
"Bukankah kau sudah bisa bicara? bicaralah sekarang!" perintah Aaron dengan tatapan tajam sehingga menakutkan gadis itu yang tidak berani melihatnya.
"Kenapa di depanku malah terdiam?" tanya Aaron yang mendekati Angelina.
"Katakan sesuatu! bukankah kau sudah bisa bicara, kenapa aku tidak mendengarnya? kenapa orang luar yang harus mendengarnya dulu?" tanya Aaron dengan nada ketus.
"Sebut namaku!" perintah Aaron dengan tegas.
"Aa....ron," sebut Angelina.
"Apakah di saat menyebut namanya kau masih kesulitan atau hanya namaku?"
"Sa...ma," jawab Angelina yang terputus-putus.
Aaron menahan tengkuk Angelina dan bicara dengan jarak yang dekat dengan gadis itu," ingat, lain kali jangan bicara begitu akrab dengan orang lain, kau harus sadar dengan status sendiri!"
"I...ya," jawab Angelina yang sedikit cemas.
"Pergilah istirahat! dan jangan membuat aku semakin kesal!" perintah Aaron yang melepaskan tangannya dan duduk ke kursi besarnya.
Angelina yang ketakutan dengan sikap Aaron menyebabkan kakinya sulit untuk berjalan seakan sangat berat.
"Pergi! kenapa masih di sini!" perintah Aaron yang menatap tajam pada gadis itu.
Angelina berusaha melangkah dengan perlahan dan menuju ke pintu. Aaron sedang memperhatikan setiap langkah gadis itu yang sedikit kesulitan.
"Ada apa dengan kakimu?" tanya Aaron menghentikan langkah Angelina.
"Ha...nya ke...bas," jawab Angelina dengan alasan sambil melangkah.
Aaron bangkit dari tempat duduknya dan langsung mengendong gadis itu menuju ke kamar.
Angelina hanya bisa pasrah walau sedikit cemas dengan sifat majikannya yang selalu berubah.
Aaron mendudukan Angelina ke atas kasur dan kemudian mengurut kaki gadis itu.
Angelina yang terkejut ia ingin menarik kakinya, akan tetapi ditahan oleh Aaron.
__ADS_1
"Jangan bergerak!" titah Aaron yang sedang mengurut kaki gadis itu.
Selama sedang diurut Angelina curi memandang wajah majikannya itu yang terlihat sangat datar. tidak bisa dipungkiri kalau gadis itu tertarik pada majikannya itu. akan tetapi sifat pria itu yang tidak bisa ditebak sama sekali membuat Angelina lebih waspada.
"Kenapa dia tiba-tiba begitu baik dan lembut?" batin Angelina.
"Tu...an, aku bi...sa urut sendi..ri," ucap Angelina.
"Kau memanggilku apa?" tanya Aaron yang melirik tajam pada gadis itu.
"Tu...an!" jawab Angelina.
"Panggil namaku!" perintah Aaron dengan tatapan tajam sehingga membuat gadis itu tidak berani memandang matanya.
"Panggil namaku!" perintah Aaron.
"Aaron," ucap Angelina tanpa menatap majikannya.
"Lihat aku dan panggil namaku!" perintah Aaron yang sedikit kesal karena gadis itu yang tidak memandangnya.
"Aaron," sebut Angelina yang melihat ke arah pria itu.
"I-ya," jawab Angelina.
"Apa pun yang terjadi, aku ingin menjadi orang pertama yang mengetahuinya. karena aku adalah bosmu. dan jangan dekat-dekat dengan Darwine. kau harus sadar diri siapa statusmu di sini," kata Aaron yang bangkit dari tempat duduknya dan melangkah pergi.
"Tentu saja aku sadar, aku hanya pembantu dan barang murahan," batin Angelina.
Keesokan harinya.
Gigs mendatangi kediaman Aaron dengan niat buruk. tidak tahu apa lagi yang ingin pria itu lakukan.
"Tuan, Anda datang!" sahut Candy dengan sopan.
"Di mana kakakku?" tanya Gigs yang melihat sekeliling rumah.
"Tuan ada di ruang kerja!" jawab Candy.
__ADS_1
"Hm...aku penasaran kenapa dia tidak pernah keluar dari rumah, tapi bisa kaya," ujar Gigs yang melangkah masuk ke dalam.
"Tuan, saya mohon silakan menunggu di ruang tamu," kata Candy yang menghentikan langkah pria itu.
"Kamu hanya pembantu, dan tidak ada hak melarangku," ketus Gigs.
Angelina yang baru keluar dari ruang kerja majikannya, ia langsung menghampiri tamu yang tidak diundang itu.
"Hai, bisu. kamu masih bekerja di sini? oh...tidak...kamu adalah wanita Aaron yang bertugas melayaninya dengan tubuhmu. apakah dia belum bosan denganmu sehingga kamu bisa tinggal lama di sini?" tanya Gigs dengan senyum jahat.
"Si..lakan...tunggu di ru...ang tamu," ucap Angelina.
"Ternyata kamu tidak bisu lagi, hebat sekali. obat apa yang dia berikan padamu sehingga kau bisa bicara lagi? apakah kau menghisap sesuatu saat melayaninya?" tanya Gigs yang menyentuh wajah Angelina.
Angelina menepis tangan pria itu dengan kasar.
"Berani sekali kau melawan," bentak Gigs yang melayangkan tangan ingin menampar Angelina akan tetapi ditahan oleh Aaron yang tiba-tiba muncul.
"Apa yang kau lakukan di sini? apakah ingin menimbulkan keributan?" tanya Aaron yang mengenggam erat tangan adiknya itu.
Gigs merasakan sakit pada tangannya dan berusaha ingin melepaskan pegangan Aaron yang begitu kuat.
"Jangan bertindak sesuka hati saat di tempatku, kau tahu sifatku, kan? aku bisa melenyapkan tubuhmu di sini. sehingga tidak ada yang bisa mencari jasadmu," kecam Aaron yang melepaskan tangan pria itu dengan kasar.
"Angelina, apa kamu baik-baik saja?" tanya Aaron yang menyentuh wajah gadis itu.
"Aku baik-baik sa...ja," jawab Angelina.
"Pergi kerjakan tugasmu!" perintah Aaron yang ingin menjauhkan gadis itu dengan adiknya.
"Iya," jawab Angelina dengan patuh.
"Untuk apa kamu datang ke sini?" tanya Aaron pada adiknya itu.
"Kakak, jangan marah! aku hanya tidak menyangka gadis rendahan itu berani menghalangku," jawab Gigs.
"Gadis rendahan? apakah di matamu dia adalah gadis rendahan?"
__ADS_1
"Kalau bukan gadis rendahan, lalu apa lagi? dia hanya teman ranjangmu yang akan kamu buang kapanpun," jawab Gigs.
"Kalau kamu datang hanya untuk merendahkan orang, lebih baik kamu segera pergi sebelum aku menjadikan jasadmu sebagai santapan binatang buas!" kata Aaron dengan tegas.