Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Siksaan dan Dibunuh


__ADS_3

"Jangan mendekat! Jangan mendekat!" jeritan Gigs yang ketakutan.


Salah satu tahanan mengcengkeram leher Gigs dengan erat sehingga membuatnya kesulitan untuk bernafas. Hanya dengan satu tangan saja sudah membuat putra Anthony hampir tewas.


"Jangan membunuh dia dulu, Tidak seru kalau dia mati cepat," kata salah satu temannya.


"Benar! Lebih baik kita hajar secara bergiliran."


Pria itu kemudian melepaskan tangannya.


"Uhuk...uhuk...," suara batuk Gigs yang kesakitan pada lehernya.


"Si-siapa kalian? Kenapa ingin membunuhku?" tanya Gigs yang terduduk lemas di lantai.


"Seseorang yang meminta kami harus bermain denganmu sebelum membunuhmu."


"Siapa dia? Beritahu aku! aku akan membayar kalian sepuluh kali lipat," tanya Gigs.


"Kami tidak akan menerima uangmu dan kemudian mengkhianati bos kami."


"Berapa yang dia bayar untukmu? aku akan membayar berlipat ganda," tanya Gigs yang berusaha memohon.


"Bos kami lebih kaya darimu, Lagi pula siapa yang menyuruhmu mengincar bos kami."


"Siapa dia? Beritahu aku?" tanya Gigs yang penasaran.


"Dia adalah kakakmu, Aaron Andres Davidson."


"A-apa? Aaron? dia yang melakukan ini semua?" tanya Gigs yang hampir tidak percaya.


"Benar! Kamu ingin membunuhnya, Bukan? Dan bos hanya mengembalikan apa yang ingin kamu lakukan terhadapnya. Bukan hanya itu saja...Semua bisnismu yang ditutup adalah ulah kami juga. Ayahmu yang bodoh itu malah menyuap kepala petugas penjara, Lucu sekali. Semua yang di sini patuh pada perintah Bos kami!"

__ADS_1


"Siapa dia sebenarnya sehingga kalian berani melakukan ini padaku?" tanya Gigs.


"Bos kami adalah seorang pengusaha yang akan menghapus semua orang yang berani menyinggungnya."


"Tolong lepaskan aku! Aku mohon pada kalian. papaku akan membayar sejumlah uang untuk kalian!" pinta Gigs.


"Jangan takut! Kamu akan kesakitan dan sebentar saja!" kata salah satu tahanan yang langsung melayangkan pukulan mengenai wajah Gigs.


Brugh...


"Aarrgh...," jeritan Gigs yang kesakitan.


"Jangan pukul aku! Aku sudah salah! Aku sudah salah!" pinta Gigs yang ketakutan


"Bertahanlah selama dua jam, Setelah itu kamu akan tewas, Kami akan membiarkanmu tewas dengan perlahan," kata tahanan lain sambil menarik kaki kanan Gigs dan kemudian menginjaknya dengan kuat.


"Aarrgh...," teriakan Gigs yang mengema satu penjara.


Mereka menarik kedua kaki pria itu dan kemudian menginjak tanpa berhenti sehingga mengalami patah tulang kaki.


Brugh...


"Aarghh...."


Brugh...


"Aarghh...."


"Tolong! Tolong!" teriak Gigs yang mengerang kesakitan.


Ia berusaha merangkak dan ditahan oleh mereka yang menghantam kepalanya. juga sebagian tahanan lainnya menginjak kedua telapak tangannya.

__ADS_1


"Aarrggh...," teriakan Gigs yang kesakitan.


Brugh...


"Aarghh...."


Brugh...


"Aarghh...."


Tendangan dan pukulan yang dilakukan oleh mereka membuat Gigs tidak berdaya dan hampir tewas.


Bukan saja kaki dan tangannya yang dipatahkan, Gigs juga menerima pukulan di kepalanya dan juga di wajahnya.


Wajah putra kesayangan Anthony sudah tidak berbentuk, Giginya telah tanggal sehingga mengeluarkan banyak darah. wajahnya bengkak dan merah dan tidak bisa dikenali lagi. Kini ia menjadi seorang pria cacat yang tergeletak tidak berdaya.


"Gigs Davidson, bagaimana rasanya hadiah dari kami?"


"Setelah ini kamu mati saja, Dan jasadmu akan dilempar ke laut biar tenggelam di dasar lautan. Sementara ayahmu tidak akan tahu bahwa putranya telah disiksa kami dan sudah tewas."


Gigs yang telah cedera parah ia hanya bisa mengeluarkan air mata sedih. Dirinya yang selama ini sangat angkuh dan suka menindas orang lain. Kini ia hanya bisa pasrah dan menunggu ajal yang menjemputnya.


"Kamu tenang saja! Selagi ayahmu tidak mencari masalah dengan bos kami, Maka dia masih bisa tetap hidup dengan aman. Kalau saja dia sama sepertimu. itu sama saja dia akan menyusulmu tidak lama lagi."


Salah satu tahanan membekap hidung dan mulut Gigs dengan rapat. putra Anthony tidak bisa bernafas dan meronta-ronta.


Setelah beberapa saat kemudian ia tewas di tangan mereka di malam itu juga.


Tidak lama kemudian kepala petugas penjara datang menemui mereka.


"Apakah dia sudah mati?" tanyanya.

__ADS_1


"Sudah!" jawab salah satu tahanan.


"Bawa pergi dari sini dan jangan sampai ada yang melihatnya!" perintah Kepala petugas itu.


__ADS_2