
"Nick, apakah kamu tidak suka dengan bibimu?" tanya Ronald
"Tidak suka! Bibi setiap datang suka menyindir aku dan kakak," jawab Nick yang duduk di kaki kakeknya.
"Biarkan saja!" ujar Nella.
"Hari ini adalah hari sabtu, dia pasti datang lagi untuk cari makan gratis," ucap Nick.
"Jangan dekat dengan bibimu, Kita lanjutkan saja pelajaran kita, ya!" ujar Ronald.
"Iya," jawab Nick.
Di sisi lain Cecillia sedang mengadakan rapat dengan para pemegang saham lainnya. Siang itu Direktur utama yang adalah kakaknya sendiri tidak menghadiri rapat tersebut. Cecillia kini yang telah menjabat sebagai wakil Direktur selalu menjalankan bisnis keluarganya. Dia selalu mewakili kakaknya bertemu dengan klien dan pemegang saham lainnya.
Ronald kini telah pensiun dan telah menyerahkan bisnisnya kepada putra tunggal dan putri bungsunya.
"Wakil Direktur, ini adalah proposal yang harus anda tanda tangan, Tolong diperiksa kembali," ucap seorang wanita muda yang adalah sekretarisnya.
"Iya, Besok aku akan tanda tangan," jawab Cecillia sambil fokus membaca file yang lainnya.
"Wakil Direktur, ada yang ingin saya lapor!"
"Katakan saja!"
"Bagian penjualan terjadi masalah kecil."
"Masalah apa?" tanya Cecillia yang memandang sekretarisnya.
"Nona Diana mulai berulah lagi, Pemasukan yang kita hitung tidak sesuai dengan laporan yang diberikan olehnya," jawab sekretarisnya.
"Katakan lebih detail!"
"Bagian manager penjualan mendapati ada masalah dengan keuangan. Laporan yang diberikan oleh nona Diana beda dengan uang yang masuk," jawab sekretarisnya.
"Apakah dia mengunakan uang itu untuk pribadinya?"
"Saat ditanya oleh Manager keuangan dia tidak mengakuinya dan malah bertengkar dengan pihak atasan. Banyak rekannya yang tidak suka dengan sifatnya yang suka menentang dan mengambil keputusan sendiri," jawab sekretarisnya.
"Sampaikan ke pihak manager penjualan, Jangan membiarkan Diana menyentuh produk kita lagi!" perintah Cecillia.
"Lalu, apa yang harus dia kerjakan?"
"Berikan dia tugas yang tidak ada hubungan dengan keuangan atau penjualan!" jawab Cecillia.
"Dia pasti akan mengamuk lagi dengan pihak Manager," ujar sekretarisnya.
__ADS_1
"Katakan saja ini adalah perintahku, kalau dia tidak puas, dia bisa datang mencariku," jawab Cecillia.
"Baik," jawabnya.
Mansion Christoper.
Diana yang kembali ke rumah orang tuanya sambil membawa seorang anak laki-laki yang adalah anaknya.
Saat ia masuk ke ruang keluarga,ia melihat Nick yang sedang bermain.
"Kakak, aku ingin main!" seru anak Diana yang ingin menghampiri Nick yang sedang duduk di pojokan sana. Tempat ia bermain terdapat pagar yang mengelilingi khusus untuk si kembar. Nick yang suka mainan ia sering meminta kakeknya untuk membeli mainan baru dari robot, mobil-mobilan dan pesawat. setiap ada pengeluaran baru. Ronald lansung membelinya untuk kedua cucu kesayangannya
"Jangan dekat-dekat dengan sampah itu!" ketus Diana yang menahan tangan putranya.
"Ups, kamu tidak bisa bergabung denganku, Karena kamu juga tidak jelas asal usul dari mana. Jadi, kita sama-sama sampah," balas Nick yang tidak pernah mau kalah.
"Kurang ajar, jaga mulutmu!" bentak Diana.
"Sebagai orang dewasa saja, Bibi tidak bisa jaga mulut. Kenapa aku harus jaga mulutku," jawab Nick.
"Siapa yang ajari kamu bicara seperti itu, Ha? Apakah ibumu?" tanya Diana dengan lantang.
"Mamaku sering sibuk dengan bisnisnya, Jadi, mama tidak ada waktu untukku. Tidak seperti Bibi yang datang tanpa diundang, dan hanya ingin makan gratis," balas Nick.
"Diam!" bentak Diana.
"Kau memang tidak pernah dididik dengan baik, selalu saja tidak menghormati orang tua," kata Diana.
"Bibi adalah orang tua, Tapi, kenapa bicara seperti tidak pernah sekolah? Sebenarnya yang bodoh adalah siapa? Bibi atau guru yang mengajarmu dulu?" tanya Nick yang membuat Diana semakin kesal.
"Kau...sungguh keterlaluan," bentak Diana.
"Kenapa setiap bibi datang suka sekali mengusik kami?" suara Chris yang menuju ke sofa sambil membawa buku tulisnya.
"Kalian memang anak sampah," ketus Diana.
"Bibi, ada yang ingin aku tanyakan!" ucap Chris.
"Ada apa?" tanya Diana dengan nada kesal.
"Bibi memiliki orang tua yang hebat, dan sekolah tinggi. Tapi, kenapa sifatmu beda 99 derajat dengan orang tua Bibi? Paman Calvin sangat dewasa sementara Bibi seperti kekanakan. Lebih memalukan adalah...Bibi memiliki seorang anak yang tidak tahu siapa ayah kandungnya. Jadi, siapa yang anak sampah sebenarnya?" balas Chris sambil fokus menulis.
"Kalian berdua sama saja tidak sopan," ketus Diana.
"Kami sopan pada orang dewasa, Sedangkan Bibi yang sudah tua masih suka mencari masalah dengan anak lima tahun," jawab Chris.
__ADS_1
"Untuk apa kamu rajin menulis dan membaca kalau tidak ada masa depan?"
"Tujuanku belajar menulis dan membaca adalah untuk menjadi orang sukses dan bisa melindungi keluargaku. Tidak seperti sebagian orang yang belajar tinggi-tinggi hanya tahu menyindir orang. Dan tidak memiliki kemampuan sama sekali saat di perusahaan. Bahkan, posisinya di ganti sana sini seperti barang buangan," sindir Chris.
"Kau...," ketus Diana yang ingin melayangkan tangannya ke arah Chris
Nick yang melihat Diana ingin menampar kakaknya, Ia langsung mengambil bola kasti melempar ke arah wanita itu.
Bruk...
"Aargh!" Diana mengerang kesakitan karena bola tersebut tepat mengenai kepalanya.
"Kurang ajar!" ketus Diana pada Nick.
"Ingin melawan kami? Tidak semudah itu, Bibi tua," ejek Nick.
"Percaya atau tidak aku akan menghajarmu," bentak Diana yang menghampiri Nick yang masih fokus pada mainannya.
"Apa hukuman untuk orang dewasa yang ingin menyakiti anak-anak?" tanya Chris pada adiknya.
"Hukum penjara dan denda," jawab Nick yang melempar robotnya sehingga mengenai wajah Diana.
"Augh!"
"Kurang ajar!" bentak Diana yang semakin kesal.
"He he he...,"suara tertawa Nick yang melihat lemparannya yang tepat sasaran.
"Apakah Bibi sudah mendengarnya? Kalau Bibi berani menyentuh salah satu dari kami, kami bisa menuntutmu," kecam Chris.
"Kecil-kecil sudah bersikap seperti itu, ibu kalian tidak bisa mendidik kalian dengan baik!" ketus Diana.
"Lalu, bagaimana dengan kakek dan nenek yang memiliki seorang putri sepertimu? Sudah tua bukannya pergi menikah saja. Malah sering datang untuk mencari masalah dengan kami. Bibi, kenapa Bibi tidak sebaik paman dan mama kami," ujar Nick.
"Kakak, kamu telah menyakiti mamaku," bentak anak Diana yang mengambil bola di lantai itu dan ingin melempar ke arah Nick.
Nick bangkit dan langsung mendorong putra Diana hingga terjatuh.
"Aarrgh!" jeritan anak kecil itu yang kesakitan.
"Singkirkan tangan kotormu," ketus yang mendorong Nick hingga terduduk di lantai.
"Tindakan kekerasan dari orang dewasa adalah satu kesalahan besar, Kami bisa menuntutmu kalau adikku mengalami luka atau pun trauma," kecam Chris.
"Kalian semua adalah anak setan," ketus Diana yang memapah putranya.
__ADS_1
"Kalau begitu, Bibi sama juga adalah setan, karena kita adalah satu keluarga," jawab Chris dan Nick dengan serentak.