Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Aaron dan anggotanya memperhatikan sekitar yang terlihat sangat sepi dan tanpa ada kendaraan yang lewat persimpangan itu.


Aaron mengelap dahi istrinya yang berdarah itu, Angelina hanya terdiam karena merasakan pusing.


"Pejamkan matamu dulu dan bersandarlah!" ucap Aaron.


Angelina menuruti kata suaminya. Wanita itu menyandarkan diri sambil memegang sapu tangan suaminya yang menempel pada lukanya.


Aaron kemudian keluar dari mobil dan memandang atas gedung-gedung di sekitaran sana.


"Lindungi nyonya!" perintah Aaron.


Semua anggotanya berdiri mengelilingi mobil itu.


Di sisi lain ada seseorang yang barada di salah satu atas gedung sedang mengarahkan senjatanya ke arah Aaron.


"Kelihatannya banyak yang berada di atas gedung," batin Aaron


"Mereka sedang menunggu kesempatan menembak," batin Aaron.


Aaron terdiam dan kemudian langsung tiba-tiba menghindar.


Dor...


Dor...


Tembakan peluru itu tidak mengenai sasarannya yang begitu cepat menghindar.


Dor...


Dor...


Tembakan Louis dan anggotanya mengenai tembok di gedung yang di mana penembak itu berada, karena posisi yang tinggi dan silau dengan cahaya matahari. Anggota Aaron tidak bisa melihatnya dengan jelas sehingga tembakannya meleset tidak tepat sasaran.


Di saat penembak itu ingin melepaskan tembakan lagi, niatnya dihentikan oleh seseorang dari belakang.


Kepala penembak itu ditodong senjata dari belakang.


"Ingin membunuh bos kami? Minta izin dariku dulu!" kecam pria itu yang sedang mendekatkan senjatanya di kepala penembak.


Dor.. .


Suara tembakan dari pria itu sehingga kepalanya ditembus oleh peluru dan tewas di tempat.


"Tidak berguna! ingin melukai bosku? lihat siapa dulu kami," gumamnya.


"Perhatikan mereka yang ada di setiap gedung dan tembak!" perintah Aaron.


"Bos, cepat pergi dulu! biar kami yang di sini, Nyonya sudah terluka!" kata Louis yang menodong senjata mereka ke arah atas gedung sana.


Karena khawatir kondisi istrinya, Aaron hanya bisa kembali ke dalam mobil dan menyetir sendiri meninggalkan anggotanya.


"Angelina, bagaimana denganmu?" tanya Aaron dengan khawatir.


"Kepalaku pusing," jawab Angelina yang bersandar sambil memejam matanya akibat keluar banyak darah.


"Kita akan pulang, dan aku akan menghubungi dokter," ujar Aaron.

__ADS_1


Sementara Louis dan anggotanya melepaskan tembakan ke arah beberapa orang yang berdiri di atas gedung yang berbeda.


Dor...


Dor...


Tembakan beruntun yang dilakukan oleh Louis dan anggotanya.


Karena ketinggian sehingga peluru mereka tidak tepat sasaran. Tidak lama kemudian Louis dan anggotanya kembali ke dalam mobil dan meninggalkan tempat itu.


Sementara di atas gedung seberang sana terdapat seorang penembak jitu yang adalah pembunuh bayaran dari Aaron. Pria itu menodong senjatanya diam-diam ke arah musuh yang ingin meninggalkan posisi mereka masing-masing.


Dor...


"Aarrghhh...."


Dor...


"Aarghhh...."


Pembunuh bayaran tersebut melepaskan tembakan ke arah musuhnya yang di seberang gedung sehingga menembus tubuh mereka.


Mereka yang tidak menyadari kemunculan pembunuh bayaran itu, Akhirnya ditembak tanpa perlawanan


Setelah beberapa menit kemudian mereka tewas hingga tak tersisa.


Mansion Davidson.


Aaron dan Angelina telah kembali ke mansion, Darwine mengobati luka yang dialami oleh Angelina.


"Kalian adalah pengantin baru yang hebat, baru menikah tidak lama sudah diserang," kata Darwine.


"Kamu ini sangat tidak ada kesabaran, Bukankah aku sedang melakukannya," jawab Darwine.


"Aku tidak menyangka bahwa kamu memiliki banyak musuh, Bisnis apa yang kamu jalani sebenarnya?" tanya Darwine.


"Bisnis yang aku jalani adalah bisnis legal, Mereka yang mencari masalahku adalah mafia yang tidak tahu diri," ujar Aaron.


"Kamu sangat luar biasa, Aaron. Sehingga menyinggung mafia. Padahal kamu adalah pebisnis," ucap Darwine.


"Apakah lukanya akan meninggalkan bekas?" tanya Aaron.


"Hanya luka kecil, Tidak apa-apa!" jawab Darwine.


Beberapa menit kemudian Darwine bersama Aaron duduk di ruang tamu, Sementara Angelina istirahat di kamarnya


"Hubungan kalian semakin membaik setelah menikah," ujar Darwine.


"Tentu saja! Kami adalah suami istri," jawab Aaron.


"Apakah kamu bisa mengalah? Jangan bersikap egois lagi!"


"Bukan urusanmu! urusanmu sudah selesai di sini, Tidak perlu lagi buang waktu di sini!"


"Selalu saja mengusirku, Tidak tahu apa hutangku padamu!" jawab Darwine.


"Kamu hanya seorang dokter yang bertugas mengobati pasien. dan tugasmu sudah selesai. Jadi, sudah bisa pergi sekarang!"

__ADS_1


"Kalau sifatmu masih tidak berubah aku ingin melihat istrimu bisa bertahan berapa lama denganmu,"ujar Darwine yang kemudian beranjak dari rumah sahabatnya itu.


"Bertahan atau tidak, Dia tetap tidak bisa kabur," gumam Aaron.


"Bos," seru Louis yang baru kembali.


"Bagaimana?" tanya Aaron.


" Bryan telah membunuh mereka semua!"


"Kerja yang bagus," ucap Aaron.


"Keselamatan bos dalam bahaya, pernikahan Anda diketahui oleh musuh, Sehingga mereka mendatangi hotel."


"Cara sarangnya dan bunuh saja!" perintah Aaron


"Baik, Bos!"


"Aku tidak ingin mereka menghalang perjalananku ke San Fransisco!"


"Serahkan saja pada kami, Bos! Apakah bos akan segera berangkat?" tanya Louis.


"Setelah Angelina sembuh, Aku sudah membuat janji dengan Marcos Pierre untuk membincangkan urusan bisnis," jawab Aaron.


"Baik, Bos!" jawab Louis.


Dua hari kemudian.


Angelina yang sebelumnya demam dan terluka kini sudah baikkan. Ia sedang menyusun pakaian ke dalam koper milik suaminya yang akan berangkat dalam waktu dekat.


Laptop Aaron yang diletakan di meja samping kasur. Berbunyi berkali-kali tanda pesan yang masuk. Angelina melihat sekilas nama Kelly yang muncul di sana. Ia membaca pesan yang dikirim wanita itu.


["Aaron, kapan kamu ke San fransisco? Aku tidak sabar ingin bertemu denganmu!"]


["Jangan lupa hubungi aku, Setelah kamu sampai!"]


"Kelly lagi! Kelly lagi! pantas saja Aaron ingin ke San fransisco terus. kalau hanya untuk bertemu dengannya untuk apa aku harus ikut," batin Angelina.


Saat ia sedang sibuk, Aaron memasuki kamarnya dan menghampiri Angelina.


"Untuk apa kamu membawa banyak pakaian?" tanya Aaron.


"Tapi, kamu mengatakan akan tinggal selama sebulan atau dua bulan di sana," jawab Angelina.


"Bawa saja jaket! Karena musim dingin sudah tiba! Aku memiliki mansion di sana, dan pakaianku sudah ada," jawab Aaron yang memindahkan laptopnya ke meja sofa.


"Kalau begitu aku akan susun kembali ke lemari," ujar Angelina yang mengeluarkan pakaian suaminya.


"Pakaianmu juga tidak perlu dibawa, Di sana akan disediakan," ujar Aaron yang duduk di sofa sambil fokus pada laptopnya.


"Ikut katamu saja!" jawab Angelina yang sambil sibuk dengan tangannya.


"Lagi pula kenapa harus aku ke sana?" tanya Angelina.


"Kamu adalah istriku, tentu saja harus ikut denganku ke mana pun aku pergi!" jawab Aaron yang sedang membaca data karyawan. ia sama sekali tidak membuka pesan wanita itu.


Angelina yang melihat suaminya sedang fokus dengan laptopnya. ia kemudian beranjak dari kamar dengan murung.

__ADS_1


"Bunyi laptopnya tidak berhenti dari tadi, Kelly sering saja mengirim pesan, Untuk apa lagi membawaku ke sana," batin Angelina.


__ADS_2