
"Satu hal lagi, mengenai gajimu langsung dipotong bulanan. dan...setiap bulan kamu tidak akan menerima satu dollar pun gaji sama sekali. jangan lupa...dirimu bekerja hanya demi membayar hutangmu. tanpa bekerja hutangmu tidak akan bisa lunas," ujar Louis.
"Bukankah sama saja aku bekerja tanpa gaji?" batin Angelina.
"Makan dan tidur termasuk semua kebutuhanmu ditanggung oleh bos. apa kamu ada pertanyaan?" tanya Louis.
"Dia benar aku bekerja untuk melunasi hutangku, jadi mana mungkin ada gaji lagi. tapi bagaimana setelah hutangku lunas? bukankah sama saja aku tidak bisa pergi," batin Angelina.
"Kenapa kamu terdiam? apakah kamu tidak ingin mengetahui berapa gajimu?" tanya Louis.
Angelina menggangguk dengan pertanyaan asisten Aaron.
"Setelah lunas hutangmu, maka kau akan diberitahu berapa gajimu sebulan," kata Louis.
"Ambil seragam ini dan mulai bekerja, sebentar lagi bos akan turun dan sarapan. tugasmu menyiapkan sarapannya!" ujar Louis.
"Bukankah sama saja hanya mengambil kesempatan, bekerja tapi tidak ingin aku tahu berapa gajiku. bagaimana kalau sepuluh tahun ku di sini dan tidak lunas-lunas hutangku? apakah Aaron hanya ingin menindasku saja karena dia tahu aku tidak bisa kabur?" batin Angelina.
Di hari itu Angelina mulai melakukan tugasnya sebagai asisten pribadi Aaron. ia harus menyediakan makanan di dapur.
"Angelina," panggil Louis yang melangkah ke dapur.
__ADS_1
"Bos, sedang memanggilmu, siapkan pakaiannya sekarang juga!" perintah Louis.
Angelina langsung menuju ke kamar Aaron sesuai perintah Louis.
Setelah melangkah masuk ke kamar, Angelina langsung menuju ke ruang ganti pakaian. Aaron yang belum mengenakan kemeja ia sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Angelina yang melihat pria itu tidak memakai baju ia langsung berpaling dan ingin segera beranjak dari ruangan itu.
"Kemari!" titah Aaron yang melihat gadis itu melalui cermin.
Angelina yang canggung hanya diam berdiri di sana dan tanpa berpaling ke arah majikannya.
"Untuk apa kau berdiri sana? ambilkan kemeja yang berwarna maron!" perintah Aaron.
Angelina meletakan ke atas meja tanpa berani memandang Aaron yang bagian atas tubuhnya tanpa balutan apapun.
"Aku tidak menyuruhmu meletakan di sana, pakaian ke badanku!" perintah Aaron.
"A-apa? pakaikan? dia bukan anak kecil kenapa harus aku pakaikan bajunya," batin Angelina.
"Jangan diam saja! lakukan tugasmu sekarang! apa kau lupa apa tugasmu? kau harus melayaniku dan menyediakan semua kebutuhanku!"
__ADS_1
Angelina mengeluarkan note dan menulis sesuatu kemudian menunjukan kepada Aaron.
"Perjanjiannya tidak termasuk aku harus membantumu memakai baju!"
"Baru hari pertama saja kau sudah berani melawan," ujar Aaron yang semakin mendekati Angelina yang tanpa melihat ke arahnya. gadis itu sangat canggung sehingga hanya menunduk.
"Jangan menunda lagi! pakaian bajuku sekarang juga!" perintah Aaron yang melempar kemejanya ke arah Angeline.
Aaron mengangkat dagu gadis itu, dan kemudian menatapnya dengan jarak yang sangat dekat dan berkata ,"Kalau hanya ini saja kau tidak bisa, bagaimana kau ingin melunaskan hutangmu. jangan lupa...kau harus patuh dengan semua perintahku!"
"Pakaikan bajuku sekarang! atau kalau kau menolak. aku akan segera mengantarmu ke keluargamu," kecam Aaron.
Angelina yang sangat malu, masih memejam matanya.
"Apakah kau malu? untuk apa kau malu? buka matamu dan lihat aku. kau harus membiasakan apa saja yang kau lihat. karena sebagai asisten harus terbiasa dengan semua yang kuperintahkan," kata Aaron yang semakin dekat dengan gadis itu.
Angelina hanya bisa membuka matanya dengan perlahan dan kemudian mengambil kemeja itu. ia memasukkan tangan majikannya ke lengan baju dengan menunduk malu dan tidak berani menatap mata pria itu.
"Gadis ini di saat malu, wajahnya sangat mengemaskan," batin Aaron.
Gadis itu hanya bisa pasrah melaksanakan tugas atas perintah Aaron.
__ADS_1
Saat Angelina mengancing kemeja majikannya, Aaron sedang fokus melihat gadis itu dengan jarak yang sangat dekat sehingga gadis itu canggung dan tangannya yang gemetar.