
Di malam itu Anthony yang terpukul akibat mengetahui putranya yang sudah meninggal ia berteriak tanpa berhenti.
"Aargghh...," teriak Anthony.
"Gigs, jangan meninggalkan papa! Kembalilah jangan pergi jauh-jauh," tangisan Anthony yang dalam posisi terlungkup dan memandang ke arah laut itu.
"Jangan main-main terlalu lama! Cepat pulanglah! Tidak baik kalau kamu berada dalam air terlalu lama. Kamu akan kedinginan!" tangisan Anthony yang mulai terkena gangguan jiwa.
"Gigs, cepat naik ke atas, Jangan main-main lagi!" tangisan Anthony yang merangkak dan masuk ke dalam air laut. Pria itu sedang mencari-cari putranya sambil menangis dan menahan sakit akibat racun.
Tidak lama kemudian ia mulai tenggelam dan meronta-ronta di dalam air. dirinya yang sudah kesakitan berjam-jam membuatnya tidak sanggup bertahan pada akhirnya harus tewas tenggelam ke dasar lautan.
Mansion Davidson.
"Bos, dia sudah pergi," kata Louis yang baru kembali.
"Hm...sudah waktunya dia pergi," jawab Aaron yang meneguk minumannya.
"Sebelum dia pergi, Gaya bicaranya sangat aneh, Sepertinya dia terpukul sehingga menangis dan bicara sendiri," kata Louis.
"Gigs adalah anak satu-satunya, Tentu saja dia tidak bisa menerima kematiannya," jawab Aaron.
"Satu masalah sudah selesai, setelah aku menikah kita akan menuju ke San Fransisco,"ujar Aaron
"Baik, Bos," jawab Louis.
"Apakah Angelina akan dibawa bersama?" tanya Louis.
"Tentu saja dia harus ikut denganku," jawab Aaron.
Beberapa hari kemudian.
Pesta pernikahan
Pesta pernikahan diadakan di sebuah hotel mewah di kota itu, para tamu yang hadir dari kalangan sesama pebisnis.
Aaron mengundang semua pebisnis yang bekerja sama dengannya yang dari dalam maupun luar negeri.
Pesta sangat meriah karena pergaulan Aaron yang cukup luas. Semua dekorasi dan perlengkapan acara pernikahan di sediakan sangat mewah walau hanya dalam beberapa hari menjelang pernikahan mereka.
Para tamu berdatangan bersalaman dengan Aaron dan Angelina.
"Tuan Davidson, Selamat untuk Anda!" ucap salah satu tamunya. yang bersalaman dengan Aaron dan Angelina.
"Terima kasih, Sudah datang!" balas Aaron dengan senyum.
__ADS_1
"Sama-sama! Tuan Davidson, Anda adalah pria yang luar biasa, Mudah-mudahan kalian bahagia selalu."
Satu jam kemudian.
Tamu yang diundang telah hadir semuanya. Selama acara Aaron memegang tangan istrnya itu. Sementara tamunya telah mulai menikmati makanan dan minuman mewah yang sengaja disediakan oleh Aaron.
"Angelina, kau sangat cantik hari ini," puji Aaron yang mencium wajah istrinya.
Angelina sama sekali tidak merasa bahagia. Di hari penting itu tidak ada pihak keluarganya yang ikut hadir.
"Biasa orang menikah pihak keluarganya pasti datang, Sedangkan aku hanya sendirian," batin Angelina.
"Kenapa kamu diam saja? Kalau kamu tidak tersenyum mereka akan mengira bahwa aku telah memaksamu," ujar Aaron.
"Aku hanya...."
"Hanya apa? Suka atau tidak, kamu tidak menolak!" kata Aaron yang berbisik di telinga istrinya.
"Aku menikah dengan seorang pria yang tidak ku pahami sikapnya. Apa alasannya dia menikahiku aku juga tidak tahu. Pernikahan ini seperti tidak ada arti sama sekali," batin Angelina.
"Aku menginginkan pernikahan yang bahagia, dan hari ini jangan mengecewakan aku," ujar Aaron.
"Kenapa kamu mengadakan acara ini secara besar-besaran?"
"Aku ingin semua orang mengenali siapa istriku," jawabnya.
Aaron dan Angelina saling menyarungkan cincin di jari manis mereka.
Aaron kemudian mencium bibir istrinya selama beberapa saat.
Prok....prok ...prok...
Tepukan tangan meriah dari semua hadirin di sana.
Acara telah berlangsung selama beberapa jam dan berakhir pada pukul 23.00.
Malam itu Aaron dan Angelina akan bermalam di hotel tempat acara mereka berlangsung. Pria itu memang sengaja ingin menghabiskan beberapa malam di hotel mewah itu untuk pernikahannya.
Setelah acara selesai, Aaron mengendong istrinya menuju ke kamar.
"Turunkan aku!" pinta Angelina.
"Malam ini aku tidak akan melepaskanmu," ujar Aaron yang melangkah masuk ke kamar dan menidurkan istrinya.
"Hei, apa yang kau lakukan?" tanya Angelina yang melihat suaminya sedang melepaskan pakaian.
__ADS_1
"Kita sudah menjadi suami istri, Bukankah sangat wajar ketika kita melakukannya!" ujar Aaron yang sedang membuka baju sendiri.
"Jangan melakukan itu! aku tidak mau," kata Angelina yang ingin turun dari kasur dan ditarik oleh suaminya.
"Jangan sentuh aku!" teriak Angelina yang ditindih oleh suaminya.
Jangan lupa kamu adalah istriku, Jadi, aku berhak melakukan apa saja terhadapmu," jawab Aaron yang menekan kedua tangan istrinya.
"Tolong jangan melakukannya! beri aku waktu lagi!" pinta Angelina yang meronta-ronta.
"Jangan menolakku, Angelina! kau tahu saat aku ingin mendapatkan sesuatu tidak ada yang bisa lolos dari tanganku," ucap Aaron yang mencium bibir istrinya sambil melepas gaun pengantin yang menutup tubuh indah istrinya.
"Tidak! Aku tidak rela harus melayaninya," batin Angelina.
Tidak lama kemudian tubuh Angelina telah tanpa balutan apa pun. Aaron mencium leher Angelina dan sambil memainkan tangannya dibuah dada yang kenyal milik istrinya. Angelina yang ingin melawan akan tetapi tidak berdaya dia hanya bisa merasakan sentuhan demi sentuhan dari suaminya yang hasratnya sudah mengebu-ngebu.
Angelina juga merasakan senjata milik suaminya telah mengeras dan akan segera menerobos goa sempit miliknya.
"Aaron, Tolong jangan! Aku mohon!" pinta Angelina yang berusaha ingin bangkit akan tetapi ditahan oleh suaminya.
"Jangan melawan, Angelina. Kau harus memberikan padaku setiap aku menginginkannya," ucap Aaron menghisap gunung kembar milik istrinya dengan rakus.
Aaron menikmati setiap lekuk tubuh gadis itu, ia mencium dan menghisap dua tonjolan serta jarinya sedang bermain di dalam goa favoritnya.
"Aarggh...," jeritan Angelina yang merasakan sentuhan suaminya pada bagian bawahnya itu.
Tidak lama kemudian Aaron membuka lebar pangkalan paha istrinya, Ia melihat mahkota istrinya dan segera memasukan pusakanya ke dalam goa sempit itu dan bergerak maju mundur di atas tubuh istrinya.
"Aarrgh...," jeritan Angelina yang keperihan. Air matanya ikut mengalir karena harus melayani pria itu dengan cara terpaksa.
Aaron menusuk sedalam-dalamnya senjatanya itu ke goa yang sangat sempit dan membuatnya berulang kali bergerak keluar masuk.
Aaron melakukan gerakan dengan lembut dan sangat menikmati sempitnya vagi.na istrinya itu. setiap hentakan yang dilakukan sangat dalam.
Angelina menarik sprei dengan erat dan merasakan setiap hentakan dari suaminya itu membuatnya sangat perih.
Aaron mencium bibir istrinya sambil melakukan gerakan yang dibawah sana.
"Aku ingin kamu melahirkan anak untukku," ucap Aaron yang sedang melakukan gerakan dengan lembut.
Angelina yang mendengar ucapan suaminya hanya bisa pasrah walau dirinya sama sekali tidak sudi.
Aaron melakukan gerakan semakin lama semakin cepat dan mencapai puncak kenikmatan.
"Aku tidak ingin hamil, aku harus menemui dokter untuk mencegah kehamilan," batin Angelina.
__ADS_1
"Angelina, kau sungguh luar biasa, dan ini adalah pertama kali dalam hidupku melakukan hubungan ini," kata Aaron yang melanjutkan gerakannya.
"Kau sudah pelepasan, cepat hentikan!" pinta Angelina yang ingin mendorong tubuh suaminya akan tetapi ia tidak berdaya.