
"Aaron, Aku tahu kamu ingin melindungi dia, Tapi, kalau dia tidak menghadapinya. proses ini tidak sesuai peraturan," ujar Jonathan.
"Aku bertanya sekali lagi padamu, Apakah kamu ingin menangani kasus ini atau tidak? Kalau tidak, Kamu boleh pergi sekarang," ketus Aaron.
"Huff, kamu adalah klien yang paling sulit dilayani," gerutu Jonathan.
"Hanya untuk mereka bertiga, Apa perlu Angelina tampil dan kemudian dia bermimpi buruk dan ketakutan setiap malam? Aku sudah melihat kondisinya saat itu. Karena ketakutan hampir setiap malam dia bersembunyi di dalam lemari. Apakah kamu tahu, saat melihat dia bersembunyi seperti ini aku merasa sangat sedih. dan tidak mudah baginya untuk melupakan masa lalu. Alex Hamilton si bajingan itu adalah orang yang membuat dia trauma. Jadi, mana mungkin aku izinkan dia tampil bertatap muka dengan pria itu lagi," jelas Aaron.
"Baiklah, Aku mengerti maksudmu. Aku akan melakukan sesuai keinginanmu," jawab Jonathan.
Malam hari.
Aaron yang ingin kembali ke kamarnya, Ia menghentikan langkahnya di depan pintu kamar Angelina. Kemudian Ia membuka pintu dan melangkah masuk dengan perlahan.
Saat Aaron memasuki kamar itu ia menghampiri Angelina yang sudah tertidur pulas. Pria itu duduk di samping kasur dan menatap gadis itu.
"Angelina, Tidak mudah bagimu untuk bangkit, Mana mungkin aku membiarkan kamu hadir di persidangan dan membuatmu ingat kembali kejadian yang menimpamu di masa lalu," batin Aaron.
"Selalu berada di sisiku! Jangan ke mana pun tanpa izin dariku," gumam Aaron dalam hati.
Keesokan harinya.
Angelina yang sudah hampir sembuh setelah istirahat beberapa hari. Ia pun mulai melakukan pekerjaannya seperti biasa. Pagi itu ia menyediakan sarapan untuk sang majikannya.
Di saat ia sedang sibuk tiba-tiba terdengar suara majikannya yang sedang memangil namanya.
"Angelina," seru Aaron yang menuju ke dapur.
"Iya," sahut Angelina yang menoleh ke arah Aaron.
"Siapa yang menyuruh kamu bekerja?" tanya Aaron.
"Aku hanya melakukan tugasku," jawab Angelina.
__ADS_1
"Tinggalkan kerja itu dan serahkan kepada Candy!" perintah Aaron.
"Lalu, apa yang harus aku kerjakan?"
"Kembali ke kamarmu!" jawab Aaron.
"Aku sudah sembuh, dan sudah bisa melanjutkan kerjaku," kata Angelina.
"Aku adalah majikanmu, pergi istirahat dan jangan melawan!" perintah Aaron dengan tegas.
"Apakah kalau aku istirahat gajiku akan dipotong?"
"Iya, itu sudah pasti," jawab Aaron.
"Kalau begitu aku tidak perlu istirahat," kata Angelina yang melanjutkan kerjanya.
"Aku menyuruhmu berhenti, Apakah kamu mendengar perintahku?"
"Untuk apa aku istirahat kalau gajiku akan dipotong," jawab Angelina.
"Aku tidak mau istirahat lagi, Aku bisa bekerja!" kata Angelina.
"Angelina, Aaron," seru Darwine yang baru tiba.
"Dokter Darwine," balas Angelina yang menghentikan langkahnya.
"Sudah ku katakan panggil saja namaku!" jawab Darwine.
"Untuk apa kamu datang ke sini?" tanya Aaron.
"Aku hanya ingin melihat kondisi Angelina," jawab Darwine.
"Bagaimana dengan kondisimu? Apakah si kepala batu ini melukaimu?" tanya Darwine.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja!" jawab Angelina.
"Dia sudah bilang baik-baik saja, Sekarang kamu sudah bisa pergi," kata Aaron.
"Kenapa kamu selalu saja mengusirku? Angelina adalah pasienku tidak ada salahnya aku datang melihatnya," jawab Darwine.
"Angelina tinggal bersamaku, Kamu tidak perlu cemas tentang dia!" ucap Aaron.
"Kau ini sangat keras kepala, Angelina bukan istrimu. Sedangkan aku adalah dokternya. Tidak ada salahnya aku datang periksa kondisinya," ujar Darwine.
"Dia sudah sehat seperti yang kamu lihat, Jadi, kamu tidak perlu khawatir. dari makanan dan minuman aku mengaturnya dengan baik!" jawab Aaron.
"Setidaknya kamu masih memiliki hati nurani," ucap Darwine.
"Angelina, kapan kamu ada waktu?" tanya Darwine dengan sengaja.
"Kenapa?" tanya Angelina.
"Aku hanya ingin membawamu makan angin di luar, Agar tidak melihat wajah majikanmu yang mengjengkelkan ini," jawab Darwine.
"Apa kamu sudah selesai bicara? Kalau sudah, Silakan pergi!" ketus Aaron yang menarik lengan temannya itu.
"Hei! Hei! Aku belum selesai bicara," kata Darwine.
"Di sini tidak ada tempat untukmu bicara," jawab Aaron yang menarik temannya keluar dari mansionnya.
"Sudah! sudah! lepaskan tanganmu!" kata Darwine yang melepaskan tangan temannya.
"Jangan datang kalau tidak ada urusan," ujar Aaron dengan tegas.
"Dasar pencemburu," ucap Darwine.
"Apa maksudmu?"
__ADS_1
"Bukankah kamu sedang cemburu? Kalau tidak, Mana mungkin setiap melihatku kamu pasti tidak gembira," jawab Darwine.
"Untuk apa aku cemburu denganmu, kamu bukan siapa-siapa sama sekali," ujar Aaron.