Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Demam


__ADS_3

Aaron mengabaikan permintaan istrinya dan melanjutkan hentakan dengan cepat dan menikmati puncak kenikmatan kedua kali.


"Sudah! hentikan!" pinta Angelina lagi-lagi diabaikan oleh suaminya yang sedang menikmati goa sempit miliknya.


Pria itu yang hasratnya mengebu-ngebu tidak cukup hanya sekali dia menikmati tubuh istrinya itu, setelah mencapai puncak berulang kali ia masih melanjutkan gerakannya.


Angelina harus menanggung perih akibat gerakan suaminya yang cukup lama di dalam sana.


"Hentikan!" pinta Angelina.


"Aku tidak akan berhenti di saat aku belum puas," jawab Aaron yang masih mencium bibir istrinya sambil melakukan pergerakan di bawah sana.


Dua buah dada yang menonjol itu ikut terguncang-guncang oleh setiap hentakan dari suaminya. Angelina kewalahan karena telah satu jam lamanya ia melayani suaminya itu.


"Sudah! Tolong hentikan!" pinta Angelina yang diabaikan oleh suaminya yang sedang menikmati goa sempit miliknya itu.


Aaron berulang kali mencapai puncak kenikmatan. Akan tetapi membuatnya masih tidak puas sehingga melakukan lagi dan lagi.


Aaron kecanduan pada wanita itu, sehingga dia tidak kewalahan, ia melakukannya lagi hingga puluhan kali pelepasan. ia merasa sangat nikmat karena pusakanya berada didalam goa yang sangat sempit sehingga membuatnya kecanduan.


Tentu saja Aaron hanya kencanduan pada wanita yang dia paling cintai. sehingga tidak ingin melepaskan istrinya di malam itu, dan berulang kali ia menikmati tubuh seksi dan goa sempit yang membuat adiknya selalu dalam keadaan bangun.


Aaron mencapai puncak kenikmatan, dan dirinya masih belum puas lagi. ia melakukan lagi gesekan itu. Angelina walau tidak ingin dia hanya bisa membiarkan bagian terpentingnya dinikmati oleh suaminya itu berulang kali.


Setelah mencapai puncak ke sekian kalinya Aaron menghentikan aksinya, ia menarik keluar pusakanya yang sudah puas dan mencium bibir istrinya itu.


"Apakah sudah bisa lepaskan aku?" tanya Angelina yang kewalahan.


"Selamanya kau hanya bisa di sisiku, Apakah kau mengerti," jawab Aaron yang kemudian mengendong istrinya menuju ke kamar mandi.


Mereka mandi bersama dan berdiri di bawah air shower. Aaron mencium bibir istrinya dan memeluk tubuh Angelina yang tanpa balutan apapun.


Kini wanita mulai pasrah dan tidak melawan sama sekali.


"Jangan!" pinta Angelina yang melepaskan ciuman karena suaminya karena ia merasakan senjata suaminya lagi-lagi menegang.


"Apakah kamu tahu tanggung jawabmu sebagai istri di saat suamimu menginginkannya," kata Aaron yang mendorong istrinya hingga ke tembok.


Sebelah kaki Angelina di naikan oleh Aaron yang ingin memasukan senjatanya ke dalam goa sempit itu.


"Aarrhh..." jeritan Angelina yang merasakan gesekan benda keras itu yang masuk ke dalam vagi.nanya.


"Aku ingin menikmatimu sehingga kau lemas," ucap Aaronrl dengan senyum dan sedang melakukan gesekan tanpa berhenti.


Aaron melakukan semakin cepat gerakannya hingga mencapai puncak kenikmatan dan kemudian ia melanjutkan aksinya.mereka melakukan selama satu jam di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Jam dinding menunjukan pukul 02.00.


Aaron masih belum memejamkan matanya. Ia sedang duduk di sofa sedang menikmati minuman favoritnya dan sambil membaca sebuah pesan dari laptop. Sebuah pesanan dari seorang wanita yang bernama Kelly.


["Aaron, Aku sangat tidak percaya ketika mendapat informasi bahwa kamu menikah hari ini, Bukankah dulu dirimu mengatakan tidak akan menikah dan hanya ingin fokus pada adikmu dan bisnismu!"]


["Sudah waktunya aku menikah, Nana sudah meninggal!"]


["Kalau kamu ingin menikah seharusnya kamu mendatangi aku, Bukan langsung menikah dengan wanita lain..Kamu bukan pria yang mudah tergoda. Apa kelebihan dia?"]


Tidak lama kemudian Aaron menutup laptopnya dan bangkit dari tempat duduknya. Ia melepaskan jubah tidurnya dan berbaring di samping istrinya yang sedang tidur pulas.


Keesokan harinya.


Angelina tiba-tiba berkeringat dingin yang membasahi wajahnya. Ia kelihatan sangat menderita dan dalam kondisi setengah sadar.


Aaron yang sudah bangun duluan ia sedang mandi. terdengar suara air berjatuhan di kamar mandi.


Tidak lama kemudian Angelina membuka matanya. Saat ia ingin bangkit dan berubah posisi duduk. Ia kesakitan pada bagian intinya karena harus melayani suami selama berjam-jam..


"Perih sekali, Pinggangku juga sakit," gumam Angelina. Karena tubuhnya yang tidak sehat Angelina berbaring kembali ke kasur empuknya dan menarik selimut menutupi tubuhnya.


Beberapa saat kemudian Aaron keluar dari kamar mandi. Ia menghampiri istrinya yang sedang berkeringat dingin.


"Angelina, Ada apa denganmu?" tanya Aaron yang menyentuh bagian dahi suaminya.


"Kamu demam! aku akan memanggil dokter," ujar Aaron yang khawatir. Ia langsung menghubungi pihak hotel.


"Panggilkan dokter yang terbaik sekarang juga," kata Aaron.


"Baik, Tuan!" jawab seorang pria yang di seberang sana.


"Angelina, Minum air dulu!" ujar Aaron yang memberikan segelas air putih.


Angelina bangkit dan dibantu oleh suaminya.


"Kenapa kamu bisa tiba-tiba demam?" tanya Aaron.


"Kalau bukan karena kamu mana mungkin aku bisa demam dan sakit pinggang," jawab Angelina dengan kesal dan berbaring membelakangi suaminya.


Aaron langsung memeluk istrinya dari belakang dan mencium wajah istrinya.


"Jangan menciumku, Aku sedang tidak sehat," kata Angelina dengan nada kesal.


"Ha ha ha...Ternyata istriku sudah bisa emosi," bisik Aaron di telinga istrinya.

__ADS_1


"Jangan mengusikku!" ujar Angelina.


"Apakah pinggangmu sakit?" tanya Aaron yang menyentuh bagian istrinya.


"Iya," jawab Angelina.


"Bagaimana kalau aku memijatnya."


"Tidak perlu!"


"Aku adalah suamimu, Jadi, Tidak perlu khawatir! Kalau tidak, malam ini bagaimana kamu melayaniku," ucap Aaron yang sengaja mengusik istrinya.


"Dasar mesum!" ketus Angelina menepis tangan suaminya.


Beberapa saat kemudian dokter memeriksa kondisi Angelina yang sedang demam.


"Dokter, ada apa dengan istriku?" tanya Aaron.


"Hanya kewalahan dan masuk angin, Bukan masalah besar," jawab Dokter.


"Berikan vitamin yang terbaik!" pinta Aaron.


"Iya, Jangan lupa banyak istirahat dan minum banyak air putih," kata Dokter.


"Iya, terima kasih. Dokter!" ucap Angelina.


"Sama-sama!" ucap dokter itu yang berlalu pergi.


"Setelah kamu sembuh, Kita berangkat ke San Fransisco," ucap Aaron yang duduk di samping istrinya.


"Kenapa aku harus ikut?"


"Kamu adalah istriku, Tidak mungkin kamu tidak ikut," jawab Aaron.


"Kalau kamu ada urusan bisnis, Aku hanya akan menganggumu!"


"Bukan bisnis, tapi tempat perkumpulan dengan teman-temanku!"


"Perkumpulan? Apakah kamu mafia?" tanya Angelina.


"Tentu saja, Bukan! aku adalah pebisnis yang legal," jawab Aaron.


"Kenapa kamu begitu kejam sehingga bisa membunuh orang?" tanya Angelina.


"Selama ini aku harus melindungi diri dan adikku, Oleh sebab itu aku harus bersikap kejam," jawab Aaron.

__ADS_1


"Apakah suatu saat kamu akan membunuhku juga?"


"Kenapa aku harus membunuhmu? Asalkan kamu tetap setia padaku. Maka, aku akan tetap menyayangimu," jawab Aaron yang mencium bibir istrinya.


__ADS_2