Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Aaron Kembali ke London


__ADS_3

"Calvin, Andaikan aku tidak bisa bertahan lama, Tolong kendalikan perusahaan kita dan cari Cecillia sampai dapat!"


"Pa, Jangan bicara seperti itu! Kita akan berkumpul kembali," jawab Calvin.


Di saat mereka sedang berbicara, Diana sedang berdiri dibalik tembok mencuri dengar apa yang mereka katakan.


"Sudah 23 tahun lamanya, Papa masih tidak putus asa, Setiap melihatku dia pasti marah dan membenciku. Apa yang aku lakukan semuanya salah di matanya. Aku tahu kalau bukan karena kejadian itu papa dan mama tidak mungkin begitu dingin padaku. Kalau bukan kakak aku pasti sudah diusir di saat itu juga," batin Diana.


"Di-dunia ini hanya Jones yang baik padaku, Keluarga ini sama sekali tidak peduli dan tidak menganggapku," gumam Diana dalam hati.


Jam dinding menunjukan pukul 22.00


Calvin mendatangi kamar adiknya.


"Kakak, sudah malam, kenapa masih belum tidur?" tanya Diana yang duduk di sofa sambil membolak-balikan majalahnya.


"Untuk apa kamu harus melawan papa, Kamu masih ada pilihan lain. Bahkan, lebih baik. Tidak seharusnya dia!"


"Kenapa Kakak juga tidak setuju? Selama ini dia sangat baik padaku," ujar Diana.


"Baik padamu di saat belum menikah beda dengan sesudah menikah, kita sudah melihat orang tuanya yang mata duitan. Kenapa kamu masih menyukainya? Apa kamu yakin dengan hubungan kalian?"


"Aku yakin, selain dia aku tidak ingin pria lain."


"Kenapa kamu lebih memilih dia dari pada Zean?"


"Kenapa Kakak tanya lagi? Apakah dia masih merindukan aku dan mencari Kakak?"


"Setiap kami bertemu, dia tidak pernah mengungkit masalah kalian. dan aku melihatnya baik-baik saja dan bahagia. Aku hanya penasaran saja. Kamu melepaskan seorang pebisnis dan pewaris keluarganya demi seorang pekerja kasino yang memiliki kedua orang tua yang serakah. Mana mungkin aku tidak bertanya padamu," jawab Calvin.


"Zean lebih fokus pada kerjanya, Sementara Jones meluangkan lebih banyak waktu untukku," jawab Diana.


"Diana, Kamu terlalu kekanakan, pria yang fokus pada bisnisnya bisa menjamin kehidupan kalian di masa depan. Andaikan kamu tahu kalau Zean adalah calon suami Cecilia. Karena sudah perjanjian...Oleh karena itu papa berharap kamu yang bersama dengannya."


"Papa mengunakan aku sebagai pengganti Cecilia," ujar Diana.


"Tapi, Zean mencintaimu. Itu yang terpenting."


"Kakak, Jangan menyuruhku kembali bersama Zean, Aku tidak sanggup. Jones memberiku kehangatan dan aku merasa nyaman saat bersama dia. Aku tidak peduli kalau dia hanya seorang pekerja biasa di kasino. yang penting adalah dia mencintaiku dengan tulus," kata Diana.


"Diana, bagaimana kalau kita bertaruh, apakah kamu berani?"


"Bertaruh? Untuk apa?"


"Aku sebagai kakakmu dan berharap kamu bisa menikah dengan pria yang baik. Kalau memang Jones adalah pria yang kamu pilih. Kamu harus membuatku yakin pada pilihanmu," jawab Calvin.

__ADS_1


"Apa yang harus aku lakukan?"


"Mengujinya," jawab Calvin.


"Mengujinya, dengan cara apa?" tanya Diana.


"Diana, Apa pun hasilnya kamu harus siap, Kalau dia tidak mencintaimu dengan tulus...Maka segera tinggalkan dia," jawab Calvin.


"Baiklah, Kak. Aku akan membuktikan padamu, bahwa dia tulus denganku," ujar Diana.


Mansion Davidson.


Aaron yang sedang memasukan dokumen ke dalam tasnya ia tiba-tiba terhenti.


"Angelina Hamilton, Kamu ingin pergi sejak dulu, Kali ini aku biarkan kamu pergi sejauh mungkin. Lebih baik jangan sampai aku melihatmu lagi suatu hari nanti. Kalau tidak, kamu tidak akan bisa kabur dari genggamanku," ucap Aaron.


"Hanya seorang wanita tidak pantas aku merasa kehilangan, Dunia ini masih banyak wanita lain. Mereka bahkan lebih cantik darinya. Untuk apa aku harus memikirkan dia," batin Aaron.


"Bos," seru Louis yang melihat atasannya sedang berkemas.


"Kita akan pulang besok," kata Aaron.


"Pulang besok? Apakah terjadi sesuatu?"


"Bagaimana dengan nyonya?"


"Biarkan saja! Aku sudah ceraikan dia. Untuk apa lagi aku berharap. Aku tidak menginginkan wanita ini lagi. Biarkan saja! Setelah pulang aku bisa mencari pengantinya," jawab Aaron.


"Iya, aku akan berkemas sekarang juga," kata Louis.


"Karena sifat bos yang keras kepala telah menghancurkan rumah tangganya, Apa yang dia katakan selalu beda dengan hatinya. Baru semalam aku melihat dia berdiri di halaman selama beberapa jam. Tapi, sekarang langsung berubah lagi," gumam Louis dalam hati.


Keesokan harinya.


Siang itu Aaron berangkat ke London. Saat berada di pesawat raut wajah pria itu terlihat murung. Banyak yang muncul di dalam ingatannya.


"Siapa yang bisa tebak apa yang akan terjadi selanjutnya, Aku pergi bersamanya dan pulang sendirian. Mungkin wanita ini memang bukan jodohku. Sudah saatnya aku lupakan saja," batin Aaron.


Beberapa hari kemudian.


Setelah kembali ke London Aaron selalu fokus pada pekerjaannya. Pria itu lembur setiap malam hingga pukul 01.00 baru kembali ke rumahnya. Louis yang sebagai asistennya selalu membantu atasannya itu.


"Louis, sejak pulang dari Fransisco, Bos telah banyak berubah, apakah karena nyonya?" tanya salah satu anggota Aaron.


"Iya, sejak nyonya pergi, bos memang sudah berubah, dia lebih memilih fokus pada pekerjaannya," jawab Louis.

__ADS_1


Jam dinding telah menunjukan pukul 02.00


Aaron masih sedang sibuk dengan kerjanya yang menumpuk di atas meja.


"Kenapa minuman dan makanan masih belum datang," gumam Aaron.


"Angelina, buatkan minuman. Jangan lupa tugas--" seru Aaron yang dipotong Louis yang mendengar panggilannya.


"Bos, minuman sudah kubuatkan," sahut Louis yang membawakan secangkir minuman.


Dalam seketika Aaron terdiam dan menarik nafas panjang. Ia yang sedang sibuk sehingga lupa bahwa istrinya yang sudah pergi meninggalkannya.


"Bos, lebih baik istirahat dulu. Sudah pukul 02.00," kata Louis.


"Keluar!" perintah Aaron tanpa menoleh ke anggotanya itu.


"Baik," jawab Louis yang kemudian beranjak dari ruangan itu.


Aaron memandang cangkir yang di mejanya terbayang Angelina yang menyediakan minuman dan makanan ringan untuk dirinya setiap malam.


"Kenapa aku harus ingat lagi dengannya, Bukankah aku harus melupakan," gumam Aaron.


Keesokan harinya.


Darwine datang menemui Aaron setelah mendapatkan kabar bahwa sahabatnya itu sudah kembali.


"Untuk apa kamu datang? Tidak ada yang jatuh sakit," ujar Aaron sambil menyantap sarapannya.


"Aku datang untuk ikut berduka," jawab Darwine yang duduk di ruang makan.


"Di sini tidak ada orang yang meninggal, Kamu sudah salah tempat," kata Aaron.


"Sebenarnya, selain ikut berduka aku juga ingin merayakan pesta untukmu."


"Pesta dan duka apa yang kamu maksudkan?"


"Duka karena istrimu akhirnya kabur, dan pesta untuk merayakan akhirnya kamu menjadi duda," jawab Darwine.


"Kalau kamu bicara lagi, percaya atau tidak aku akan melemparmu ke laut," ketus Aaron.


"Sudah, jangan marah. Lagi pula Angelina bukan tipemu, Bagus juga kalau dia pergi. Jadi, kamu masih bisa mencari produk baru. Salah satu temanku baru buka Pub. Pekerjanya semua cantik-cantik dan masih muda. Kamu bisa mencobanya kalau kamu penasaran. Aku yakin dengan tubuh mereka yang seksi akan membuatmu melupakan mantan istrimu."


"Aku ada foto gadis-gadis itu, Lihatlah fotonya!" ujar Darwine yang menunjukan foto gadis cantik yang memiliki dada besar, Tubuh ramping dan berkulit putih.


"Kamu pasti tertarik, kan?" tanya Darwine yang mengusik temannya itu.

__ADS_1


__ADS_2