
"Angelina...," teriak Aaron yang langsung menghampiri gadis itu yang kesakitan.
Angelina sangat pucat dan keringat dingin membasahi wajahnya.
Aaron langsung mengangkat tubuh gadis itu dan menyentuh wajahnya.
"Angelina, ada apa denganmu?" tanya Aaron dengan cemas.
"Perutku sakit sekali...," jawab Angelina yang memejamkan matanya. gadis itu menangis kesakitan.
Aaron yang ingin mengendong gadis itu, ia melihat darah yang keluar dari bagian bawah Angelina. mata pria itu langsung terbelalak kaget dan semakin cemas. seakan dia telah mengerti kondisi gadis itu.
Aaron mengendong Angelina dan menuruni anak tangga. ia berlari menuju ke mobilnya dengan cemas.
Malam itu Aaron mengantar Angelina menuju ke rumah sakit, gadis itu sama sekali tidak berdaya dan semakin lemah. di sepanjang jalan ia mengeluh sakit pada bagian perutnya.
"Bertahanlah, kita akan segera sampai ke rumah sakit!" ujar Aaron yang memegang tangan gadis itu.
Aaron menghubungi rumah sakit sambil menyetir. raut wajah pria itu sangat cemas dan selalu memandang ke arah Angelina yang duduk di sampingnya.
Setelah beberapa menit kemudian mereka tiba di depan rumah sakit.
Saat Aaron menghentikan mobilnya dan langsung dibantu oleh pihak rumah sakit yang memindahkan Angelina ke atas ranjang beroda.
Gadis itu yang kesakitan akhirnya tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Ia langsung dilarikan ke ruang UGD. sementara Aaron menunggu di luar dengan mondar mandir tidak tenang.
"Angelina tidak mungkin hamil," gumam Angelina.
"Selama ini tidak melihat ada kelainan pada dirinya," batin Aaron.
Setelah satu jam kemudian.
"Bagaimana dengan Angelina?" tanya Aaron pada dokter itu.
"Kondisi nyonya masih lemah, maaf...kandungannya telah gugur," ucap Dokter itu.
"Kandungannya?" tanya Aaron yang serasa tidak percaya.
"Lalu, bagaimana dengan kondisinya sekarang?" tanya Aaron.
"Sangat lemah, istri Anda kehilangan banyak darah dan masih belum sadar. dia harus rawat inap di sini selama beberapa hari," jawab Dokter.
"Terima kasih!" ucap Aaron yang menarik nafas panjang.
"Kandungannya gugur? anakku? apa yang sudah ku lakukan selama ini, dia bahkan memaksakan diri untuk bekerja. apakah dia tidak tahu kalau dia sudah hamil?" gumam Aaron.
"Ini adalah salahku yang selama ini tidak perhatikan kondisinya tubuhnya. selama tinggal di keluarga Hamilton dia tentu tidak pernah makan makanan yang bergizi," batin Aaron
"Aaron, bagaimana dengan Angelina?" tanya Darwine yang menghampiri sahabatnya itu.
__ADS_1
"Dia harus rawat inap!"
"Apa yang terjadi? kenapa harus sampai rawat inap?" tanya Darwine
"Keguguran," jawab Aaron yang mengusap kasar wajahnya.
"Keguguran? kenapa bisa terjadi? apakah kau tidak merawatnya dengan baik?"
"Aku bahkan tidak tahu kalau dia hamil," kata Aaron.
"Aaron, apakah kau sudah kebiasaan menyiksanya sehingga tidak sadar dia hamil anakmu? biasa kalau wanita hamil pasti menunjukkan kelainannya. seperti muntah, mual-mual, susah tidur, atau gejala lainnya," kata Darwine.
"Dia sama sekali tidak menunjukan gejala yang kau katakan itu," ujar Aaron.
"Mungkin karena masih hamil muda sehingga dia juga tidak menyadarinya," kata Darwine.
Setelah beberapa menit kemudian Aaron memasuki kamar VIP yang di mana Angelina sedang berbaring di sana. raut wajah pria itu menujukkan kekhawtiran dan juga menyesal atas sikapnya yang terlalu tegas terhadap Angelina.
"Semua ini adalah kesalahanku, karena tidak bisa mengetahui kondisimu," batin Aaron.
Aaron duduk di samping ranjang dan memegang tangan gadis itu. ia sangat menyesal akan tetapi sudah terlambat.
"Gadis ini telah hamil darah dagingku, tapi aku masih saja begitu keras padanya dan selalu menyakitinya," gumam Aaron.
"Apa yang harus ku lakukan padanya?" ucap Aaron.
__ADS_1