
Diana berusaha melawan Cecillia yang sedang menekan kepalanya ke dalam air. Usahanya sia-sia akibat kalah tenaga karena posisinya di dalam air tersebut. Cecillia yang sedang emosi menarik rambut kakaknya dan kemudian menekannya lagi ke dalam kolam itu.
"Kenapa kau selalu saja menyakitiku? Apa hutangku padamu? Karena ulahmu aku sudah menderita hingga menjadi bisu selama enam tahun. Aku dihina dicaci maki semuanya karena kamu. Tapi, kamu masih tidak puas dan ingin menyakiti anak-anakku. Sebenarnya kamu adalah binatang atau manusia," bentak Cecillia yang berulang kali menarik rambut wanita itu dan menekan lagi ke dalam air.
Wanita itu tidak berdaya dan tangannya berusaha melawan akan tetapi sia-sia.
Tidak lama kemudian Ronald dan istrinya menuju ke samping rumah mereka dan melihat keributan yang terjadi.
"Cecillia, ada apa ini?" tanya Nella yang melihat Diana ditekan ke dalam air berulang kali.
"Kakek, Nenek, bibi tadi ingin membunuh kami," kata Nick yang berlari menghampiri Nella.
"Apa?" tanya Nella hampir tidak percaya.
"Kakek, bisa periksa kamera cctv nya," ujar Chris yang menunjuk ke arah kamera yang pasang di sudut samping rumah yang menghadap ke kolam berenang.
Satu jam kemudian
Mereka semua telah berkumpul di ruangan keluarga. Calvin telah kembali dan melihat rekaman kejadian itu. Ronald semakin kesal dan emosi pada putrinya itu.
Plak...
Tamparan keras yang dilayangkan olehnya sehingga membuat putrinya terkapar.
"Aarrgh!" Tamparan keras dari Ronald menyebabkan wajah putrinya kemerahan dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Dua nyawa hampir hilang karena ulahmu, Apa alasannya kamu harus membunuh anak yang tidak berdosa? Kenapa kamu sering melakukan kesalahan?" bentak Ronald.
"Selama ini kalian selalu saja berat sebelah, Anakku tidak kalian anggap, di mata kalian semua hanya mereka," jawab Diana yang merujuk pada sikembar.
"Diana, karena masalah anak saja kau tega melakukan itu, Apakah kamu tidak berpikir dengan waras, Chris dan Nick adalah keponakan kita. Kenapa kamu harus membunuh mereka? Mereka adalah anak-anak yang manis dan pintar. Apakah kamu tidak memiliki perasaan sama sekali," ujar Calvin.
"Posisiku diganti dari Manager menjadi karyawan biasa, dan sekarang Cecillia memindahkan aku ke bagian gudang. Apakah Kakak tidak tahu? Jangan karena dirinya adalah Wakil Direktur sehingga dia merasa berhak memindahkan aku!" bentak Diana yang berdiri.
"Aku sudah tahu semuanya, Sebelum Cecillia mengambil keputusan, Cecillia sudah berunding denganku. Dia berhak membuat keputusan ini karena dia adalah Wakil Direktur," jawab Calvin.
__ADS_1
"Mulai hari ini kau bukan dari bagian dari keluarga ini lagi," kata Ronald dengan tegas.
"Pa..."
"Kenapa, kau masih tidak puas? Setelah melakukan kesalahan besar, Kau masih saja tidak sadar diri. Sejak Chris dan Nick dilahirkan kau selalu selalu saja tidak puas dengan mereka. Kenapa aku tidak menganggap anakmu...karena kamu sama sekali tidak tahu asal usul anak itu," bentak Ronald.
"Kakek, Apakah karena kami tidak punya papa, Makanya bibi menganggap kami anak haram dan anak sampah?" tanya Nick yang sengaja.
"Nick, kalian adalah anak yang baik, bukan anak haram atau anak sampah, Jangan pedulikan dengan ucapan dia," jawab Nella.
"Diana, kamu tidak berhak untuk menghina mereka, Mulai hari ini aku putuskan hubungan denganmu. Jangan pernah menginjak kakimu ke dalam rumah ini lagi. dan jangan sampai aku membuangmu ke tempat terpencil," ketus Ronald.
"Ma...," tangisan Diana yang meminta pembelaan dari ibunya.
"Mama tidak bisa melakukan apa-apa, Diana, terus terang mama juga sangat kecewa padamu. Mama melahirkan tiga orang anak. dan hanya kamu yang berbeda dengan kakak dan adikmu. Selalu saja melakukan sesuatu yang menyakiti adikmu. Hari ini sikembar juga menjadi sasaranmu. Andaikan kalau kamu masih bebas keluar masuk rumah ini...cepat atau lambat akan ada yang meninggalkan karena ulahmu," ujar Nella yang telah putus asa.
"Apakah Mama tega aku diusir?" tanya Diana.
"Kenapa kamu tega pada anak kecil yang tidak bersalah? Mereka tidak menyakitimu. Karena hatimu yang iri sehingga membuatmu semakin lama semakin terjerumus," ucap jawab Nella.
Calvin menarik lengan adiknya dengan erat.
"Aku tidak mau keluar dari sini, Papa dan Mama jangan lupa kalau di tubuhku mengalir darah kalian," teriak Diana sambil meronta-ronta.
"Andaikan bisa, Aku ingin putuskan hubungan darah ini, Mulai saat ini kamu bukan bagian dari keluarga ini. Calvin, umumkan masalah ini ke media. Agar semua orang tahu kalau dia bukan putriku lagi. Aku tidak mau kalau dia menimbulkan masalah di luar sehingga melibatkan kita!" perintah Ronald dengan tegas.
"Ada lagi! Semua barang miliknya ditarik kembali! Villa, Mobil dan rekeningnya dibekukan!" perintah Ronald.
"Baik, Pa," jawab Calvin yang menarik adiknya dengan paksa.
"Lepaskan tanganmu! Jangan berharap bisa mengusirku keluar dari sini," teriak Diana.
Calvin menarik wanita itu hingga keluar dari rumahnya.
"Kakak, Kalian tidak bisa putuskan hubungan dengan ku begitu saja," bentak Diana.
__ADS_1
"Kenapa tidak bisa? Apakah kamu tahu, sekarang kamu lebih mirip seorang pembunuh. Aku tidak ingin suatu saat kamu menimbulkan masalah baru dan membuat papa dan mama darah tinggi karena kamu," jawab Calvin yang menutup pintu utamanya.
Chris yang melihat Ronald sedang mengelus dada ia langsung menghampiri kakeknya.
"Kakek," seru Chris yang memegang tangan Ronald.
"Iya, Chris," jawabnya yang melihat cucunya itu.
"Jangan bersedih! Mungkin suatu saat nanti bibi akan sadar dengan kesalahannya sendiri," kata Chris yang membujuk kakeknya.
"Chris, apakah kamu marah pada bibimu?" tanya Ronald.
"Bukan marah, Tapi, merasa sifatnya sangat menakutkan. Dia bisa membunuh orang tanpa memandang hubungan kita," jawab Chris.
"Chris, Nick, Maafkan Kakek karena kejadian yang kalian alami tadi, Untung saja mama kalian cepat pulang," ucap Ronald.
"Kakek, Jangan sedih lagi, Walau serigala itu sudah pergi, Kakek dan Nenek masih memiliki Paman, Mama, Aku dan Kakak. Jadi, Kakek tidak akan kesepian sama sekali," ujar Nick.
"Sayang, apa kamu tidak takut?" tanya Cecillia pada Nick.
"Tidak takut, Ma. Aku dan kakak adalah anak laki-laki. Kalau kami takut, kami mana bisa melindungi keluarga kita lagi. Kami hanya kalah tenaga saja. Kalau kepintaran... serigala betina itu masih kalah jauh," jawab Nick.
"Mama, Terima kasih karena sudah menyelamatkan kami! Aku berjanji akan menjadi anak yang berbakti," ucap Chris.
"Chris dan Nick yang pintar," ujar Cecillia.
"Pa, Ma, bagaimana kalau kita sama-sama ke Los Angeles!" ajak Calvin.
"Betul kata Kakak, Papa dan Mama ikut kami pergi, Ya!" ajak Cecillia.
"Kalian saja yang pergi, Bawalah dua anak ini jalan-jalan dan belikan saja apa yang mereka suka!" jawab Ronald.
"Papa dan Mama belum pergi bulan madu, Kenapa tidak ikut?" tanya Calvin.
"Kami sudah tua dan ingin istirahat saja, kalian adalah anak muda, pergilah liburan!" jawab Nella.
__ADS_1