga didengar oleh Angelina yang sudah di luar kamar.


"Ada apa lagi?" batin Angelina.


"Iya," sahut Angelina yang kembali ke kamar itu dan berdiri di pintu.


"Lepaskan bajuku! Aku ingin mandi," perintah Aaron yang bangkit dari tempat duduknya.


"Ha?" tanya Angelina yang heran.


"Kenapa kamu seperti patung dan masih berdiri di sana?"

__ADS_1


"Hanya buka baju saja, Tidak perlu aku yang melakukannya," jawab Angelina.


"Aku ada dua pilihan untukmu, Kau bisa pilih yang mana kau mau!"


"Pilihan apa?"


"Pertama, Kamu lepaskan bajuku. Kedua, kalau kamu menolak, Maka sebagai gantinya kamu harus mengosok badanku di saat aku sedang mandi," jawab Aaron.


"Sudah tua masih manja," gerutu Angelina.


"Jangan lupa tugasmu adalah melayaniku!" ujar Aaron.


Angelina hanya bisa menurut dan membuka kancing baju pria itu satu-persatu.


Aaron tersenyum tipis saat melihat gadis itu yang harus pasrah melakukan tugasnya dengan wajah cemberut.


Setelah membuka semua kancing, Angelina ingin pergi meninggalkan kamar majikannya, Akan tetapi Ia ditahan oleh pria itu.


"Tugasmu belum selesai!" kata Aaron yang menahan lengan gadis itu.


"Aku sudah membuka semua kancingnya," jawab Angelina yang memalingkan wajahnya ke samping.


"Tapi, kamu belum melepaskan bajuku."


"Kamu bisa melepaskan sendiri bajunya," jawab Angelina.


"Aku adalah majikanmu, Kamu berani melawanku?"


"Iya, akan ku lakukan!" ujar Angelina yang melepaskan baju pria itu. Tubuh besar dan berotot majikannya membuat gadis itu malu dan tidak berani menatapnya.


"Sudah selesai! Aku akan menyediakan air mandi," ucap Angelina.


"Dasar pemalu!" gumam Aaron.


Di saat Angelina mengisi air ke dalam bathub, Aaron masuk ke kamar mandi mengunci pintunya dari dalam.


"Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu mengunci pintunya?" tanya Angelina.


"Kenapa, Apakah kamu takut?" tanya Aaron yang menghampiri gadis itu.


Angelina menunduk dan tidak ingin melihat pria itu yang bertelanjang dada.


"Air sudah ku isikan, Kamu sudah bisa mandi. Aku keluar dulu!" ujar Angelina.


Aaron menghentikan langkah gadis itu dan mendorongnya ke tembok


"A-apa yang ingin kamu lakukan?" tanya Angelina yang berusaha menghindar karena pria itu yang begitu dekat jaraknya.

__ADS_1


__ADS_2