
"Apa yang kamu lakukan di sana?" tanya Aaron yang menurunkan Chris.
"Aku sedang bermain," jawab Nick.
"Keluar dari sana!"titah Aaron.
"He he he...aku sudah kalah, Tapi, aku tidak akan mengaku kalah," ujar Nick yang keluar dari lemari itu.
"Jangan heran dengan tingkah anak itu, Sudah biasa. Kamu akan kebiasaan," kata Calvin yang duduk di ruang tamu.
"Lain kali jangan pernah bersembunyi di bawah dapur!" kata Aaron dengan nada tegas.
"Kakekku saja tidak melarangku, Kenapa Paman melarangku? Aku juga tidak akan patuh padamu," jawab Nick yang tidak mau kalah.
"Nick, jaga sikapmu!" titah Calvin.
"Dapur bukan tempat untuk bermain, Kamu adalah anak-anak yang suka bermain sehingga tidak bisa membedakan yang benar dan yang mana salah," ujar Aaron yang berjalan menuju ke ruang tamu dan duduk di sofa.
"Paman, kenapa datang ke sini? Kami tidak mengundangmu datang ke sini," kata Nick yang menghampiri Aaron.
"Nick, jangan bicara sembarangan!" Kata Chris yang menutup mulut adiknya dengan tangannya.
"Kakak, kenapa menghentikan aku, aku hanya bicara seadanya," jawab Nick yang menepis tangan kakaknya.
"Kalau tidak bisa bicara dengan baik, Lebih baik kamu diam saja," kata Chris.
"Percaya atau tidak aku akan memanggil bantuan untuk mengusir paman ini," balas Nick yang tidak mau mengalah.
"Nick, Masuk ke kamarmu, Jangan berdebat lagi dengan kakakmu!" titah Calvin.
"Lalu, kenapa paman ini bisa duduk di sini, sedangkan aku harus ke kamar?" tanya Nick.
"Apakah kamu ingin aku memanggil polisi untuk menahanmu dan tidak membiarkanmu keluar lagi?" kecam Aaron.
"Aku tidak takut," jawab Nick.
"Kamu bisa ditahan di dalam kurungan anak-anak. Kemudian kamu tidak akan bisa sebebas ini lagi. Tidak bisa bermain, tidak ada mainan di dalam sana," kata Aaron.
Nick langsung terdiam saat mendengar ucapan pria itu.
"Kenapa? Kamu masih suka melawan? Paman juga bisa menyuruh orang untuk mengantarmu ke luar negeri!" kecam Aaron.
"Aku tidak mau ke sana, Paman bukan siapa-siapa!" jawab Nick.
"Tapi, aku ada uang dan bisa menyewa pesawat untuk mengirimmu ke sana, karena kamu suka bersembunyi sehingga tidak tahu tempatnya bahaya atau tidak. Maka, Kamu harus belajar di luar negeri khusus tempat anak-anak," kata Aaron yang sengaja mengancam anak itu.
"Paman," seru Nick pada Calvin. Anak itu meminta pembelaan dari pamannya.
"Paman setuju, ide ini sangat bagus," jawab Calvin dengan sengaja mengusik anak itu.
Nick langsung cemberut dan melirik tajam pada Aaron.
"Kamu tidak suka dan marah? Kalau Kamu masih bermain di dapur. Jangan salahkan aku mengirimmu ke tempat yang jauh," ujar Aaron.
"Chris, bawa adikmu masuk ke kamar!" titah Aaron.
"Iya, Paman," jawab Chris yang memegang tangan adiknya.
__ADS_1
"Aaron, selama ini anak ini tidak bisa dijinakan, dia seperti bom waktu," ucap Calvin sambil meneguk minuman.
"Mereka sangat berbeda, sangat unik," kata Aaron.
"Apa tujuanmu menjumpaiku hari ini?"
"Ada yang ingin kutanyakan padamu!"
"Iya, apa itu?" tanya Calvin.
"Apakah Cecillia sama sekali tidak pernah mengatakan siapa ayah anak itu?"
"Tidak pernah! hidupnya pasti hancur saat itu. Aku tidak tahu apa yang telah terjadi. Tapi, aku sangat yakin satu hal. Kalau dia menolak Zean karena dia masih belum bisa melupakan mantan suaminya," jawab Calvin.
"Meninggal karena melahirkan, Pasti sangat menakutkan baginya di saat itu," ujar Aaron.
"Kenapa kamu peduli padanya?" tanya Calvin yang pura-pura tidak tahu.
"Aku adalah suaminya," jawab Aaron yang terus terang.
"Aaron, bukankah kamu sudah menikah lagi? Saat itu aku pernah melihat beritamu tentang penceraian dan pernikahanmu...." ucap Calvin yang terhenti dan mengingat sesuatu.
"Aku baru ingat foto yang tampil di berita saat itu adalah foto Cecillia, Saat itu kamu sudah memutuskan menceraikan dia. Bukankah begitu?"
"Iya, benar!" jawab Aaron.
"Kenapa baru sekarang aku ingat kembali, Foto Cecillia pernah tampil di berita dan suaminya adalah kamu," sesal Calvin sambil menepuk jidatnya.
"Sekarang kamu baru sadar tidak ada salahnya juga, Aku dan Angelina...seharusnya Cecillia adalah pasangan suami istri. Aku yang bersalah dan menyakitinya. Tapi, satu hal yang aku bisa buktikan. Bahwa aku tidak pernah menikah setelah kepergian dia," ungkap Aaron yang menunjukan cincin pernikahan yang gantung di kalungnya.
"Aku sangat terkejut di saat mendengar bahwa dia meninggal di saat melahirkan anak-anak kami. Seorang wanita tanpa ditemani suaminya saat dia melahirkan dan berjuang sendiri. Sangat tidak mudah baginya!"
"Aku tidak tahu apa yang telah terjadi di antara kalian, Aku hanya berharap kalau kalian masih saling mencintai...ini adalah suatu hal yang mengembirakan. Sikembar juga memilikimu. Mereka sangat berharap kehadiran seorang ayah. Apakah kamu sudah tahu kalau mereka adalah putramu?" tanya Calvin.
"Saat di restoran aku sudah sadar, Aku ingin mendapatkan rambut Chris untuk melakukan tes DNA. Tapi, sekarang aku berubah pikiran," jawab Aaron.
"Aaron, Chris dan Nick adalah harta yang paling penting bagi Cecillia. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan anak-anak itu. Apakah kamu akan merebut anaknya?"
"Mana mungkin aku melakukan itu, Kalau aku merebut mereka, Aku akan menyakiti Cecillia untuk kedua kali. Aku sudah melukainya selama ini. Selain itu anak-anak juga akan terluka karena terpisah dengan ibu mereka. Aku hanya ingin menyatukan kembali keluargaku!" jawab Aaron.
"Cecillia tidak tahu kalau kamu belum menikah, Sebenarnya...semalam dia telah memberi tahu aku tentang hubungan kalian. Aku hampir tidak percaya karena kamu adalah suaminya. Aku juga tidak menyalahkan siapa pun dari kalian. Chris selama ini sangat merindukanmu. Dia selalu mengambar kita satu keluarga. Walau kamu tidak ada di sisinya. Dia tetap mengambar seorang pria yang berdiri di sampingnya sambil memegang tangannya." ungkap Calvin.
"Selama lima tahun aku tidak merawat mereka, Terima kasih karena sudah merawat mereka dengan baik!" ucap Aaron.
"Yang lebih sering merawat mereka adalah kedua orang tuaku, Aku menerusi bisnis papaku. Jadi, aku lebih sibuk dengan urusan bisnis. Aku hanya membantu mengajar mereka di saat aku luang. Lagi pula mereka sudah seperti anakku juga," jawab Calvin.
"Apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Cecillia sudah terlanjur kecewa saat itu, hingga sekarang sifatnya mungkin menjadi sedikit keras. Tapi, dia sangat tegar," ujar Calvin.
"Aku akan menyelesaikan masalah ini, Karena aku yang memulainya," ujar Aaron.
"Apa pun yang kamu lakukan, Apakah karena mencintainya atau karena anak-anak?"
"Aku mencarinya selama ini, Aku tidak tahu kalau dia telah melahirkan anakku. Tapi, aku tetap mencintainya. Walau tanpa anak... aku tetap akan mengunakan segala cara agar dia kembali padaku!" jawab Aaron.
"Aaron, apakah kamu bisa menceritakan bagaimana dengan kehidupannya dulu, Bagaimana caranya dia bisa kabur dari keluarga yang mengadopsinya? Cecillia hanya mengatakan tentang keluarga Hamilton. Tapi, dia tidak menyebut bagaimana dia keluar dan menikah!"
"Karena kamu ingin tahu, Aku akan memberi tahu semuanya," jawab Aaron.
__ADS_1
Cafee.
Cecillia duduk berhadapan dengan Zean.
"Kamu tiba-tiba saja ingin menemuiku, Aku masih belum membuat perhitungan denganmu. Malam itu kenapa kamu tidak datang dan menjawab panggilanku?"
"Maaf, karena tiba-tiba ada urusan penting," ucap Zean.
"Apakah benar ada urusan sehingga tidak datang?"
"Iya, Apakah kamu tidak percaya?" tanya Zean.
"Bukan, Aku hanya merasa sangat kebetulan," jawab Cecillia sambil mengaduk minumannya.
"Aku tidak mengerti maksudmu," ujar Zean yang pura-pura.
"Aku bertemu dengan dia, Tiba-tiba dia muncul di hadapanku," jawab Cecillia.
"Lalu, apakah kalian sudah kembali bersama?"
"Tidak, Dia adalah pria yang sering memberiku luka!"
"Dan dia juga adalah pria yang kamu cintai," sambung Zean.
"Apakah aku sangat bodoh?"
"Bukan bodoh, Tapi, setia," jawab Zean.
"Aku takut dan tidak tahu bagaimana menghadapinya," ujar Cecillia.
"Apa yang kamu takutkan?"
"Anak-anak! Aku tidak ingin mereka direbut olehnya. Kalau sampai ke persidangan aku takut aku bisa kalah. Dia terlalu berkuasa dan aku tidak yakin bisa menang," jawab Cecillia dengan lesu.
"Cecillia, Kamu jangan takut dulu, Cecillia yang aku kenal selama ini sangat anggun dan pintar. Kenapa sekarang kamu menjadi lemah?"
"Anak-anak adalah kelemahanku, Setiap aku memikirkan Aaron, aku takut dia membawa mereka pergi. Dia sudah curiga dan aku yakin dia tidak akan diam saja," jawab Cecillia.
"Jangan cemaskan hal yang belum terjadi, Kalau dia masih mencintaimu dia tidak akan melakukan itu!"
"Aku tidak ingin anak-anakku memanggil wanita lain sebagai ibu!"
"Siapa wanita lain?" tanya Zean.
"Istri yang dia nikahi," jawab Cecillia.
"Cecillia, ada sesuatu yang kamu harus tahu tentang Aaron selama enam tahun ini," ucap Zean.
"Apa itu?" tanya Cecillia.
"Selama enam tahun ini, Dia tidak menikah sama sekali, Selama ini dia tidak berhenti mencarimu," jawab Zean.
Cecillia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh temannya itu.
"Tidak menikah dan masih mencariku?" tanya Cecillia.
"Benar! Maaf, aku tidak memberi tahu mu soal ini. karena aku tahu kamu sedang memikirkannya, Oleh sebab itu aku mencari orang untuk menyelidikinya. informasi yang aku dapatkan adalah dia hanya sendirian dan sedang mencari istrinya yang hilang enam tahun lalu," jawab Zean.
__ADS_1