
Cecillia mengunakan sekuat tenaganya mendorong pria itu menjauh darinya dan kemudian ingin melayangkan tangannya.
Aaron langsung menahan tangan istrinya yang berniat ingin menamparnya.
"Jangan sentuh aku!" bentak Cecillia dengan nada kesal.
"Angelina Hamilton, Kamu sudah banyak berubah, Tapi, ada satu yang tidak berubah. Yaitu, ciumanmu masih semanis dulu," kata Aaron yang melepaskan tangannya.
"Semua orang bisa berubah setelah menjalani kehidupan yang tersiksa, pernikahan kita adalah kesalahan besar. Jangan lupa identitasmu, Tuan Davidson. Kamu adalah pria yang sudah menikah. Sekarang kau masih saja mendekatiku. Apakah hatimu tidak pernah setia untuk seseorang," ketus Cecillia.
"Kamu sangat mencintainya?"
"Bukan urusanmu!"
"Sayang sekali, aku tidak akan diam saja dan membiarkan kalian hidup bahagia," ujar Aaron.
"Apa lagi yang kamu inginkan?" tanya Cecillia dengan kesal.
"Hampir enam tahun kamu pergi begitu saja, Kini, kamu berharap aku melepaskanmu?"
"Bukankah setelah aku pergi, Kamu bisa bersama dengan wanita yang kau cintai? Untuk apa kamu marah kepergianku. Kepergianku justru membuka pintu bahagia untukmu karena bisa bersama dengan wanita lain. Aku tidak ingin menjadi istri yang bodoh yang selalu disakiti oleh suami sendiri," ketus Cecillia.
"Mama...mama...," suara teriakan Nick yang dari luar.
"Mama, cepat keluar...kalau tidak aku akan panggil paman yang bekerja di bagian Listrik," panggil Nick.
"Nick?" tanya Aaron yang mengenal suara itu.
"Aku tidak ingin membuang waktu denganmu," ketus Cecillia yang kemudian beranjak dari ruangan itu. Ia kemudian menuju ke toilet untuk menenangkan dirinya.
"Kenapa bisa bertemu dengan dia, sudah enam tahun, Akhirnya kami berjumpa. Aku sudah berusaha melupakan. Tapi, kini dia muncul di sini," gumam Cecillia.
Aaron sendiri masih duduk di ruangan itu sambil menuangkan minuman ke gelas kosong yang di meja itu.
"Bos," sapa Louis yang menghampiri atasannya.
"Jumpai pelayan tadi, ada yang ingin aku tanyakan padanya!" perintah Aaron.
"Iya, Bos," jawab Louis.
Tidak lama kemudian pelayan itu datang menemui Aaron.
"Tuan," sapa pelayan itu dengan sopan.
"Apakah kamu sengaja ingin aku bertemu dengan wanita tadi?" tanya Aaron.
"Maaf, Tuan. Saya tidak tahu apa-apa. Hanya ikut perintah saja!"
"Siapa yang memberi perintah?" tanya Aaron.
"Seorang pria yang masih muda, dia tidak memberi tahu nama. Hanya meminta saya sampaikan pada Anda. Untuk datang ke ruangan ini."
"Seorang pria?" ucap Aaron yang penasaran.
"Keluar!" perintah Aaron.
__ADS_1
"Iya," jawab pelayan itu yang beranjak dari sana.
"Bos, Kira-kira siapa yang ingin pertemukan Anda dengan nyonya?" tanya Louis.
"Seseorang yang pasti mengetahui hubungan kami," jawab Aaron.
Sesaat kemudian Aaron meninggalkan ruangan itu dan pergi menemui Calvin.
Nick yang sedang mencari ibunya ia berlari menuju ke dapur sampai meloncat-loncat.
"He he he...," suara Nick yang berlari masuk ke dalam dapur. Para koki dan pekerja lainnya dikejutkan dengan kemunculan anak kecil itu.
"La la la la...he he he!" Nick berlari melewati beberapa koki yang sedang sibuk. Mereka yang melihat anak kecil itu langsung menghindar sana sini.
"Anak siapa ini?" tanya Koki.
"Aku adalah anak mamaku," jawab Nick yang kemudian merangkak ke bawah meja sambil tertawa gembira.
"Adik, Kamu tidak boleh di sini, sangat bahaya," kata pekerja wanita itu.
"Dapur di rumahku lebih besar dari ini, Aku juga sering bersembunyi di sana," jawab Nick dengan senyum.
"Wah...kenapa anak ini begitu tampan," ucap wanita itu yang terpesona dengan ketampanan anak itu.
"Jangan jatuh cinta padaku, karena setelah aku dewasa bibi sudah tua," jawab Nick yang duduk di bawah meja.
"Adik, cepat keluar dari sana, Di sini sangat kotor dan berminyak," ujar wanita itu yang ingin menarik tangan mungil anak itu.
"Bibi, aku akan keluar sendiri," kata Nick yang merangkak keluar dari meja. Setelah itu ia langsung menuju ke pintu.
"Siapa orang tuanya?"
"Tidak tahu."
"Anak ini sangat aktif."
Aaron yang melangkah masuk ke ruangan itu ia disambut oleh Calvin.
"Aaron, aku mengira kamu tidak datang," sambut Calvin.
"Kita sudah buat temu janji, Mana mungkin aku tidak datang," jawab Aaron.
"Paman," sapa Chris yang memegang tangan Aaron. Tidak tahu anak itu datang dari mana dan tiba-tiba berdiri di samping ayahnya itu.
"Chris, anak pintar," jawab Aaron.
"Chris, di mana adikmu?" tanya Calvin.
"Katanya ingin mencari mama, dan kemudian dia menghilang entah ke mana," jawab Chris.
"Apakah Nick sering suka berlari sana sini?" tanya Aaron.
"Anak itu sangat berbeda dengan yang lain, terlalu aktif. Bahkan, guru juga kewalahan mengejarnya. Dari usia dua tahun dia sudah mulai nakal dan sangat lincah," jawab Calvin.
"Kembar yang sangat berbeda," kata Aaron yang duduk di kursi. Chris langsung duduk di samping Aaron. Tangan mungil itu memegang tangan Aaron tanpa ingin melepaskannya.
__ADS_1
"Kenapa Chris sangat dekat dengan Aaron? Aaron juga aneh, dia bisa senyum dengan anak yang baru dia kenal," batin Calvin.
Calvin sangat penasaran melihat Chris senyum-senyum pada Aaron. Anak itu sangat dekat sehingga tidak mau jauh dari temannya.
"Ke mana Cecillia? Kenapa belum datang? Bukankah dia akan datang setelah bertemu dengan Zean," ucap Calvin.
"Kita akan pesan makanan dulu, Apa yang akan kita pesan?" tanya Calvin yang membaca menu.
"Hotpot," jawab Aaron dan Chris dengan serentak.
"Hah...ternyata kalian memiliki selera yang sama," ucap Calvin yang penasaran.
"He he he...," suara tertawa Chris.
"Kakak, Maaf, aku terlambat," suara Cecillia yang melangkah masuk ke ruangan itu.
"Cecillia, aku perkenalkan, Ini adalah temanku. Aaron Andres Davidson," ujar Calvin yang memperkenalkan kepada adiknya.
Aaron dan Cecillia saling memandang dan terdiam sejenak.
"Paman dan Mamaku apakah saling kenal?" tanya Chris yang menyadari reaksi mereka berdua.
"Namanya adalah Cecillia, adikmu yang hilang itu?" tanya Aaron pada Calvin.
"Benar, Cecillia adalah adikku yang dibawa pergi oleh Diana," jawab Calvin.
"Cecillia, duduklah dan pesan apa yang kamu suka!" Kata Calvin.
"Iya, Kakak, di mana Nick?" tanya Cecillia yang duduk berhadapan dengan Aaron.
"Anak itu keluar mencarimu, aku yakin dia pasti main-main lagi, Aku sudah pesan pelayan restoran membawa dia ke mari," jawab Calvin.
Aaron memandang Cecillia tanpa beralih pandangan.
"Mama, kenapa tidak pesan makanan?" tanya Chris.
"Iya, Mama akan pesan sekarang," jawab Cecillia yang tidak berani melihat tatapan suaminya.
"Gawat, apakah dia akan tahu kalau Chris dan Nick adalah anaknya? Bagaimana kalau dia merebut mereka berdua dariku," batin Cecillia
"Calvin, kamu sangat beruntung karena busa menemukan adikmu. bukan itu saja, dia juga melahirkan si kembar yang lucu dan pintar," ujar Aaron sambil melirik Cecillia yang hanya fokus pada menu makanan.
"Iya, Lima tahun yang lalu, adalah hari yang paling bahagia bagi kami. Kami menemukan Cecillia dan di saat yang sama Cecillia melahirkan si kembar," jawab Calvin yang langsung membuat Aaron teringat usia dua anak itu yang sudah lima tahun.
Cecillia semakin cemas saat kakaknya membahas tentang kelahiran anaknya.
"Lima tahun? benar mereka adalah anak usia lima tahun yang cerdik. di mana ayahnya?" tanya Aaron yang sudah curiga.
"Papaku tidak pernah muncul sejak kami dilahirkan, Mungkin dia tidak menginginkan kami lagi," sambung Chris.
"Mungkin papamu sama sekali tidak tahu kalau mamamu telah melahirkanmu," ujar Aaron yang menyentuh kepala anak itu.
"Apakah benar, Paman?"
"Tentu saja, Chris dan Nick begitu lucu, Mana mungkin papa kalian tidak menginginkan kalian," jawab Aaron
__ADS_1
"Benarkan apa yang aku katakan, Nona Christoper?" tanya Aaron dengan sengaja.