
Perusahaan Christoper.
Diana yang kembali ke perusahaan ia telah dikeluarkan dari timnya dan dipindahkan ke bagian yang paling rendah. Semua karyawan di sana hanya mengurus bagian penyusunan barang di gudang.
Siang itu Diana dengan wajah kesalnya melangkah dengan hentakan kaki yang keras menuju ke ruang rapat yang di mana Cecillia sedang mengadakan rapat dengan pemegang saham lainnya.
Klek...
"Cecillia Christoper, kenapa kau memindahkan posisiku ke bagian gudang?" tanya Diana yang melangkah masuk ke ruangan itu.
"Apakah kamu tidak tahu, Kalau kami sedang rapat," ujar Cecillia.
"Aku bukannya tidak tahu, Kalau kamu sedang berusaha menyingkirkan aku, Apa kamu puas dengan apa yang kamu lakukan? Jangan lupa, aku adalah kakakmu dan putri keluarga Christoper. Kamu tidak bisa memindahkan posisiku dengan sesuka hatimu!" bentak Diana dengan kesal.
"Kakak, seharusnya kamu sadar dengan kesalahan sendiri, Setiap laporan yang kamu berikan tidak sesuai dengan pemasukan. Kalau bukan karena kamu sudah mengunakan uang perusahaan dengan sesuka hati. Mana mungkin aku memindahkanmu ke bagian lain," jawab Cecilia.
Perdebatan kakak dan adik menarik perhatian para pemegang saham yang di sana.
"Jangan menuduhku sembarangan, Ini tidak benar," ketus Diana yang menyangkal.
"Kami ada bukti, Apakah perlu aku menunjukkan padamu?" tanya Cecillia.
Diana langsung terdiam dan tidak berkutik.
"Sekarang waktunya kerja, Bukankah sebaiknya kamu kembali ke tempatmu," kata Cecillia dengan tegas.
"Aku akan memberi tahu Direktur Utama mengenai hal ini," ucap Diana yang kemudian beranjak dari ruangan rapat itu.
Mansion Christoper.
Chris dan Nick sedang bermain di dalam kolam berenang. Mereka saling melempar bola plastik.
"He he he...," suara Nick yang tertawa gembira.
Dua anak kecil itu telah diajari berenang sejak usia empat tahun.
"Kakak, kenapa tiba-tiba ingin ikut mama dan paman ke luar negeri?"
"Tidak tahu, hanya ingin pergi. Mungkin saja kita bisa bertemu dengan papa kita," jawab Chris.
"Kakak, mama selama ini tidak mengungkit siapa papa kita, kakek dan nenek juga tidak tahu. Apakah tidak aneh?"
"Mama hanya tidak ingin mengungkit masa lalu, Jadi, kita jangan bertanya," jawab Chris.
"Kakak, aku menyukai paman Zean, kenapa paman tidak menjadi papa kita saja?"
"Tidak bisa, mama dan paman hanya berteman biasa saja," jawab Chris.
"Tapi, papa kita selama ini tidak pernah muncul. Kenapa kita tidak menjodohkan mama dan paman Zean saja?" tanya Nick sambil melempar bola.
"Jangan pernah melakukan itu, Mama akan marah," jawab Chris.
__ADS_1
"Tapi, aku ingin memiliki seorang papa!"
"Walau begitu, Kita tidak bisa membuat keputusan sendiri. Ayo, kita naik ke atas! Jangan main lagi!" ajak Chris yang berenang ke tepi.
Di sisi lain Diana tiba di rumah orang tuanya dengan kesal.
"Kakak...Kakak...," seru Diana yang menuju ke ruang keluarga hingga ke belakang dan tidak menemukan mereka.
"Ha ha ha...."suara tertawa Chris dan Nick yang terdengar oleh Diana. Wanita itu menuju ke samping rumah dan melihat sikembar sedang bermain air di tepi kolam.
"Dua anak haram ini, Selalu saja merebut hati papa sehingga putraku tidak dianggap selama ini. Andaikan mereka lenyap...mungkin aku dan Leo akan mendapatkan posisi kami kembali di hati papa," batin Diana.
Diana melangkah menuju ke kolam berenang sambil melihat sekitaran rumah itu. Karena tidak melihat siapa pun di sana. ia pun menghampiri sikembar yang sedang bermain.
Sementara Cecillia sedang dalam perjalanan menuju ke rumahnya.
"Kakak, perasaanku tidak enak, Oleh sebab itu aku ingin pulang melihat sikembar sebentar," kata Cecillia yang berbicara dengan Calvin melalui handphonenya.
"Papa dan mama ada di rumah, seharusnya mereka baik-baik saja. Cecillia, kalau kamu tidak sehat kamu istirahat saja dulu," jawab Calvin.
"Apakah kakak sedang bertemu dengan klien?"
"Iya, kamu ada di mana?"
"Dalam perjalanan pulang," jawab Cecillia sambil mengemudi.
"Baiklah, sampai jumpa nanti. Hati-hati di jalan!" ucap Calvin yang kemudian memutuskan panggilannya.
Sementara Diana yang berniat jahat pada dua anak kecil itu ia melangkah perlahan agar mereka tidak menyadarinya.
Diana tersenyum jahat dan menghampiri dua anak itu. kemudian ia menekan Chris dan Nick ke dalam air.
Dua anak itu berusaha melawan akan tetapi mereka kalah tenaga dari Diana yang penuh dengan rasa dendam itu.
"Mati saja kalian," ketus Diana sambil menekan kepala dua anak itu sehingga mereka tidak bisa bernafas. Mereka berusaha mengerak-gerakan kaki tangan dan ingin melepaskan tangan wanita itu akan tetapi gagal.
Diana kemudian menarik rambut sikembar ke atas. Sehingga anak lima tahun itu batuk-batuk karena terminum air kolam.
"Uhuk...uhuk...."
"Lepaskan tanganmu!" teriak Mereka.
"Anak haram, Anak sampah, mati saja kalian," bentak Diana yang menekan kembali kepala mereka ke dalam air. Mereka yang kalah tenaga hanya bisa pasrah dan kesulitan untuk bernafas.
Tidak lama kemudian mereka berhenti bergerak. Wanita itu yang melihat dua anak itu terdiam dia pun melepaskan tangannya. Untuk memastikan mereka telah meninggal ia pun mengerakan tubuh mereka yang terapung.
"Apakah sudah mati?" Ucap Diana yang membungkuk melihat mereka untuk memastikan.
Saat ia sedang fokus pada anak-anak itu. Tiba-tiba dua pasang tangan mungil menarik rambut panjang Diana dengan kuat sehingga wanita itu cebur ke dalam kolam berenang.
Plung...
__ADS_1
"Aarrgh..!"
"Bibi jahanam, ingin membunuh kami," bentak Nick yang mencakar wajah Diana berkali-kali sehingga mengeluarkan darah. Sementara Chris mengigit telinga bibinya.
"Aarrgh...."
"Aarrgh...."
"Kurang ajar," teriak Diana yang kesal dan menampar Nick yang ada di depannya.
Plak..
"Aargh," jeritan Nick yang kesakitan.
Chris menyelam dan mengigit pinggang wanita itu.
"Aarrgh... "
"Pembunuh," teriak Nick yang ikut menyelam dan mengigit kaki wanita itu.
"Aarrggh!" Diana menarik rambut dua anak itu hingga ke permukaan air dan kemudian menekan kepala mereka ke dalam air.
Chris dan Nick yang kalah tenaga berusaha melawan. Akan tetapi tangannya yang mungil gagal mengapai wanita itu. Mereka bergerak terus menerus di dalam air karena kesulitan bernafas.
Cecillia yang kembali ke rumah ia langsung mencari putranya. Ia menuju ke samping rumah yang terdapat kolam di sana.
Saat ia melihat upaya kakaknya ingin membunuh kedua putranya ia langsung berteriak," Hentikan!"
Diana cemas saat melihat kedatangan adiknya itu. Cecillia langsung melompat ke kolam untuk menyelamatkan dua putranya. ia menampar wajah kakaknya sehingga ia melepaskan tangannya.
Plak...
Cecillia langsung menarik dua putranya naik ke atas permukaan air
"Chris, Nick...," teriak Cecillia yang cemas.
"Uhuk...uhuk...,"suara batuk mereka serentak.
"Mama, kami tidak apa-apa," jawab mereka.
Cecillia langsung membawa mereka keluar dari kolam berenang.
Dua anak kecil itu terduduk dan lemas karena kehilangan tenaga dan hampir kehabisan oksigen.
"Sayang, bagaimana dengan kalian?" tanya Cecillia yang menutupi tubuh mungil mereka dengan handuk.
"Dia...dia ingin membunuh kami," jawab Chris yang menunjuk ke arah wanita itu yang masih di dalam air.
"Wajahku terluka akibat perbuatan mereka," kata Diana yang berenang ke tepi.
"Mama, dia dulu yang menekan kami ke dalam air, Makanya aku mencakar wajahnya," jelas Nick.
__ADS_1
"Diana Christoper, Aku tidak akan diam dengan apa yang sudah kau lakukan," ucap Cecillia yang kesal dan menjambak rambut kakaknya dan menekan kepalanya ke dalam air.
"Sudah kukatakan jangan sentuh mereka, Apakah kau sudah bodoh," bentak Cecillia yang menarik rambut wanita itu dan kemudian menekan kembali ke dalam air.