Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Kembar Beda Sifat


__ADS_3

"Cecillia, Apakah kamu membencinya?"


"Awalnya aku benci, Tapi, setelah itu aku tidak ingin membenci keluargaku sendiri. Apa lagi di saat itu kakak Diana baru usia tujuh tahun," jawab Cecillia.


"Bagaimana dengan kejadian di rumah sakit? Apakah kamu tidak menyalahkan dia? Apa yang dia lakukan sangat keterlaluan," tanya Calvin.


"Kakak, Aku tidak ingin membencinya lagi, Lagi pula aku dan sikembar juga selamat. Bukankah sekarang kakak Diana lebih menderita," jawab Cecillia.


Tidak lama kemudian Ronald memasuki kamar putrinya itu.


"Pa," seru Cecilla dan Calvin.


"Cecilla, ada yang ingin papa katakan padamu!" kata Ronald.


"Pa, ada apa?" tanya Cecilla.


"Apa rencanamu selanjutnya?"


"Aku ingin mencari kerja, Sekarang aku sudah memiliki anak. Aku butuh biaya untuk menyediakan kebutuhan mereka," jawab Cecilla.


"Soal biaya kamu tidak perlu khawatir, yang ingin papa lakukan adalah memberimu posisi sebagai Manager," kata Ronald.


"Sementara Calvin akan menjadi Wakil Direktur, Jadi, kalian berdua akan bekerja sama. Mengenai sikembar biar papa dan mamamu yang menjaganya," ujar Ronald.


"Pa, Tapi, aku tidak paham sama sekali mengenai bisnis. Kalau aku langsung duduk di posisi Manager. bukankah akan menimbulkan gosip yang tidak baik."


"Cecilla, kamu bisa belajar dulu dari awal, Aku akan mengajarmu," kata Calvin.


"Tapi, Kak, ini sangat tiba-tiba. Aku tidak ingin langsung memanjat tinggi sebelum mulai dari bawah," ucap Cecilla.


"Cecilla, kamu adalah putri papa, Tidak ada salahnya kamu menjadi Manager. dulu Diana langsung menjadi Manager juga," ujar Ronald.


"Bagaimana dengan kakak Diana?"


"Diana sudah papa pecat, Dia sudah hamil dan tanpa menikah. Mana mungkin membiarkan dia bekerja di perusahaan lagi," jawab Ronald.


"Pa, Kakak, Apakah bisa aturkan aku ke posisi sebagai karyawan biasa? Biarkan aku belajar selangkah demi selangkah!" pinta Cecillia.


"Cecillia, Apakah kamu tidak keberatan?" tanya Calvin.


"Tidak! Kalau aku tidak belajar, Mana mungkin ke depannya aku bisa menjadi Manager," jawab Cecillia.


"Sebelum papa pensiun, Papa ingin kamu membantu kakakmu. Setelah papa pensiun... Kakakmu akan menjadi Presiden Direktur dan kamu akan menjadi Wakil Direktur. Sementara Diana tidak bisa lagi menduduki posisi tinggi di perusahan kita," ujar Ronald.

__ADS_1


"Pa, apakah Diana tidak bisa kembali lagi?" tanya Calvin.


"Bisa! Kalau dia tidak bekerja di perusahaan kita, Mana ada yang sudi mengupah dia untuk bekerja," jawab Calvin.


"Dia hanya bisa menjadi karyawan biasa, dan tidak memiliki hak istimewa di dalam perusahaan lagi," lanjut Ronald.


5 Tahun kemudian


Mansion Christoper.


Seorang anak kecil berusia lima tahun yang tampan duduk di ruangannya dan sedang mengambar sesuatu. Anak itu berambut pendek, berpakaian set berwarna biru muda. Ia juga mengenakan kaos kaki karena cuaca yang dingin.


"Chris, Kamu sedang mengambar apa?" tanya pria itu yang adalah Calvin.


"Paman, Aku sedang mengambar kita sekeluarga," jawabnya.


Calvin melihat apa yang digambar keponakannya itu. Terlihat tiga pria dewasa, dan tiga wanita. Serta dua anak kecil.


"Chris, apakah bisa sebutkan, siapa saja yang kamu gambar!"


Chris menunjuk gambar orang dengan jari mungilnya." Ini adalah kakek, Nenek, Mama, Paman, Bibi, dan Ini adalah Papa."


Calvin terdiam saat mendengar sebutan papa yang keluar dari mulut anak itu.


"Chris, apakah kamu merindukan papamu?" tanya Calvin.


"Apakah Chris berharap bisa bertemu dengan papa?"


"Apakah aku dan adik memiliki kesempatan?"


"Chris, beri waktu untuk mamamu. Mungkin saja suatu saat nanti mama akan memberi tahu kamu," ujar Calvin yang mengelus kepala anak itu.


"Paman, menurut Paman kenapa mama dan papa berpisah? Apakah papa tahu aku dan adik adalah anaknya?"


"Sepertinya papamu tidak tahu kalau dia memiliki kalian berdua," jawab Calvin.


" Andaikan tidak bertemu dengan papa lagi, Aku sebagai anak tertua akan selalu melindungi mama dan adik. Siapa pun yang menyakiti mama aku akan melawan orang itu," kata Chris.


"Anak pintar, Kamu selalu berbakti pada mamamu," ucap Calvin yang mencubit wajah keponakannya.


"Tuan muda kecil, kamu ada di mana?" suara seorang wanita yang berasal dari ruang tamu.


"Apakah Adik bersembunyi lagi?" tanya Chris.

__ADS_1


"Mungkin saja, Kita lanjut saja dengan pelajaranmu, biar kakek dan nenekmu yang menangkapnya," jawab Calvin.


"Iya, Paman!"


"Mereka adalah kembar, kenapa sifat mereka bagaikan bumi dan langit, yang satu bersikap dewasa dan pintar. Sedangkan yang satu lagi tidak bisa duduk diam walau hanya satu menit," batin Calvin.


Sementara di ruangan tengah terlihat seorang anak kecil sedang bersembunyi di bawah meja sambil tertawa.


"He he he...," suara tertawa anak itu sambil duduk dan sedang melihat pasangan suami istri yang sedang mencarinya.


"Nick, kamu ada di mana?" tanya Ronald.


"Nick, keluar, jangan main lagi!" suara Nella.


Anak tampan itu adalah adik kembaran dari Chris. Siang itu ia sedang bermain dan bersembunyi di bawa meja. Beda dengan kakaknya yang suka menulis dan membaca. Nick lebih suka bermain dan tidak bisa duduk diam.


"He he he...Kalau kakek menangkapku, Aku sudah kalah. dan aku tidak boleh kalah," ucap Nick yang keluar dari meja dan berlari ke ruang belakang yang di mana ada kolam berenang di sana.


"Kalau bersembunyi di dalam air, Kakek pasti tidak bisa menemukan aku," kata Nick.


Tiba-tiba sepasang tangan yang mengangkat tubuh mungil anak itu.


"Mau lari ke mana lagi kamu," ujar Ronald yang tersenyum melihat cucunya itu.


"Kakek sudah berhasil menemukan aku, Tapi, aku masih belum kalah," kata Nick sambil tertawa lucu. Wajah bulat dan putih yang sangat mengemaskan.


"Nick, jangan main lagi, Hari ini kamu bermain dari pagi hingga siang, Mari belajar dulu," ujar Nella yang menunjukan buku besar itu.


"Nenek, hari ini belajar apa?"


"Belajar nama hewan," jawab Nella.


"Kenapa bukan belajar nama buah?" tanya Nick.


"Semalam sudah belajar nama buah, Jadi, hari ini kamu harus tahu semua nama hewan," jawab Nella yang kemudian duduk di sofa bersama Ronald yang memangku cucunya.


Nella membuka gambar-gambar hewan dan ingin mengajar cucunya itu.


"Kakek, apakah kita bisa pelihara ikan hiu?"tanya Nick.


"Untuk pelihara ikan hiu?" tanya Ronald.


"Untuk melawan serigala betina yang di rumah kita," jawab Nick.

__ADS_1


"Nick, jangan mulai lagi, Kalau didengar oleh bibimu, Kamu akan kena marah!" kata Nella.


"Tapi, walau aku dan kakak diam saja, Bibi juga suka mengoceh seperti nenek tua. Dia lebih parah dari pada nenek yang bersikap lembut. Apakah dia anak kandung kakek dan nenek? Atau anak yang tertukar dengan induk serigala?" tanya Nick yang panjang lebar.


__ADS_2