Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Aaron Menyesal


__ADS_3

Di sisi lain Aaron yang masih belum putus asa, dia mengutuskan sekelompok aggota mencari istrinya di seluruh San Fransisco. di hari itu terlihat sejumlah mobil hitam yang berpencar ke arah yang berbeda. sementara Aaron berada di mansionnya dan berdiri di luar pintu.


"San Fransisco seluas ini, Ke mana dia pergi? tidak ada kenalan, tidak ada uang, tidak ada tujuan. apa yang dia bisa lakukan? Angelina, kamu ingin lari dariku, Sampai kapan pun aku akan mencarimu sampai dapat," gumam Aaron.


"Aaron! Aaron!" seru Kelly yang mendatangi tempat tinggal Aaron.


"Untuk apa kamu ke sini lagi?" tanya Aaron dengan nada sedikit kesal.


"Apakah dia masih belum ditemukan?"


"Bukan urusanmu," jawab Aaron.


"Sebagai seorang istri tidak seharusnya merajuk dan pergi begitu saja, Ini adalah salahnya. Aaron, jangan di khawatir! dia sudah dewasa pasti akan kembali," kata Kelly yang memegang tangan pria itu.


"Tujuanmu ke sini hanya ingin memprovokasi hubungan kami, bukan? Apa pun yang kamu katakan tidak berguna bagiku. silakan pergi sebelum aku yang mengusirmu," ujar Aaron yang kemudian melangkah masuk ke dalam.


"Aaron," seru Kelly yang ingin mengejar Aaron ia dihentikan oleh Louis.


"Nona, tolong pergilah."


"Kamu tidak layak menghalangku," ketus Kelly.


"Aku adalah pengawal bos, tentu saja aku layak," jawab Louis.

__ADS_1


"Jangan menghalangku!" bentak Kelly yang ingin melangkah masuk ia akhirnya didorong oleh Louis.


Brugh...


"Aaugh...."


"Kau berani sekali bertindak kasar padaku, Aku akan melaporkanmu!" ketus Kelly.


"Jangan lupa, di sini adalah kawasan kami. walau kamu lapor juga tidak ada gunanya," ujar Louis.


"Lebih baik pergi sekarang, dari pada aku melapor ke polisi!" kecam Louis yang kemudian melangkah masuk dan menutup pintunya.


Louis menuju ke kamar atasannya. Ia menghentikan langkahnya saat melihat bosnya itu diam sambil menatap perhiasan yang telah dia beli.


"Aku tahu kalau aku adalah wanita, Tapi, bukan berarti semua wanita memiliki hobi yang sama," suara Angelina yang muncul di ingatan Aaron.


"Menurutmu, kalau kamu akan pilih yang mana?"


"Aku tidak akan memilih!"


"Kenapa kamu sangat suka melawan? Apakah kamu lupa bahwa aku adalah suamimu?"


"Tentu saja aku ingat kamu adalah suamiku, Lalu, kenapa? Aku hanyalah anak yang dibuang dan diabaikan. Sebagai seorang istri yang tidak berguna aku sudah cukup patuh padamu. Untuk apa kamu bertanya tentang perhiasan ini padaku? Aku tidak mengerti soal ini juga."

__ADS_1


"Memang wanita yang sulit dipahami, Selain Nana sifat wanita lain memang tidak bisa ditebak."


"Kenapa membandingkan aku dengan adikmu? Jangan libatkan aku dengan adikmu."


"Nana adalah wanita, Kenapa kamu dan dia bisa berbeda?"


"Bukankah Nana adalah adikmu? Kenapa sifatmu lebih buruk dari dia."


"Karena kamu suka melawan."


"Kamu sangat tidak wajar, kamu ingin memberikan perhiasan kepada orang lain, Seharusnya bertanya padanya bukan bertanya pada anak buangan dan istri rendahan sepertiku."


"Apakah kamu mengira kalau aku memberikan perhiasan ini untuk Kelly?" gumam Aaron.


"Kalian ulang tahun di hari yang sama, Aku hanya menyediakan kado untukmu. Lagi pula aku tidak pernah memberi hadiah untuk seseorang," gumam Aaron.


"Bos," seru Louis.


"Dia pasti tidak ingin pulang lagi," ujar Aaron.


"Nyonya...pasti tersiksa," kata Louis.


"Tersiksa? apa maksudmu?" tanya Aaron.

__ADS_1


__ADS_2