Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Chris Bersedih


__ADS_3

"Paman, apakah bisa jadikan paman tadi sebagai papaku?" tanya Chris dengan berharap.


"Chris, Jangan bicara seperti itu kalau di depan mamamu!"


"Tapi, Aku hanya ingin paman itu menjadi papaku!" ujar Chris yang mengeluarkan air mata.


"Chris, Apakah kamu tidak suka kalau paman Zean yang menjadi papamu?"


"Tidak suka, aku dengan paman Zean tidak terlalu suka" jawab Chris.


"Paman Zean sangat baik pada mamamu," kata Calvin.


"Tapi, aku tidak setuju kalau mama bersama paman Zean. Aku berharap mama bersama dengan paman tadi!" jawab Chris.


"Sudahlah, Jangan diungkit lagi! mari kita ke mobil!" ucap Calvin yang mengendong anak itu.


Mansion Davidson.


Aaron duduk di ruangan pribadinya dengan termenung. Ia mengingat kembali wanita yang dia temui. Serta Chris yang memanggilnya dengan sebutan papa.


"Apakah selama ini dia tinggal di Los Angeles? anak itu...kenapa aku merindukan dia," batin Aaron yang melihat telapak tangannya karena ingat dengan Chris.


Louis yang memperhatikan atasannya yang hanya diam sejak pulang tadi, ia pun memasuki ruangan itu.


"Bos, apakah terjadi sesuatu?"


"Aku melihatnya," jawab Aaron tanpa memandang anggotanya itu.


"Siapa?" tanya Louis.


"Angelina...dia bersama dengan suaminya dan anaknya..penampilannya sudah berubah. Aku hampir tidak percaya kalau dia adalah istriku yang aku cari selama ini," jawab Aaron.


"Nyonya ada di sini?"


"Dia baru tiba dan suaminya sedang menunggunya. Aku tidak tahu siapa pria itu. Louis, selidiki data Angelina! Aku ingin tahu di mana alamatnya dan kehidupannya selama ini!" perintah Aaron.


"Baik, Bos," jawab Louis.


"Bos, Apa rencana Anda? Apakah ingin membawa nyonya kembali?"


"Sudah pasti, Aku telah mencarinya selama ini, Mana mungkin aku mengalah pada pria itu," jawab Aaron.


"Tapi, dia sudah memiliki seorang anak dengan suaminya," kata Louis.


"Aku tidak peduli dia memiliki berapa orang anak, Bila perlu anaknya juga kurebut," jawab Aaron.


"Setelah sekian lama sifat bos masih tidak berubah, bukan hanya istri orang saja, Bahkan, anak orang juga ingin direbut," batin Louis.

__ADS_1


"Pergi lakukan tugasmu!" perintah Aaron.


"Baik, Bos. Aku akan menyelidikinya sekarang juga," jawab Louis yang kemudian beranjak dari sana.


Di sisi lain Cecillia dan Calvin tinggal di sebuah apartemen mewah yang memang telah dibeli oleh Calvin sebelumnya


"Kakak, pemandangan di sini sangat indah. Bisa melihat gedung-gedung tinggi di ruangan depan. Sementara di kamar kita bisa melihat lautan," kata Cecillia.


"Karena bisa menikmati pemandangan indah, Makanya aku membeli apartemen ini," ujar Calvin yang kemudian duduk di sofa.


"Di mana sikembar?" tanya Calvin.


"Mereka sedang di kamar, sejak pulang Chris hanya diam saja, Mungkin dia mengantuk. Setelah tiba...dia langsung masuk ke kamar," jawab Cecillia.


"Ternyata begitu."


"Tidak tahu kenapa Nick tiba-tiba murung, Makanya dia ikut kakaknya masuk ke kamar," lanjut Cecillia.


"Mereka berdua memiliki perasaan yang sama, kalau salah satu sedang bahagia yang lain pasti ikut merasakannya. Kalau yang satunya sedih. Maka, kembarannya juga ikut sedih," jelas Calvin.


"Maksud Kakak adalah...Chris sedang sedih?"


"Cecillia, tadi kakak bertemu dengan seorang teman. Aku melihat Chris sedang memanggilnya papa. Anak ini sangat serius dan aku tidak pernah melihatnya seperti ini."


"Kenapa dia memanggil orang asing papa?"


"Aku tidak mampu membuatnya melupakan sosok seorang ayah," ujar Cecilia dengan sedih.


"Cecillia, Jangan salahkan dirimu, Chris berbeda dengan anak-anak lain, dia sangat istimewa karena sangat berbakti di usianya yang masih dini," kata Calvin.


"Kakak, Apa yang aku harus lakukan agar bisa mengobati luka di hati mereka?"


"Semuanya hanya tergantung padamu, Cecillia. Kamu juga harus bahagia dan masih muda. Mungkin suatu saat jodohmu akan tiba dan kamu akan menikah dengan pria yang baik."


"Apakah pria itu akan menyayangi anak-anakku?"


"Yang namanya cinta, Pasti bisa," jawab Calvin.


"Kakak, aku tidak ingin melukai anak- anakku. selama ini aku hanya ingin fokus pada mereka dan kerja. mengenai hubungan asmara... aku sama sekali tidak ingin memikirkannya," jawab Cecillia.


"Kalau itu yang kamu inginkan, Kakak mendukungmu," ucap Calvin.


"Tidak tahu bagaimana hubungannya dengan mantan suaminya dulu, Mungkin saja perasaannya masih sakit sehingga takut untuk jatuh cinta lagi," batin Calvin.


Sementara Chris dan Nick yang berada di kamar sedang menangis. Dua anak itu duduk di tempat yang berbeda. Chris berada di sofa dengan memeluk kedua lututnya. Sementara Nick duduk di kasur.


"Kakak, kenapa tiba-tiba saja menangis?" tanya Nick yang matanya merah karena menangis tanpa alasan.

__ADS_1


"Aku merindukan paman itu," jawab Chris.


"Kenapa merindukan orang lain, Apakah kita mengenalnya?" tanya Nick yang sesenggukan.


"Tidak kenal," jawab Chris yang juga sedang sesenggukan.


"Tapi, kenapa harus sedih?" tanya Nick yang mengeluarkan air mata.


"Aku ingin papa, Makanya aku sedih," jawab Chris.


Tidak lama kemudian Cecillia. Memasuki kamar putranya.


"Chris, Nick, Apa kalian baik-baik saja?" tanya Cecillia yang duduk di samping Chris.


"Mama, Aku merindukan paman itu, Tidak tahu kenapa aku seperti melihat papa," jawab Chris yang memeluk ibunya.


"Chris, dia bukan papamu, Jangan sedih lagi, Ya! Kita sudah datang ke sini. Setelah urusan selesai. kita akan jalan-jalan!" bujuk Cecillia.


"Nick, apakah kamu juga sedang sedih?" tanya Cecillia yang mengendong Chris. Wanita itu menghampiri Nick yang duduk di kasur itu.


"Aku tidak tahu kenapa, Ma. Kakak yang sedih dan aku juga ikut merasakan," jawab Nick.


"Chris, Nick, apa yang kalian minta untuk perjalanan kita kali ini?" tanya Cecillia yang duduk di samping Nick sambil memangku Chris.


"Aku hanya ingin main-main dengan papa angkat," jawab Nick.


"Paman Zean sedang sibuk menjumpai klien. Dan kita tidak bisa menganggunya."


"Bukankah tadi papa Angkat menjemput kita dan makan bersama, kenapa dia cepat pulang?" tanya Nick.


"Papa angkat ada urusan penting, Makanya dia harus segera pergi."


"Mama, Besok aku ingin ikut paman makan siang bersama temannya itu!" ujar Chris.


"Teman mana? Apakah Chris mengenalnya?"


"Aku sangat menyukai paman itu, Tadi kami sempat bertemu di bandara," jawab Chris.


"Apakah dia yang dikatakan kakak tadi," batin Cecillia.


"Chris, ingat pesan mama! Lain kali jangan memanggil orang asing papa! Karena mereka tidak akan suka," kata Cecillia.


"Maaf, Ma. Aku akan ingat pesan Mama! Tadi aku hanya tiba-tiba merasa dekat dan ingin memanggilnya," ucap Chris.


"Baiklah, Kalian jangan menangis lagi! Istirahatlah! Nanti kalau makanan sudah datang mama akan membangunkan kalian, Ya!"


"Iya, Ma," jawab Mereka dengan serentak.

__ADS_1


__ADS_2