Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Bertengkar


__ADS_3

Selama beberapa hari Aaron merawat istrinya yang demam di hotel yang mereka tempati, Pria itu dengan penuh perhatian menyuapi istrinya yang sedang makan.


"Aku bisa melakukan sendiri," ujar Angelina.


"Jangan banyak bergerak! Habiskan makanannya!" jawab Aaron.


"Kenapa kita tidak pulang saja dan kenapa tinggal di sini terus?" tanya Angelina.


"Setelah kamu sembuh kita baru pulang," jawab Angelina.


"Padahal rumah tidak jauh dari hotel. Untuk apa sewa kamar hotel yang mahal ini lagi!"


"Tinggal di hotel tidak akan membuatku bangkrut," ucap Aaron.


"Aku sudah kenyang, Laptopmu dari tadi berbunyi terus. Mungkin ada yang mengirim pesan untukmu," kata Angelina.


"Biarkan saja! Kalau urusan bisnis Louis yang akan mengurusnya," jawab Aaron.


"Minggu depan kita akan San Fransisco," ucap Aaron.


"Apakah kita akan tinggal lama di sana?"


"Tergantung! Anggap saja kita sedang bulan madu," jawab Aaron.


Satu jam kemudian.


Siang itu Aaron sedang mandi, sementara Angelina turun dari tempat tidurnya. Ia berjalan dan duduk di sofa yang di mana laptop suami sedang letak di meja depannya. bunyi Laptop berterusan karena ada pesan yang masuk.


Mata Angelina berlalak kaget melihat nama seorang wanita yang mengirim pesan kepada suaminya.


["Aaron, kapan kamu ke San Fransisco? Aku ingin bertemu denganmu! Aku tidak percaya kamu menikah dengan seorang wanita dari kalangan biasa."]


["Apakah kamu tahu, Aku mencintaimu, dan ingin sekali bertemu denganmu lagi."]


"Baru menikah saja sudah ada wanita lain yang mengutara cinta padanya, ternyata semua pria sama saja. Apa bedanya dia dengan Alex Hamilton," ucap Angelina.


Tidak lama kemudian Aaron keluar dari kamar mandi dengan kondisi rambut yang basah. pria itu mengunakan handuk mengeringkan rambutnya.


"Kenapa kamu tidak istirahat?" tanya Aaron yang berjalan menghampiri sofa dan duduk di samping istrinya.


"Kenapa kamu tidak menikahinya saja dan malah menikahiku?" tanya Angelina yang memandang ke arah laptop yang di depan matanya.


"Kenapa aku harus menikahinya? Apakah kamu mengira dia ada hubungan denganku?" tanya Aaron yang membuka pesan wanita itu di depan istrinya.


"Aku hanya tidak ingin dianggap sebagai pemisah kalian," jawab Angelina yang bangkit ingin beranjak dari sofa akan tetapi ditahan oleh suaminya.


"Apakah kamu mengira dia adalah pacarku?"


"Aku tidak tahu karena aku tidak ingin menebak sembarangan," jawab Angelina.


"Kalau aku mengatakan bahwa Kelly adalah tunanganku, Apakah kamu marah?" tanya Aaron yang sengaja menguji.

__ADS_1


"Bukan urusanku, Bukankah kamu menikahiku karena dendammu? Jadi, aku tidak perlu peduli hubunganmu dengan wanita lain," jawab Angelina dengan sengaja.


"Apa maksudmu dengan perkataanmu itu?" tanya Aaron yang sedikit kesal.


"Bukankah itu tujuanmu? Aku tidak peduli kamu ingin berhubungan dengan siapapun, Yang penting jangan melibatkan aku!" ucap Angelina.


"Apakah di hatimu berpikir seperti itu? Dengan siapapun aku berhubungan kamu tidak peduli?" tanya Aaron.


"Iya, Karena kamu menikahiku juga karena ada niat lain,"jawab Angelina.


"Baiklah, betul katamu, Aku menikahimu memang hanya karena dendam, Setelah aku bosan aku bisa menceraikanmu kapanpun. Mengenai wanita lain kamu tidak perlu ikut campur!"


"Aku juga tidak ingin ikut campur, Terserahmu kalau kamu ingin berhubungan dengan wanita lain," ketus Angelina.


Klek..


"Tuan, Nyonya, makanan sudah siap," seru seorang pelayan yang baru melangkah masuk.


"Diam!" bentak Aaron dan Angelina yang memandang ke arah pelayan itu.


"Angelina Hamilton, Ingat dengan status sendiri, Selain sebagai istriku kamu hanya seorang yang berhutang denganku," ketus Aaron.


"Aku sangat sadar diri, dan aku masih ingat kalau aku hanyalah seorang yang berhutang padamu. Aku bukan istri yang tidak tahu diri," jawab Angelina.


"Maaf! Makanan ini...," ucap pelayan yang terhenti.


"Kamu saja yang makan sendiri!" bentak Aaron dan Angelina yang memandang ke arah pelayan itu.


Sesaat kemudian Angelina melangkah keluar dari kamar itu karena kesal dengan suaminya itu.


"Ingin mencari selingkuhan baru," jawab Angelina dengan kesal.


"Berdiri di sana! Kalau kamu pergi jangan pernah kembali!" bentak Aaron.


"Kalau begitu kamu tidak usah peduli," balas Angelina yang kemudian meninggalkan kamar itu.


"Kau...," ucap Aaron yang terhenti.


"Kenapa kamu masih di sini? Pergi sana!" bentak Aaron pada pelayan itu.


"Iya," jawabnya yang meninggalkan kamar itu.


"Bukankah mereka adalah pasangan baru? Kenapa bisa bertengkar di hari kedua," batin pelayan itu.


"Baru menikah saja sudah berani melawan," ucap Aaron yang mengusap wajahnya.


Angelina yang kesal ia berjalan menuju ke Lobby dan duduk di sana.


"Kenapa aku harus menikah dengan pria yang seperti ini?" gumam Angelina.


"Nona, permisi!" seru seorang pria yang menghampiri Angelina.

__ADS_1


"Iya, ada apa?" tanya Angelina.


"Aku ingin bertanya, Di mana kamar 968?" tanya pria dengan sopan.


"Di lantai paling atas," jawab Angelina dengan asal-asalan karena sedang kesal.


"Terima kasih!" ucap pria itu yang berlalu pergi.


"Aneh sekali, ingin mencari kamar tapi malah bertanya padaku," gumam Angelina.


Pria itu kemudian berjalan pergi sambil memandang ke belakang. Tidak ada yang tahu siapa pria itu sebenarnya.


Setelah masuk ke dalam lift pria itu menghubungi seseorang.


"Hallo, dia masih tinggal di hotel, dan istrinya sedang duduk di lobby," ucap pria itu dengan seseorang yang di seberang sana.


"Apakah pria itu tidak ada orang yang melindunginya?"


"Tidak ada! Mereka adalah pengantin baru, Mana mungkin bisa diganggu."


"Jumpai dia dan bawa dia ke hadapanku!"


"Bagaimana dengan istrinya?"


"Anak buah kita sedang menunggu perintahmu, Asal kamu bersuara maka mereka akan bertindak," jawab pria itu yang di tempat lain.


"Baik!"


Di saat Angelina sedang duduk di sana, Datanglah dua orang pria yang mengenakan pakaian yang rapi dan menghampirinya.


"Nona," sapa salah satu dari mereka.


"Iya," jawab Angelina.


"Pihak hotel mentraktir makan kepada seluruh tamu di sini, Anda bisa ikut dengan saya," ucap pria itu dengan sopan.


"Di mana?" tanya Angelina.


"Di lantai tiga," jawab salah satu pria itu.


"Nona, silakan ikut dengan kami! kami akan membawa Anda ke sana," ucap pria itu.


"Tapi, aku baru selesai makan. Dan belum lapar!" jawab Angelina.


"Masa traktir hanya sampai pukul 17.00. Setelah itu tidak ada kesempatan lagi," kata pria itu yang berusaha membujuk Angelina.


"Kenapa yang lain tidak pergi?" tanya Angelina yang melihat beberapa tamu hotel yang masih berkumpul di Lobby.


"Tidak semua orang yang mendapatkan keberuntungan ini, Apa lagi Anda adalah pengantin baru. Oleh sebab itu pihak hotel ingin mentraktir Anda!"


"Aku ingin mengajak suamiku makan bersama," kata Angelina yang bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


"Karyawan kamu sudah pergi ke kamar Anda, Untuk mengundangnya. dan nona akan segera bertemu dengan suami Anda sebentar lagi!"


"Sudah aku menikah kenapa masih memanggil aku nona?" batin Angelina.


__ADS_2