Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Perasaan Nick Pada Aaron


__ADS_3

"Seorang pria yang egonya tinggi, bisa mencariku selama ini. Sungguh tidak menyangka," ucap Cecillia.


"Cecillia, tidak mudah bagi seorang pria yang rela hidup sendirian demi istrinya yang pergi. Aku yakin sekali kalau hatinya sangat mencintaimu. Hanya saja...dia terlalu ego dan keras kepala. Berilah dia kesempatan! Kalau kamu melakukannya sama saja kamu memberi kesempatan pada diri sendiri dan anak-anak," kata Zean.


Apartemen Calvin


"Kami hidup serba mewah selama ini dan memiliki semuanya, Tapi, adikku malah harus menderita di keluarga itu. Andaikan keluarga itu masih hidup mewah. Aku tidak akan sungkan menjatuhkan mereka," kata Calvin.


"Mereka sudah hancur, Alex harus menghabiskan sisa hidupnya di penjara, Sementara anak dan istrinya harus kehilangan segalanya. mereka sudah cacat dan tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Mertua Alex kehilangan segalanya. Dia harus menerima balasan atas semua yang telah dia lakukan terhadap Cecillia," ujar Aaron.


"Kamu yang melakukannya?" tanya Calvin.


"Iya."


"Kamu adalah penyelamatnya," ucap Calvin.


"Dan Penghancur hidupnya juga," sambung Aaron.


"Paman! Kenapa masih di sini?" suara Nick yang berlari keluar dari kamarnya.


"Nick, jangan bersikap seperti itu. Paman ini adalah---" ucap Calvin yang dipotong oleh Aaron.


"Kamu tidak puas denganku?" tanya Aaron.


"Paman tidak seharusnya di sini," jawab Nick yang masih kesal.


"Adik, cepat pergi belajar!" seru Chris yang menarik tangan adiknya.


"Kakak, Aku tidak ingin melihat paman ini di sini," ujar Nick.


"Kamu ingin mengusirku? Coba saja melakukannya!" kata Aaron dengan sengaja.


"Apakah Paman mengira aku tidak bisa?" tanya Nick yang menghampiri ayahnya itu.


Aaron menarik lengan mungil anak itu dan melihatnya dengan jarak yang dekat


"Lakukan saja!" ujar Aaron dengan senyum.


Mata bulat anak itu menatap mata ayahnya tanpa berkedip. Ia terdiam sejenak tanpa bicara.


"Kenapa diam saja?" tanya Aaron.


"Paman, Apakah Paman adalah papaku?" tanya Nick dengan matanya yang mulai merah.


"Apakah Nick bisa merasakannya?" batin Calvin.


"Kenapa kamu bertanya seperti itu?" tanya Aaron.


"Karena melihat mata Paman seperti melihat papaku," jawab Nick.

__ADS_1


Aaron terdiam dan menyentuh wajah anak itu. Dalam seketika Nick langsung merasakan perasaan yang dalam terhadap pria itu.


"Nick," suara Ceciliia yang baru pulang dan menarik putranya menjauh dari Aaron.


"Untuk apa kamu di sini?" tanya Cecillia pada Aaron.


"Mama," seru Nick.


"Nick, masuk ke kamarmu!" titah Cecillia sambil memandang ke arah suaminya. Terlihat sangat jelas ia sedang takut anak-anaknya direbut oleh pria itu.


"Cecillia, Aaron datang hanya untuk jalan-jalan," kata Calvin yang menenangkan adiknya.


"Terlihat begitu jelas kalau Angelina sangat kecewa denganku, dia juga takut kalau aku akan merebut anak-anaknya," batin Aaron.


"Apakah hanya itu niatmu, datang ke sini untuk jalan-jalan?" tanya Cecillia.


"Aku tidak ada niat lain," jawab Aaron.


"Siapa yang bisa percaya dengan katamu, Silakan pergi!" kata Cecillia dengan tegas.


"Mama, Apakah Paman melakukan kesalahan sehingga Mama mengusir paman keluar?" tanya Chris.


"Chris, masuk ke kamarmu!" titah Cecillia.


"Mama, kalau paman melakukan kesalahan. biar aku yang mewakilinya meminta maaf," ucap Chris.


"Chris, untuk apa kamu minta maaf pada mama? Kamu tidak bersalah dan tidak ada hubungannya denganmu," ujar Cecillia.


"Chris, Mama tidak bertengkar dengan paman, Jangan sedih!" ujar Cecillia yang menyentuh wajah putranya.


"Calvin, aku pulang dulu!" pamit Aaron.


"Baiklah, ada waktu datang ke sini lagi!" jawab Calvin.


"Cecillia, Aku tidak ada niat lain, Hanya ingin datang melihatmu dan mereka," kata Aaron.


"Paman, Kapan datang lagi?" tanya Chris.


"Kalau mama mengizinkan, Paman akan datang," jawab Aaron dengan senyum.


"Mama, biasa Mama sangat lembut, Kenapa saat melihat Paman dingin ini Mama berubah seperti singa yang baru melahirkan?" tanya Nick dengan ceplas ceplos.


"Singa?" tanya Cecillia dengan nada sedikit kesal.


"Iya, Bibi Diana adalah serigala betina, Jadi, Mama adalah Singa yang tak kalah buasnya," jawab Nick dengan terus terang.


"Apa kamu bisa diam?" tanya Cecillia dengan menahan emosi.


"Setelah dipikirkan Paman dingin ini bagaikan Harimau, sedangkan Mama adalah Singa. Jadi, sangat serasi kalau dipadankan," ujar Nick yang membuat Calvin menahan tawa.

__ADS_1


"Maksud adik adalah, Paman dan Mama sangat serasi kalau bersama?" tanya Chris.


"Iya," jawab Nick.


"Langsung katakan saja pada intinya, Kenapa harus mengunakan nama hewan," kata Chris.


"Karena mereka sama-sama buas, Aum," jawab Nick sambil meniru auman singa.


"Siapa yang mengajarmu mengejek mamamu? Kamu sangat pintar ya," ujar Cecilla yang mencubit pipi putranya.


"Ha ha ha...," suara tertawa Calvin.


"Cecillia, Aku tahu kamu sulit percaya dengan kataku, Mereka...adalah milikmu selamanya," ujar Aaron sambil memandang sikembar.


"Kenapa ucapan Paman seperti ada arti yang tersirat?" tanya Chris.


"Tidak ada! Hanya sekadar ucapan biasa saja, Paman pulang dulu!" pamit Aaron.


Sesaat kemudian Aaron meninggalkan Apartemen.


"Chris, Nick, Kalian pergi main-main di kamar ya!"


"Iya, Paman," jawab mereka serentak dan menuju ke kamar.


"Cecillia, Duduklah!" titah Calvin.


"Kakak, Apa yang dia katakan pada anak-anak?" tanya Cecillia.


"Dia tidak memberi tahu yang sebenarnya, Karena dia sudah tahu kamu pasti akan marah. Hari ini Aku menyadari sesuatu darinya."


"Menyadari apa?" tanya Cecillia.


"Sifatnya yang arogan seperti hilang di hadapanmu, Hari ini dia mengalah padamu walau kamu mengusirnya. Aaron yang kukenal bukan tipe orang yang bisa diusik," jawab Calvin.


"Dia memang tidak berhak memaksaku, Aku melahirkan anak-anak ini tanpa dia," ujar Cecillia.


"Cecillia, Aaron memang tidak berhak dari sudut padanganmu, Tapi, dari sisi undang-undang dia memiliki hak sepenuhnya," jawab Calvin.


"Nick bisa merasakan kalau Aaron adalah ayah kandungnya," lanjut Calvin.


"Nick?"


"Iya, hubungan darah memang tidak bisa dihindari, Kenapa kamu tidak coba bertanya padanya. Kenapa dia melakukan itu padamu?"


"Dia bermesraan dengan wanita lain di depanku, Tapi, tidak menikahinya. Setelah aku pergi dia baru mencariku. Aku tidak tahu apa yang dia inginkan. Aku tidak bisa membaca sifafnya. Dia cepat berubah. Saat kami baru menikah dia sangat lembut dan setelah ke San Fransisco dia langsung berubah lagi," ungkap Cecillia yang masih kecewa.


"Cecillia, Apakah Aaron pernah menjalin cinta dengan wanita lain?"


"Tidak tahu, saat di depan mataku saja dia bisa begitu mesra pada wanita lain. Mana mungkin menjalin cinta," jawab Cecillia.

__ADS_1


"Kalian menikah karena hutang, Tapi, yang sebenarnya adalah dia menikahimu karena mencintaimu," ujar Calvin.


"Kenapa Kakak berkata seperti itu? kami menikah karena aku harus membayar biaya pengobatanku," ujar Cecillia.


__ADS_2