Bisu Tawanan Hartawan

Bisu Tawanan Hartawan
Tipe Darah yang Langka


__ADS_3

Diana kemudian melangkah masuk ke dalam kamar Angelina.


"Sudah hamil besar, luar biasa," sindir Diana.


"Nona Diana, Jangan salah paham!" Jawab Angelina yang mencoba menjelaskan.


"Jangan salah paham tentang apa? Sebelum menikah sudah tinggal bersama, apa saja bisa terjadi, bukan? Apa lagi hanya seorang pembantu. Mana mungkin tidak suka dengan pria kaya," ejak Diana.


"Tolong jaga mulutmu, Nona Diana! Anda tidak berhak menghina saya!"


"Tidak berhak? Kamu siapa? Kamu hanyalah seorang wanita yang hamil tanpa menikah. Dan anak dalam kandunganmu itu adalah anak sampah," ketus Diana


"Diam...keluar dari sini!" bentak Angelina yang sangking kesalnya. Ia memegang perutnya karena merasa sakit.


"Ibunya jal*ng dan anaknya pasti tidak jauh berbeda," ucap Diana dengan senyum jahat.


"Anda adalah orang yang terpelajar, Kenapa gaya bicaramu seperti orang rendahan," balas Angelina yang mulai keringat dingin.


"Kau...bagaimana pun aku masih jauh lebih baik darimu, Sebelum menikah sudah hamil."


"Aku sudah menikah dan anakku memiliki ayah," jawab Angelina dengan tegas.


"Memiliki ayah? Apakah kamu bercanda? Kalau begitu apakah ayahnya sudah meninggalkanmu dan bermain dengan wanita lain? Sehingga kamu merayu Zean dan tinggal bersamanya?"


"Aku tidak merayu siapa pun, Jangan menuduhku sembarangan. Tolong keluar!"


"Aku tidak tahu kenapa kakakku pernah memujimu di depan orang tuaku. Jangan karena wajahmu kau sudah berani mengoda kakakku juga," kata Diana.


"Apa yang kamu bicarakan sama sekali tidak masuk akal," ujar Angelina.


"Semua wanita sedang mengantri untuk mendapatkan cinta kakakku dan Zean. Sementara kamu adalah wanita yang ditinggalkan suami mana layak untuk mereka berdua," kata Diana dengan mengejak dan senyum.


"Keluar dari sini! Aku tidak mengoda siapa pun. Kamu adalah nona besar dari kalangan atas. Tapi, sayang sekali sifatmu tidak mirip dengan orang yang berpendidikan," balas Angelina sambil menahan sakit.


"Aarrgh...," jeritan Angelina yang kesakitan.


"Tolong panggilkan Dokter!" pinta Angelina.


"Dokter? Kenapa aku harus membantumu, Selama ini kamu tinggal bersama Zean. Tanpa seorang suami memang sangat kasihan. Tapi, lebih mirip dengan murahan. Anak dalam kandunganmu ini pasti akan menanggung malu karena ibunya tinggal bersama dengan seorang pria demi uang," sindir Diana.


"Keluar...," teriak Angelina sambil menahan sakit. wajahnya mulai pucat dan keringatnya membasahi seluruh wajahnya.


"Dokter, Tolong," jerit Angelina yang tidak sanggup meninggikan suaranya.


"Ini adalah karma seorang wanita yang mengoda pria milik orang lain, anak dalam kandunganmu pasti adalah anak yang tidak tahu asal usulnya,"kata Diana yang tersenyum melihat Angelina sedang kesakitan.


"Jaga mulutmu, Kau bisa menghinaku, Tapi, bukan anakku," ketus Angelina.


Angelina berusaha menekan tombol merah yang ada di tembok atas ranjangnya. Akan tetapi karena kesakitan tangannya tidak bisa menjangkau.


Diana tersenyum bahagia melihat wanita itu kesakitan. Kemudian terlihat darah yang keluar dari bagian bawah Angelina.


"Selamatkan anakku, Tolong. Dia tidak bersalah," pinta Angelina yang melihat darah yang mengotori sprei.


"Aarrghh...tolong aku!" tangisan Angelina.


"Selamatkan anakku," teriak Angelina.

__ADS_1


Diana yang melihat Angelina yang sedang teriak kesakitan, Ia mengingat kembali saat Cecillia yang baru dilahirkan. Ia sedang mengendong bayi lucu itu dan kemudian dengan tega membuang ke jalan yang gelap.


"Lebih baik jangan pernah kembali, Karena hanya aku yang adalah nona besar Christoper," gumam Diana yang mengingat bayi yang dia buang itu.


Diana hanya terpaku diam di sana seakan sangat bahagia saat melihat Angelina sedang menderita.


"Tolong selamatkan anakku, Tolong," tangisan Angelina yang wajahnya semakin pucat.


"Anakmu bisa hidup atau tidak tergantung dirimu," ucap Diana dengan senyum.


Tidak lama kemudian Calvin dan Zean melangkah masuk ke kamar itu.


"Angelina...," suara dua pria itu yang menghampiri wanita itu.


"Cepat panggil Dokter!" pinta Calvin.


"Iya," jawab Zean yang langsung keluar dari kamar dan mengabaikan mantan kekasihnya.


"Tolong selamatkan anakku!" tangisan Angelina.


"Angelina, Jangan takut! Kamu tidak akan ada apa-apa! Anakmu akan baik-baik saja," ucap Calvin yang menyeka air mata wanita itu.


"Apa pun yang terjadi harus selamatkan anakku, Kakak, aku mohon padamu!"


"Kakak berjanji padamu, kamu dan anakmu akan selamat!"


"Kenapa hatiku begitu sakit melihatnya sedang menderita," batin Calvin.


London.


Hotel.


"Bos, orangnya sudah tiba," seru Louis.


"Hm" jawab Aaron tanpa menoleh.


"Tuan Davidson,"sapa seorang pria yang masuk di kamar hotel itu.


Aaron kemudian menoleh ke arah pria itu yang berdiri di dekat pintu.


"Selesaikan tugasmu, dan sisanya akan menjadi milikmu," perintah Aaron yang menunjukan tas yang ada di sofa.


"Tuan, ini adalah?" tanya pria itu yang membuka tas dan melihat isinya.


"Ini milikmu,"jawab Aaron dengan singkat.


"Ini sangat banyak jumlahnya, sementara aku ragu bisa melakukannya," kata pria itu.


"Terima uang dan mendapatkan apa yang kamu inginkan, Apakah masih tidak cukup dan ragu?"


"Aku hanya takut tidak bisa, Apa lagi di depan reporter," jawabnya.


"Marcus, jangan mengecewakanku!" ujar Aaron dengan nada tegas.


"Kalau aku menolak?"


"Kamu tidak akan bisa keluar dari sini hidup-hidup," jawab Aaron.

__ADS_1


"Dia sangat mengagumimu, Untuk apa Anda melakukan itu?" tanya Marcus.


"Monica Sean adalah wanita yang terkenal di kalangan bisnis, dan aku butuh jaminan untuk diriku sendiri," jawab Aaron.


"Anda bisa mengejarnya dan itu sudah bisa menjadi jaminan."


"Aku ingin mengunakan rencanaku, Jadi, kamu harus patuh pada perintahku!"


"Kapan?"


"Tunggu kabar dariku," jawab Aaron.


"Baik," jawab Marcus.


"Kamu boleh pergi," ujar Aaron yang menyentuh bagian dadanya yang tiba-tiba merasa sesak.


"Bos, ada apa? Kenapa wajahmu pucat?" tanya Louis.


Aaron tidak menjawab sama sekali, Ia diam dan berkeringat dingin.


"Apa yang terjadi, Kenapa dadaku sesak dan perih?" batin Aaron.


"Angelina? Apakah dia terjadi sesuatu," gumam Aaron sambil mengenggam gelas dengan erat.


"Bos, Aku akan mengantarmu ke rumah sakit," kata Louis.


"Keluar, aku ingin sendirian!" perintah Aaron.


"Baik," jawab Louis dengan patuh dan beranjak dari sana.


Aaron kemudian duduk di sofa sambil mengelus dadanya. Mata pria itu tiba-tiba merah dan berkaca-kaca.


"Di mana kamu sekarang," ucap Aaron yang mengeluarkan cincin yang dia gantung di kalungnya. selama ini dia membawanya ke mana-mana.


Angelina yang telah dilarikan ke ruangan darurat, dokter segera melakukan upaya untuk menyelamatkan bayi kembar dalam kandungan Angelina. sementara Angelina sedang menahan sakit yang tak terhingga. ia mengalami pendarahan yang cukup parah sehingga suster harus keluar masuk sambil memegang baskom berisi cairan merah itu.


Zean dan Calvin yang melihat kondisi Angelina mereka pun sangat cemas.


"Apakah bayi kembar terjadi sesuatu?" tanya Calvin.


"Mudah-mudahan mereka bertiga selamat," ucap Zean.


"Tuan, pasien mengalami pendarahan dan sekarang harus melakukan Transfusi darah," kata Suster itu.


"Ambil saja darahku!" jawab Calvin dan Zean dengan serentak.


"Tapi, tipe darahnya sangat langka," kata Suster.


"Apa tipe darahnya?" tanya Zean.


"Tipe AB-, AB- adalah tipe yang paling langka. Sebab, jenis ini hanya ada 0,36 persen di tahun ini," jawab Suster.


"Lalu, kami harus cari di mana?" tanya Zean.


"Biasa yang memiliki darah AB- kebanyakan ada pada keluarganya sendiri. itu pun hanya terdapat pada satu atau dua orang," jawab suster.


"Suster, ambil darahku, Tipe darahku sama dengan Angelina," kata Calvin.

__ADS_1


"Baiklah, silakan ikut denganku!" ujar Suster itu yang masuk ke dalam ruangan itu bersama Calvin.


"Bukankah hanya keluarga sendiri yang memiliki tipe darah yang sama? kenapa darah Calvin bisa sama dengannya?" gumam Zean.


__ADS_2