Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Terungkap Identitas Angelina


__ADS_3

"Pa, kenapa melakukan Tes DNA?" tanya Calvin yang penasaran.


"Calvin, apakah kamu tidak merasakan bahwa Angelina sangat mirip dengan mamamu, selain itu, saat pertama kali aku dan mamamu melihatnya seperti melihat Cecillia. oleh karena itu kita harus Tes DNA," kata Ronald.


"Papa benar, aku juga merasakannya saat pertama kali melihatnya," jawab Calvin.


"Sudah 23 tahun lamanya, Papa berharap dia adalah adikmu, Papa sudah tua dan tidak sanggup menunggu lama. Andaikan dia adalah adikmu...Maka, perusahaan ini papa akan serahkan pada kalian berdua!".


"Pa, jangan khawatirkan itu dulu!" Ujar Calvin yang memapah ayahnya.


"Kalau kita sudah tua, harus ada membuat rencana untuk masa depan perusahaan. Kini Angelina telah melahirkan kembar. Andaikan kalau itu cucuku. mereka adalah pewaris untuk generasi selanjutnya. Oleh karena itu kamu harus bisa membimbing mereka!"


"Pa, tenang saja! kalau Angelina adalah adikku, Aku pasti akan membuat dia hidup bahagia bersama anak-anaknya."


"Kalau papa sudah meninggal kirim Diana ke luar negeri!"


"Kenapa, Pa?"


"Anak ini harus dijauhi dari keluarga, agar bisa berubah, Selagi dia masih tinggal bersama kita, dia tidak akan bisa berubah walau apa pun yang terjadi. Jangan membiarkan dia pulang selagi dia masih bersikap egois!" jawab Ronald.


Tidak lama kemudian Zean kembali ke tempat yang tadi. Ia berjalan sambil merenung mengingat kalung tersebut.


"Andaikan Angelina adalah putri paman, ini adalah berita gembira. Tapi, kini Angelina masih sedang berjuang antara hidup dan mati dalam sana. Kalau dokter gagal menyelamatkan dia...Mana mungkin aku bisa mengatakan kalau Angelina memiliki kalung ini," batin Zean. Ia berdiri sambil memandang ke arah Ronald yang sedang duduk di sana.


"Zean, kamu ke mana?" tanya Zean.


"Aku hanya...keluar sebentar," jawab Zean yang mengenggam sesuatu di tangannya.


"Zean, apakah kamu bisa memberi tahu paman, di mana kamu mengenal Angelina dan siapa suaminya?" tanya Ronald.


"Paman, kenapa tiba-tiba bertanya tentang suaminya?" tanya Zean.


"Paman hanya ingin tahu siapa keluarganya," jawab Ronald.


"Maaf, Aku tidak tahu siapa suaminya," ucap Zean.


"Aku sudah berjanji dengan Angelina untuk tidak memberi tahu siapa pun suaminya. Kecuali kalau dia sendiri yang mengatakannya," batin Zean.


Beberapa saat kemudian Dokter keluar dari ruangan itu bersama suster.


"Dokter, Apakah Angelina baik-baik saja?" tanya Zean.


"Pasien sudah melewati masa krisis, Hanya saja...kondisinya masih lemah dan belum sadarkan diri," jawab Dokter yang mengerut dahi.


"Dokter, Apakah Angelina akan sadar?" tanya Calvin.


"Dia butuh waktu, kehilangan banyak darah sangat mempengaruhi tubuhnya, saat hamil tua tidak bisa mengalami sembarang tekanan. Tapi, ini malah terjadi dan Untung saja bayinya selamat," kata Dokter.


"Bukankah Angelina baik-baik saja bersama bayinya, kenapa tiba-tiba terjadi hal seperti ini," ujar Ronald.


"Hanya pasien yang tahu apa yang dia alami, sehingga waktu persalinannya tidak tepat pada harinya," jawab Dokter.


"Dokter, apakah bayi kembarnya sehat-sehat saja?"tanya Ronald.


"Bayi dalam kondisi sehat, Jangan khawatir!" jawab Dokter.

__ADS_1


Angelina yang masih belum sadar, Ia dipasang infus dan terbaring tidak berdaya. Saat itu kedua orang tua Calvin datang menjenguknya. Sementara Zean berdiri di ujung ranjang sambil menatap sedih wanita itu.


"Anak yang malang, melahirkan tanpa ditemani suaminya, Kini, harus berbaring lemah seperti ini," kata Nella.


"Angelina adalah wanita yang hebat dan tegar, Dia juga telah melahirkan kembar laki-laki yang lucu dan tampan," ujar Calvin.


"Andaikan suaminya melihatnya pasti akan menyesal karena sudah berpisah dengan Angelina," ujar Ronald.


"Kalau saja Aaron melihat kedua putranya, Apakah dia akan kembali dan berbaikan dengan Angelina atau dia akan membawa pergi bayi itu?" batin Zean


"Nella, aku menyuruh pihak rumah sakit untuk melakukan Tes DNA ku dan Angelina. Aku ingin langsung memastikannya. Apa pun hasilnya kita jangan kecewa dan jangan pula terlalu berharap," kata Ronald.


"Aku tidak sabar menunggu hasilnya, Aku sangat suka dengan Angelina," ucap Nella.


"Paman, Bibi, ada yang ingin aku tunjukan!" ujar Zean.


"Zean, ada apa?" tanya Calvin.


Zean menunjukan kalung milik Angelina kepada mereka bertiga.


Calvin dan kedua orang tuanya langsung membulatkan mata besarnya saat melihat kalung itu. Tentu saja sudah tidak asing bagi mereka.


"Da-dari mana kamu mendapatkan kalung ini?" tanya Nella.


"Kalung ini milik siapa?" tanya Calvin.


"Milik Angelina, di liontin ini tercantum tanggal lahirnya," jawab Zean yang membuat Nella dan Ronald hampir tidak percaya.


"Apakah...dia adalah putriku," ujar Nella yang menetes air mata. Ia mengambil kalung itu dan melihatnya dengan teliti.


"Dia benar-benar adalah putri kita?" tanya Ronald yang hampir tidak percaya. Kedua orang tua Calvin menangis haru saat melihat putri mereka yang selama ini mereka cari. Akhirnya telah berada di depan mata.


"Angelina Hamilton adalah adik kecilku, Cecillia?" tanya Calvin yang masih tidak percaya.


"Iya, dia sangat mirip dengan bibi dan Diana, dan memiliki kalung itu. Saat itu dia ditemukan oleh Alex Hamilton. dan mulai saat itulah dia hidup di keluarga Hamilton selama ini," jawab Zean.


"Zean, beri tahu kami, bagaimana kehidupannya selama di keluarga Hamilton!" tanya Ronald.


Zean kemudian menceritakan apa yang telah Angelina alami selama tinggal di keluarga Hamilton.


Beberapa saat kemudian


Mereka berada di ruangan istirahat lainnya.


Ronald mengamuk setelah mendengar semua apa yang dikatakan oleh Zean.


Brak...


Hentakan meja yang dilakukan oleh Ronald.


"Kurang ajar, Tidak kusangka putriku mendapat perlakuan seperti ini dari mereka," bentak Ronald dengan ketus.


"Anakku yang malang, dari kecil dibuang oleh kakak sendiri, dan diadopsi keluarga yang berhati binatang. Kenapa nasibnya begitu buruk. Andaikan kita lebih cepat menemukannya. Maka, dia tidak akan begitu menderita," ujar Nella yang menepuk dadanya yang terasa sesak saat mendengar kondisi putrinya yang selama ini keluarga Hamilton.


"Menyiksanya saja tidak cukup, Malah dipaksa menelan cairan untuk membuatnya bisu. Alex Hamilton si bejat itu sangat tidak tahu malu. yang membuatku tidak menyangka adalah... sudah lama aku mendengar beritanya. Akan tetapi, aku tidak tahu kalau Ceciilia menjadi anak mereka," ujar Calvin.

__ADS_1


"Jadi, apakah keparat itu masih hidup? Bagaimana istri dan anaknya?" tanya Ronald.


"Alex Hamilton sudah dipenjarakan karena telah melakukan kekerasan terhadap Angelina. Selain itu anak dan istrinya juga tidak bisa berbuat apa-apa lagi," jawab Zean.


"Kalau saja aku masih memiliki kesempatan, Aku berharap bisa langsung menghajarnya," ketus Ronald.


"Pa, Ma, jangan sedih. Kini, penderitaan adik sudah berakhir. Aku sebagai kakak akan melindunginya dan anak-anaknya. Mulai saat ini Cecillia akan hidup bahagia bersama kita," ucap Calvin.


"Calvin, berikan 20% saham kita untuknya, dan untuk cucuku masing-masing buat akun rekening untuk mereka. Kali ini aku tidak ingin putriku dan cucuku kekurangan apa pun. Mereka harus bahagia," perintah Ronald.


"Baik, Pa," jawab Calvin.


London


Mansion Davidson.


Prang....


Suara pecahan barang yang terdengar dari dalam ruangan pribadi. Louis yang berdiri di luar pintu hanya diam sambil mendengar bosnya sedang berbicara di handphonennya.


"Kalian semua tidak berguna, Sampai saat ini masih gagal menemukannya," suara Aaron yang terdengar sangat emosi.


"Bos, kami sudah mencari hampir seluruh San Fransisco dan tidak bisa menemukan jejak nyonya. Mungkin saja nyonya sudah meninggalkan San Fransisco."


"Aku telah mengeluarkan banyak biaya untuk kalian mencarinya, dan hanya omong kosong yang aku dengar. kalau dia memang sudah tidak berada di San Fransisco...kalian bisa mencarinya di tempat lain," bentak Aaron.


"Maaf, Bos."


"Hampir setahun dia menghilang, Kalian selalu saja memberiku berita tidak berguna," ketus Aaron yang memutuskan panggilannya.


"Tidak berada di San Fransisco? Jadi, kamu ada di mana?" ucap Aaron.


Louis menarik nafas panjang dan mengeleng-geleng kepalanya.


"Hampir setahun, bos masih belum putus asa, Tidak kusangka Angelina Hamilton telah membuat bos yang dikenal angkuh terpuruk," gumam Louis.


Aaron kemudian membuka handphonenya dan melihat Monica yang sedang berada di rumahnya. ia telah memasang alar penyadap di anting-anting wanita itu. bukan hanya penyadap ia juga memasang kamera yang tidak bisa dilihat orang.


"Ha ha ha....putri papa sangat pintar, berhasil membuat pria itu bertekuk lutut," suara seorang pria yang adalah ayah dari Monica, Santos Sean.


"Putrimu sangat cantik, dengan kecantikanku. tidak ada pria yang akan menolakku," jawabnya dengan bangga.


"Monica, kamu harus cepat hamil anaknya, Aaron begitu kaya tentu saja berharap bisa memiliki keturunan," ujar Santos.


"Kami akan menikah beberapa hari ke depan, dia tidak akan bisa terlepas dari genggamanku."


"Ingat, di malam pertama buatlah suamimu mabuk dan tanda tangan penyerahan saham. Agar kamu bisa mendapatkan posisi tertinggi di perusahaannya," ujar Santos.


"Pa, saat itu dia akan sama dengan Zonnie yang bodoh itu," ujar Monica.


"Monica, kamu jangan lupa! Aaron Andres Davidson lebih kaya dari Zonnie. tentunya cukup sulit untuk mendapatkan dia. dia tidak bodoh seperti Zonnie yang tertarik dengan kecantikanmu."


"Zonnie bodoh itu percaya kalau aku ingin melahirkan anak untuknya, dibanding dengan Aaron aku lebih rela menikah dengan Aaron yang jauh lebih kaya dan tampan darinya," jawab Monica.


Pembicaraan antara Santos dan putrinya telah didengar begitu jelas oleh Aaron.

__ADS_1


"Wanita jal*ng, tunggu saja pembalasanku," gumam Aaron.


__ADS_2