Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Rasa Kehilangan


__ADS_3

"Nyonya tidak pernah bahagia, di mana pun dia berada dia selalu menangis," jawab Louis.


"Kamu melihatnya menangis, kapan?"


"Sebelum kita datang ke San Fransisco, Bos, sebenarnya nyonya dia mencintai Anda," jawab Louis.


"Mencintaiku? dia pernah menolak menikah denganku, Dia juga tidak bahagia dengan hubungan ini. baginya hanya untuk membayar hutangnya," kata Aaron.


"Bos, aku tahu aku tidak seharusnya ikut campur. Tapi, aku telah melihat semuanya. nyonya selama ini hanya berusaha tegar padahal dia sangat lemah. dia selalu diam-diam menangis di belakang Anda," ungkap Louis.


"Kalau kamu melihatnya, kenapa kau diam saja?"


"Aku sadar siapa aku di sini, Oleh karena itu aku tidak bisa ikut campur. apa lagi Bos sering menyakitinya. dan tentu Bos juga sangat membencinya," jawab Louis.


"Apakah kelihatan kalau aku membencinya?"


"Iya, karena selama ini Bos selalu mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan perasaan nyonya," jawab Louis.


"Bos, maafkan aku kalau aku ikut campur. andaikan kalau Bos tidak mencintainya biarkan saja dia bebas."


"Kenapa sekarang kamu ikut campur masalah pribadiku?" tanya Aaron.

__ADS_1


"Bukan itu maksudku, Bos. aku hanya tidak ingin melihat Bos dan nyonya saling menyakiti," jawab Louis.


"Apa pun yang terjadi aku ingin mendapatkan dia kembali, Walau aku harus membongkar seluruh kota San Fransisco. Jangan pernah berhenti mencari wanita itu sampai kapan pun," kata Aaron dengan tegas.


"Baik, Bos. aku akan mengutuskan lebih banyak anggota!"


"Rumah sakit, Hotel, Apartemen dan semua tempat di awasi setiap hari. Pelabuhan, bandara dan jalan keluar masuk kota harus diperiksa agar dia tidak bisa lolos!" Perintah Aaron.


"Nyonya tidak memiliki uang, Jadi, aku yakin dia pasti tidak akan bisa tinggalkan tempat ini," ujar Louis.


"Kalau dia ingin lari dariku, dia pasti akan memikirkan cara untuk tinggalkan San Fransisco," kata Aaron.


"Baik, Bos!"


Sesaat kemudian Louis beranjak dari ruangan atasannya itu. raut wajah Aaron berubah saat mengingat kembali kata-kata anggotanya itu.


"Dia tersiksa? setelah menikah denganku dia tidak pernah senyum, Mencintaiku? andaikan kalau dia mencintaiku, Mana mungkin dia menolakku," gumam Aaron.


"Ini cocok untukmu, Cukup seksi dan kalau kamu memakainya besok malam. aku yakin semua mata pasti akan berfokus padamu," ucapannya saat bersama Kelly dan Angelina. Aaron mengingat kembali di saat ia yang sengaja menyakiti istrinya.


"Benarkah?"

__ADS_1


"Tentu saja benar! wanita secantikmu pria mana yang tidak suka."


"Tuan, istri Anda sangat cantik. Anda sangat pintar memilih."


"Benarkah? Berarti aku sangat beruntung karena menikahi dia."


"Kelly, beli saja gaun yang ku pilih untukmu!"


"Baiklah, karena kamu yang pilih aku akan memakainya besok."


"Aku akan membantumu memilih beberapa gaun yang lainnya!"


"Setelah apa yang aku katakan saat itu, Angelina langsung pergi dan tidak pernah kembali lagi. semua ucapanku memang sengaja menyinggungnya. Aku tidak menyangka karena perbuatanku membuatnya pergi begitu saja," batin Aaron.


"Angelina, di luar sangat dingin, saat kamu pergi kamu tidak membawa uang dan pakaian. Kota se-luas ini ... apakah ada tempat untukmu berlindung? selama kau bersamaku. Aku sengaja tidak memberimu uang untuk membalas dendam. karena kamu pernah menolak menikah denganku. Seharusnya aku gembira kalau kamu menderita. Tapi, sekarang aku harus kehilanganmu," batin Aaron.


Di sisi lain Angelina masih belum bisa memejamkan matanya. Air matanya membasahi wajahnya yang polos tanpa Make up.


"Apakah dia akan mencariku? Tidak mungkin dia khawatir kalau aku tidak pulang. saat ini dia pasti sedang bersenang-senang dengan Kelly. Setiap tahun ulang tahun ku sangat menyedihkan. di saat orang-orang merayakan dengan keluarga, teman dan saudara mereka. aku hanya sendirian dalam kesedihan yang tidak pernah berakhir. Untuk apa aku hidup? aku tidak memiliki siapa-siapa lagi. Untuk sementara aku hanya bisa tetap bekerja di sini. mudah-mudahan aku tidak diusir," batin Angelina.


Hampir setahun author tidak menulis karya baru. Jangan lupa mampir sambil menunggu up, ya kak.🤗🤗🤗🤗

__ADS_1



__ADS_2