
"Kamu tidak perlu meminta izin dariku, Aku sadar diri aku bukan siapa-siapa di matamu. Oleh sebab itu kamu tidak menghargaiku sama sekali. Kamu tidak perlu khawatir aku tidak akan menganggumu ketika aku melihat kamu bersama dengannya," jawab Angelina dengan sengaja dan kemudian melangkah masuk ke dalam kamar.
Angelina yang kembali ke kamarnya ia duduk dengan perasaan penuh kecewa karena mengingat semua perkataan suaminya itu.
"Menghargaimu? Kamu hanya wanita yang ku nikahi demi melunasi hutangmu padaku. Untuk apa aku harus meminta izin darimu ketika aku ingin bersama dengan wanita lain!"
"Karena aku hanya dinikahi untuk melunasi hutang, Oleh sebab itu aku tidak pantas dihargai. Aaron, Kau adalah pria brengsek! Apakah kamu puas setiap kali menyakiti perasaanku? Apa aku tidak berarti sekali jadi manusia sehingga tidak ada satu pun yang menghargaiku," batin Angelina.
Beberapa menit kemudian
Angelina kemudian bangkit dan menuju ke arah pintu. Ia keluar dari kamar dan berniat ingin turun ke lantai dasar yang di mana suaminya sedang bersama Louis di sana.
Angelina menghentikan langkahnya saat mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Bos, jadwal besok adalah bertemu dengan Marcos Pierre di restoran," kata Louis.
"Hm...," jawab Aaron yang melihat perhiasan yang baru dia pesan untuk seseorang.
"Bos," seru Louis yang melihat atasannya fokus pada perhiasan itu.
"Aku sudah mendengarnya," jawab Aaron.
"Siapa pemilik perhiasan itu? nyonya atau nona Kelly?"
__ADS_1
"Untuk apa kamu bertanya," jawab Aaron.
"Sepertinya nona Kelly sangat menyukai perhiasan, dari sejak dulu dia sudah memakai berbagai model perhiasan. Dia pasti sangat suka saat melihat model baru perhiasan yang Anda beli," kata Louis.
"Tidak lama lagi dia akan ulang tahun," kata Aaron.
"Benar! tanggal 20 juni adalah hari ulang tahun nona Kelly," ujar Louis.
"Ulang tahun? tanggal 20 adalah hari ulang tahunnya? Kenapa begitu kebetulan," batin Angelina.
"Bos, Ulang tahunnya akan dirayakan di mana?" tanya Louis.
"Dia akan merayakan dengan keluarganya. Seperti yang dia lakukan setiap tahun. Aku tidak akan hadir karena itu adalah urusan keluarga mereka," jawab Aaron.
"Di sini tidak ada tugasmu lagi, pergilah!"
"Baik!" jawab Louis yang kemudian meninggalkan mansion atasannya.
Malam hari.
Angelina yang berada di kamar sedang berdiri dekat jendela sambil memandang bulan purnama.
"Ternyata wanita itu dilahirkan di hari yang sama denganku, Walau usia kami sama, Tapi, Nasib kami jauh berbeda. Dia memiliki segalanya. Dia dicintai dan dihargai. Sedangkan aku hanya sendirian. Tidak ada yang tahu hari ulang tahunku," batin Angelina.
__ADS_1
"Bulan yang indah, apakah di malam ulang tahunku akan ada bulan purnama seperti malam ini? Hanya sisa tiga hari lagi ulang tahunku tiba. Tapi, setiap tahun aku hanya bisa berdoa dalam hati agar kehidupanku semakin membaik. Dari tahun ke tahun kehidupanku tidak membaik. selalu saja dibenci dan tidak dianggap," batin Angelina.
"23 tahun yang lalu tanggal 20 juni adalah tahun kelahiranku. Selama ini tidak ada yang tahu tanggal kelahiranku. Kalau bukan karena aku memiliki kalung ini. Maka, aku tidak akan tahu kapan aku dilahirkan," batin Angelina.
"Kenapa harus meninggalkan kalung ini untukku, kalau berniat ingin membuangku," kata Angelina yang melihat liontin kalungnya berisi tanggal kelahirannya.
Tidak lama kemudian Aaron ingin memasuki kamarnya, Akan tetapi dikunci oleh Angelina dari dalam.
"Angelina, Buka pintunya!" seru Aaron.
Sesaat kemudian Angelina membuka pintu sambil melempar bantal ke arah suaminya.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Aaron yang menyambut bantal itu.
"Aku ingin tidur sendirian, Malam ini kamu jangan masuk ke kamar!" jawab Angelina yang menutup kembali pintunya.
"Angelina Hamilton, berani sekali kamu mengusirku, Ini adalah kamarku!" bentak Aaron yang sedang kesal.
"Malam ini kamu tidak di luar saja, Aku tidak ingin melihatmu," teriak Angelina dengan nada kesal.
"Angelina, Kau hebat sekali berani mengusir suami sendiri," gumam Aaron.
Angelina yang berada di dalam kamar terduduk lemas di lantai. Ia mengunakan cara itu untuk melampiaskan kemarahannya.
__ADS_1
"Aku sudah sakit berulang kali karena kamu. Terserah kamu ingin menghukum aku dengan cara apa. Aku juga tidak bisa membantah," ucap Angelina yang kecewa.