Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Ingin Lebih


__ADS_3

"Hari ini aku harus menghajarmu," ketus Monaliza yang mengangkat tangannya ingin menampar Angelina. Saat ia melayangkan tangannya Ia ditahan oleh Aaron yang tiba-tiba muncul di sana.


"Wanita sialan, kenapa kau masih saja tidak berubah," kata Aaron yang melepaskan tangannya dengan kasar.


"Kau...," ucap Monaliza yang sedikit cemas.


"Kenapa? Apakah kamu masih tidak puas dan ingin mencari masalah denganku?" tanya Aaron dengan tatapan aura membunuh.


"Aku hanya ingin memberi pelajaran pada putriku saja," jawab Monaliza.


"Putrimu adalah wanitaku, Kalau kau menyentuh sehelai rambutnya lagi. aku tidak akan ragu memotong tanganmu," kecam Aaron.


"Angelina, apakah kamu terluka?" tanya Aaron.


"Tidak!" jawab Angelina tanpa menoleh pria itu.


Aaron menyadari wajah gadis itu terdapat bekas tamparan. Ia menyentuh wajah Angelina dan semakin membuatnya emosi


"Kau berani sekali menamparnya," ketus Aaron.


"Dia adalah putriku, Tidak ada salah kalau aku menamparnya," jawab Monaliza yang membela diri.


"Apakah menurutmu kamu tidak salah kalau menamparnya?" tanya Aaron.

__ADS_1


"Iya, Dia mengoda suamiku yang adalah ayah angkatnya sendiri. Kenapa aku tidak boleh menghajarnya?" tanya Monaliza.


"Suamimu itu adalah pria bejat yang tidak tahu malu, Pantas saja kalian bisa menjadi suami istri. Rupanya sifat kalian sama-sama bajingan," ucap Aaron.


Tidak lama kemudian tiga puluh mobil yang dikendarai oleh Anggota Aaron telah tiba. Kedatangan mereka mengejutkan Monaliza. istri Alex melihat sekeliling dirinya yang dikepung oleh orang yang tidak dia kenali. Kakinya lemas dan gemetar karena ketakutan.


"Bos," sapa Louis dan anggota lainnya dengan serentak.


"Siapa mereka?" tanya Monaliza yang memundurkan langkahnya.


"Mereka datang untuk memberi pelajaran padamu," jawab Aaron.


"Apa yang kamu ingin lakukan?" tanya Angelina.


"Hanya sedikit pelajaran saja," jawab Aaron.


"Jangan mendekat! Jangan mendekat!" pinta Monaliza yang ketakutan.


"Bawa dia pergi!" perintah Louis.


"Baik!" jawab mereka yang menarik wanita itu dengan paksa dan masuk ke dalam mobil.


"Jangan! kalian ingin membawa aku ke mana?" teriak Monaliza yang ketakutan.

__ADS_1


"Berani sekali kau menyakiti nona, Kamu hanya mencari masalah sendiri," bentak Louis yang mendorong wanita itu ke dalam mobil dengan paksa.


"Tolong lepaskan aku! jangan sakiti aku," pinta Monaliza sambil memohon.


Sementara Aaron dan Angelina dalam perjalanan pulang.


Sepanjang jalan Angelina sama sekali tidak ingin bicara atau memandang pria itu yang duduk di samping sambil menyetir.


"Kenapa kamu melakukan ini? Apakah kamu ingin kabur?" tanya Aaron.


"Tenang saja! Aku masih berhutang padamu. Aku tidak akan kabur sebelum hutangku lunas," jawab Angelina.


"Sampai kapanpun kamu tidak akan bisa pergi," kata Aaron, tegas.


"Kenapa? aku bekerja denganmu hanya untuk membayar hutang."


"Tapi, aku ingin lebih," jawab Aaron yang sedang menyetir.


"Apa maksudmu?" tanya Angelina.


"Aku ingin kamu tinggal di sisiku untuk selamanya," jawab Aaron.


"Apakah kamu masih belum puas membalas dendam padaku? Aku tidak bersalah sama sekali kenapa harus melibatkan aku? Bukan aku yang menyebabkan kematian adikmu," ujar Angelina dengan sedikit emosi.

__ADS_1


"Tapi, sayang kau sudah tidak bisa kabur dariku," ucap Aaron.


"Apa salahku padamu? Apakah karena aku adalah tunangan Jordan sehingga kamu melakukan ini padaku? kenapa kamu tidak mencarinya saja untuk membalas dendam?" bentak Angelina dengan mata berkaca-kaca.


__ADS_2