
Club malam.
Aaron bersama temannya sedang menikmati minuman whiskey di ruangan karaoke.
"Angin apa yang membawamu ke sini? kau sudah lama tidak muncul," tanya salah satu temannya yang bernama Nico.
"Aku hanya ingin minum saja, tidak ada apa-apa," jawab Aaron yang meneguk minuman yang di gelasnya.
"Suasana hatimu sedang tidak baik, apakah karena Nana? pria bajin.gan itu sudah di tangkap. keluarganya sudah hancur. apa lagi yang membebankan hidupmu?" tanya Andrew.
"Kehilangan adalah suatu yang menyakitikan, kami mengalami kesulitan di saat kehilangan orang tua kami. tujuanku hanya ingin membuat adikku bahagia. tapi, aku gagal...dia harus meninggal karena brengsek itu," ucap Aaron.
"Aaron, selama Nana bersama pria itu kamu sebagai kakak sudah berusaha menghalang hubungan mereka. tapi Nana sangat nekad bersama pria itu karena cinta buta. jadi, ini bukan salahmu," ujar Nico.
"Sebagai kakak dan kepala keluarga aku gagal melindungi keluargaku. saat Nana masih hidup hubungan kami selalu buruk karena aku melarang dia bersama pria itu. dan aku selalu fokus pada kerjaku," ujar Aaron.
"Sebagai kepala keluarga kamu mencari uang juga demi adikmu, coba kamu pikirkan saja...demi dia kamu tidak menikah dan hanya fokus mencari uang. walau sekarang kamu telah berhasil tapi kamu tidak pernah menikmati hidupmu. misalnya pergi jalan-jalan, atau ke mana pun," kata Nico.
"Aaron, aku mendengar kabar kamu menahan tunangan brengsek itu, apakah benar?" tanya Andrew.
"Iya, aku ingin mengagalkan rencana pria itu, dia berharap bisa menikahi putri orang kaya," jawab Aaron.
"Dia adalah brengsek bodoh, kalau dibandingkan kekayaan, keluarga Hamilton bukan tandinganmu sama sekali," kata Nico.
"Lalu, bagaimana dengan gadis itu? apa yang kamu lakukan terhadapnya? putri bungsu Alex Hamilton adalah tunawicara, bukan?" tanya Andrew.
"Dia menjadi asisten ku," jawab Aaron.
"Asistenmu? sejak kapan kamu butuh asisten wanita?" tanya Andrew dan Nico dengan serentak.
__ADS_1
"Dia adalah gadis yang menyelamatkanku di saat mobilku kecelakaan," jawab Aaron.
"Apakah kamu ingin menyiksanya atau balas budi?" tanya Nico.
"Aku sudah banyak minum, dan ingin pulang dulu," kata Aaron yang melihat arloji yang melingkar pergelangan tangannya.
"Hei! apakah kamu tidak ingin bersenang-senang dulu?" tanya Nico.
"Tidak berminat!" jawab Aaron yang bangkit dan meninggalkan ruangan itu.
"Untuk apa kamu menawarkan dia? selama dia tidak pernah mendekati wanita hiburan," kata Andrew.
"Aku hanya ingin dia melepaskan tekanan," jawab Nico.
"Aaron adalah pria langka, hanya dia yang tidak akan melepaskan tekanan terhadap wanita manapun," kata Andrew.
"Apakah dia akan tertarik pada putri bungsu Alex Hamilton?" tanya Nico.
Mansion Davidson.
Angelina sedang menunggu kepulangan Aaron hingga pukul 01.00.
Gadis itu harus patuh pada peraturan kerjanya untuk menyediakan minuman dan makanan ringan untuk majikannya.
Angelina harus menahan ngantuk dan berdiri di samping meja. beberapa kali gadis itu memejamkan matanya dan hampir jatuh. selain itu ia juga beberapa kali menyentuh bagian perutnya.
"Kenapa masih belum pulang? perutku sangat tidak nyaman dari tadi, apakah sakit maag? kenapa bisa sakit?" batin Angelina.
Angelina mulai berkeringat dingin membasahi wajahnya, wajahnya menunjukan ekspresi yang sedang menahan sakit pada bagian perutnya.
__ADS_1
"Kenapa denganku? kenapa sakit sekali? apakah karena beberapa hari ini kelelahan? banyak kerja yang harus aku lakukan. dan tidak ada waktu istirahat. Aaron sering saja menyuruhku membersihkan tiga ruangan dan halaman depan. aku tidak boleh tumbang. kalau tidak...hutangku tidak akan terbayar," batin
Klek.
"Kenapa kau masih di sini?" tanya Aaron yang baru melangkah masuk.
"Minumannya dan makanannya," jawab Angelina.
Aaron menghampiri gadis itu dengan tatapan tajam sehingga membuat Angelina harus memundurkan langkahnya.
"Sangat patuh pada peraturan, aku tidak salah memilihmu sebagai asisten, minuman ini sudah dingin. apakah kamu ingin aku minum minuman ini?" tanya Aaron yang mengambil cangkir itu.
"Aku tidak tahu kamu pulang kapan," jawab Angelina.
"Aku sedang bersenang-senang dengan wanita cantik sehingga lupa pulang ke rumah, dia menciumku dan aku sangat menikmatinya," kata Aaron yang semakin dekat dengan Angelina.
Aaron menaikan tangannya dan menyentuh pundak gadis itu dengan berkata," mungkin dibandingkan denganmu, dia membuatku tidak mampu melupakan apa yang kami lakukan saat di ranjang tadi."
"Apa kamu sudah selesai bicara? aku hanyalah asistenmu, untuk apa kamu mengatakan itu padaku? lagi pula bukan urusanku walau kamu ingin tidur dengan wanita lain," kata Angelina yang menahan emosi.
"Benar juga! tidak ada hubungan denganmu sama sekali, yang penting aku sangat menikmati tubuh wanita itu. dia lebih ramping dan memiliki buah dada yang lebih besar darimu," sindir Aaron.
"Ganti minuman ini, aku ingin yang panas. sebagai asistenku harus sadar diri!" perintah Aaron.
Angelina lagi-lagi hanya bisa pasrah mengambil cangkir itu dan beranjak dari ruangan majikannya.
Tidak lama setelah Angelina keluar terdengar suara pecahan cangkir.
Prang...
__ADS_1
Aaron yang mendengar suara bising itu, ia langsung menuju keluar dan melihat gadis itu terkapar di lantai dengan wajahnya yang pucat.