
"Maaf, Karena sebelumnya aku sudah membohongimu," ucap Angelina.
"Apakah karena menghindar dari ayah anak ini?"
"Iya," jawab Angelina sambil mengangguk.
"Di hari itu, Aku melarikan diri karena aku tidak tahan dengan sifatnya. Kami menikah bukan karena cinta. hatinya sudah memiliki wanita lain. Dia terang-terangan bermesraan dengan wanita itu. Aku tidak tahan sehingga aku kabur dari dia dan bertemu denganmu," ungkap Angelina.
"Kenapa tidak bercerai saja, Kalau tidak saling mencintai?"
"Dia menikahiku hanya karena ingin aku membayar hutangnya, dia tidak akan setuju kalau kami bercerai," jawab Angelina.
"Hubungan yang rumit, Yang aku sering dengar adalah pernikahan bisnis. Kalau demi membayar hutang aku masih belum pernah mendengarnya," ujar Zean.
"Aku tidak akan membebankanmu, Ini adalah salahku karena menyembunyikan darimu. Aku akan pergi setelah aku keluar," kata Angelina.
"Kamu tidak tahu jalan di kota ini, Bagaimana kamu bisa pergi? Tidak ada tujuan, Tidak kenalan. Sekarang kondisimu sedang hamil muda. Mana mungkin kamu bisa pergi tanpa tujuan," ujar Zean.
"Karena aku sedang hamil, Mungkin satu-satunya jalan adalah...kembali ke rumahnya," ucap Angelina sambil menunduk.
"Kembali ke rumahnya dan melihat dia bersenang-senang dengan wanita lain? Apakah kamu yakin akan bertahan? Wanita hamil tidak bisa menghadapi tekanan karena akan mempengaruhi bayi dalam kandungan. Lebih baik kamu pertimbangkan dengan baik," kata Zean.
__ADS_1
"Aku tidak bisa melahirkannya tanpa ayahnya, Aku tidak ingin anakku tidak memiliki ayah setelah dia dilahirkan. Dia menyukai anak-anak... itu yang terpenting."
"Bagaimana kalau dia hanya menginginkan anak dan bukan dirimu?"
"Apa maksudmu?"
"Kalau saja kamu sudah melahirkan, apakah kamu yakin dia tidak akan memisahkan kamu dan anakmu?"
"Aku tidak tahu, Aku tidak pernah paham apa yang ada di pikirannya," jawab Angelina.
"Sebelum kamu kembali, Aku hanya berharap kamu pikir ulang langkah apa yang harus kamu ambil," kata Zean.
"Angeliza, Aku tidak seharusnya mencampuri urusanmu, Tapi, aku yakin tanpa dia kamu pasti bisa menjadi ibu yang baik. Menikah tanpa cinta sangat menderita. Apa lagi ini bersangkutan dengan seumur hidupmu," ujar Zean.
"Aku mengerti, Aku akan mempertimbangkannya lagi, Aku harus memberinya kehidupan yang baik dan bahagia. Aku harus berusaha bekerja untuk biaya persalinanku dan lainnya. Aku tidak ingin anak ini kekurangan apa pun karena ibunya yang lemah," ucap Angelina.
"Kalau kamu tidak keberatan, Kamu bisa tetap bekerja denganku!"
"Kondisiku seperti ini, Apakah kamu tidak keberatan?"
"Anggap saja aku temanmu, Kamu juga tidak ingin hidup tanpa tujuan dan membuat anakmu menderita, kan?"
__ADS_1
"Terima kasih karena masih menerimaku bekerja denganmu."
"Jangan sungkan, Anggap saja aku adalah kakakmu atau pun sahabatmu! Aku adalah orang yang kesepian karena orang tuaku tidak ada di sini. dan sekarang aku tidak sendiri lagi karena ada kamu di sini," balas Zean dengan senyum.
"Terima kasih banyak, Karena menolongku."
"Papa dan mamaku juga akan menerimamu, Kamu jangan takut! mereka adalah orang yang baik dan pengertian. Jadi, kamu bisa tinggal di rumahku dengan tenang," kata Zean.
Keesokan harinya Angelina kembali ke rumah Zean. pria itu menjemputnya dan membeli beberapa minuman untuk wanita hamil.
"Tuan, ini...," ucap Angelina yang terhenti karena melihat banyak kebutuhan ibu hamil
"Kata dokter minuman ini untuk bayi, kamu harus minum di saat usia kandunganmu masuk bulan ke empat. dan makanan khasiat ini juga harus kamu makan untuk menjaga stamina," kata Zean.
"Bayinya baru usia beberapa minggu, Apakah tidak terlalu cepat sekarang kamu membeli vitaminnya?"
"Hari demi hari cepat berlalu, Tidak ada salahnya kita sediakan sekarang," jawab Zean.
Di sisi lain Aaron masih sedang mencari keberadaan istrinya. Rumah pria itu terlihat berantakan dengan barang-barang yang dia hancurkan sehingga berserakan di lantai.
Siang itu tidak ada satu pun yang berani masuk ke rumahnya karena mendengar suara pecahan gelas dan lainnya.
__ADS_1