Bukan Suamiku

Bukan Suamiku
Akhir


__ADS_3

Meninggalkan Leony yang tengah ada di lingkungan barunya.


Hal yang sama juga dialami Hany, pada akhirnya Hikaru menikahinya. Bukan pesta meriah, hanya pesta sederhana, mengingat mereka bahkan sudah memiliki Hiruma.


Malam semakin larut, Hiruma saat ini tengah menginap di rumah Rion. Sedangkan kedua orang tuanya, kini tengah berada di sebuah kamar hotel. Benar-benar paket honeymoon lengkap, walaupun hanya tinggal satu malam.


Red wine, makan malam semuanya tersedia di kamar. Hany menghela napas berkali-kali. Dirinya pada akhirnya menikah dengan Hikaru, pria yang mengurungnya di villa, membawa berbagai wanita. Bahkan berciuman dan berhubungan dengan mereka.


Hingga pintu kamar mandi terbuka, menampakan pemuda berdarah Jepang yang mulai duduk di sampingnya. Hany sudah membersihkan dirinya terlebih dahulu, mengenakan jubah mandi hotel serupa.


"Aku, kita berpisah saja..." memang dasar wanita plin-plan. Mengatakan hal tersebut di malam pernikahannya. Benar-benar trauma mengingat berapa banyak wanita simpanan Hikaru.


Hikaru, sedikit mengangkat tubuh wanita yang kini telah menjadi istrinya. Membawanya ke dalam pangkuannya.


"Kamu ingin berpisah? Kenapa?" tanyanya mengecup leher Hany. Membuat wanita itu memejamkan matanya.


"Karena kamu mempunyai banyak wanita di villamu. Itu sudah jelas kan?" ucapnya gemetaran, benar-benar mudah bagi pemuda ini mengendalikan tubuhnya.


Hikaru, menarik tali jubah mandi yang dipakai Hany. Pemuda yang mulai menikmati area sensitif bagian atas wanita yang kini dalam pangkuannya.


"Itu hanya trik, untuk melindungimu. Aku mempunyai banyak musuh, termasuk mata-mata di kelompokku," jelasnya, kembali tersenyum mendengar lenguhan Hany, kala dirinya kembali menikmati area sensitif bagian atas istrinya.


Hany menonggakkan kepalanya, dirinya benar-benar takluk. Benar-benar dikalahkan oleh Hikaru. Tukang antar makanan? Selama dua tahun menjalani hubungan sebagai kekasih. Seorang pemuda yang begitu baik, merenggut kesuciannya perlahan. Dan kini setelah mereka memiliki anak yang hampir sekolah dasar baru menikahinya?


Satu kalimat yang membuat ini terjadi, 'Untung cinta.'


Hingga pada akhirnya wanita itu hanya dapat diam, meremat punggung Hikaru. Kala sang pemuda berdarah Jepang itu melepaskan jubah mandinya. Menutup tubuh mereka dengan selimut, menghalangi udara dingin yang masuk.


Derit suara tempat tidur terdengar, sepasang suami istri yang memejamkan matanya. Sesekali meracau, berciuman menikmati segalanya.


"Hany..." bisiknya kala sudah tidak mampu lagi mengendalikan semuanya.


Wanita yang hanya terdiam, dirinya benar-benar bodoh mempercayai kata-kata pemuda ini lagi. Pemuda yang tiba-tiba menyeringai, telah memiliki segalanya untuk melindungi keluarga kecilnya.


"Hikaru!" pekik Hany mencengkeram lebih erat punggung pemuda yang kini berstatus sebagai suaminya.


"Jangan pernah mencoba melarikan diri lagi. Karena aku akan selalu bisa untuk menangkap dan menghukummu," bisiknya di telinga Hany.


Mengapa dapat mencintai sampai seperti ini? Dirinya juga tidak tahu. Pada awalnya hanya pelariannya, penghibur hari-harinya dari dunia yang benar-benar kejam dan mengerikan.


Hingga akhirnya, terbiasa dengan kehadirannya, menjadi pribadi yang berbeda saat bertemu dengannya. Menjadi Hikaru, sang tukang antar makanan, kekasih Hany.


Untuk pertama kalinya berhubungan dengan wanita. Makhluk yang pada awalnya dianggap terlalu rapuh baginya. Merasakan hal yang paling menyakitkan kala Hany menggunakan tubuhnya sendiri, menghalangi tembakan yang seharusnya membunuhnya.


Merasa bahagia kala wanita itu mengandung putranya. Hingga akhirnya terpuruk kala wanita itu memutuskan untuk berpaling meninggalkannya. Ini perasaan yang benar-benar gila.


"Karena aku mencintaimu," batinnya memeluk tubuh Hany erat, meraba bagian punggungnya, dengan bekas luka tembakan yang masih ada disana. Air matanya mengalir, pada akhirnya dirinya memiliki kekasihnya sepenuhnya.

__ADS_1


*


Malam semakin larut, Leony terdiam di dalam kamar seorang diri. Sudah beberapa hari Mark tidak pulang dengan alasan urusan bisnis.


Suara mobil terdengar, dirinya segera berlari, menatap kehadiran suaminya dalam keadaan mabuk berat. Seorang wanita muda dengan wajah mirip adiknya Desy berjalan merangkul Mark.


"Mark," panggil Leony, mendorong tubuh wanita yang membawa suaminya.


Mark menepis Leony, kemudian tersenyum menyeringai."Karenamu, aku tidak bisa bersama adik-adikmu yang cantik!" teriaknya, meraih ikat pinggang, mencambuk tubuh Leony.


"Mark, apa maksudnya? Aku sedang hamil!" teriak Leony dalam tangisannya melindungi perutnya, menggunakan kedua tangannya.


"Maksudnya, aku penggemar fanatik adik-adikmu. Berharap dapat mendekati mereka dengan menikahimu sekaligus memperlancar kerjasama perusahaan keluargaku. Aku menyukaimu? Wanita arogan yang hampir seluruh tubuhnya di operasi plastik?" gumam Mark kembali mencambuk tubuh Leony.


"Sayang..." wanita remaja yang berpenampilan seperti Desy, memeluk Mark dari belakang, bagaikan menenangkannya.


"Ayo kita ke kamar," Mark tersenyum, mengunci kamar dari dalam.


Leony yang masih terduduk di lantai mencerna semuanya mulai bangkit. Mengetuk pintu kamar dirinya dan Mark dengan kencang.


"Mark kamu tidak bisa melakukan ini padaku! Mark!" teriaknya dalam tangisan.


Racauan sepasang insan mulai terdengar beberapa menit setelahnya. Leony mulai menitikkan air matanya, mendengar nama adiknya di panggil berkali-kali oleh suaminya.


Kelebihan yang selama ini dibanggakannya seperti tidak berguna saat ini. Mengetuk-ngetuk pintu putus asa, segalanya masih diingat olehnya kala ayahnya memukuli kedua orang adiknya yang rupawan. Mengagungkan dirinya sebagai anak tertua, pemilik segalanya yang kini diambil kembali oleh kakaknya Rion. Apa gunanya pintar dan menjadi anak perempuan tertua?


Jemari tangannya mengepal, menghubungi ayahnya sudah coba dilakukannya. Namun, tidak ada kabar sama sekali, hingga dirinya menyadari Gerald telah mati akibat bunuh diri.


Hingga Jia menghela napas kasar membukakan pintu kamarnya."Ada apa?" tanyanya.


"Mark membawa wanita lain ke rumah, bahkan mencambuk tubuhku karena menghalanginya. Ibu tolong aku..." pinta Leony.


Tapi Jia hanya terdiam memijit pelipisnya sendiri."Bukankah kamu yang sering mengatakan, wajar jika ayahmu (Gerald) mencari wanita lain. Ibumu tidak dapat memuaskannya. Karena itu jika Mark memutuskan untuk berselingkuh, itu juga bukan kesalahannya. Tapi kegagalanmu sebagai seorang istri,"


"Ibu juga wanita! Aku diselingkuhi di hadapanku! Aku sedang mengandung cucumu! Aku..." kata-kata Leony disela.


"Kakakmu Rion memutuskan kerjasama bisnis. Dia lebih memilih bekerjasama dengan perusahaan pesaing karena memberikan proposal keuntungan yang lebih besar. Aku fikir setidaknya kakakmu akan memandangmu sebagai adiknya. Tapi aku salah besar! Dia mengatakan perusahaan yang diwariskan turun-temurun lebih penting dari pada adik yang menyakiti hati ibunya," ucap Jia tertawa sinis.


Jemari tangan Leony gemetar air matanya mengalir. Menyadari tidak ada yang dapat dilakukannya. Pekerjaan? Dirinya tengah mengandung, apa ada perusahaan yang bersedia menerima ibu hamil untuk bekerja?


*


Putus asa itu yang terjadi pada dirinya beberapa bulan ini. Bekerja di perusahaan suaminya sendiri sebagai karyawan biasa. Kini dirinya menyadari hampir setiap hari Mark membawa wanita yang berbeda.


Jika mengeluh akan dipukuli, dirinya tidak dapat melakukan apapun. Hingga kandungannya berada di bulan ke delapan.


Sudah cukup menyadari segalanya, berapa menyakitkan perasaan ibunya. Hari ini Mark pulang dalam keadaan mabuk, kembali membawa wanita yang berbeda.

__ADS_1


Dirinya hanya berpapasan, ini sudah terlalu menjijikkan baginya.


Plak!


Satu tamparan mendarat di pipinya, bukan Mark tapi wanita yang dibawanya menampar wajah Leony. Wanita yang semakin berani pada istri sah.


Tangan wanita itu gemetaran, kesabarannya sudah habis. Tidak ada masalah apapun, tapi wanita yang sama mabuknya dengan Mark ini yang mencari masalah dengannya.


Plak!


Leony balas menamparnya tidak dapat menahan amarahnya lagi.


"Kamu menampar Queen?" tanya Mark, yang kali ini membawa wanita yang sedikit mirip dengan Queen.


Rambut Leony ditariknya menuju bathtub. Air dingin diisinya.


"Mark lepas! Aku sedang hamil! Ini juga anakmu," pintanya menangis.


Tapi tidak diindahkan sama sekali oleh suaminya. Kepala Leony dibenamkan beberapa kali, bahkan wajahnya di tampar. Didorong hingga tersungkur di lantai.


Wanita yang hanya dapat menitikkan air matanya, menahan rasa sakit di perutnya. Darah segar bercampur cairan bening mengalir dari pangkal pahanya.


Apa dirinya akan mati? Samar-samar terlihat Mark yang berjalan mendekati dirinya dipukul seseorang berkebangsaan asing. Sedangkan seorang pemuda tiba-tiba mendekatinya mengangkat tubuhnya.


Mata Leony mengerjap ini kakak yang dihinanya air matanya mengalir semakin deras. Berpegangan pada tubuh Rion.


Pemuda yang melangkah cepat dihentikan Jia.


"Jadi ini perlakuan kalian pada adikku? Ingat ini aku sendiri yang akan menjebloskan Mark ke penjara. Memastikan untuk menekan habis perusahaan keluarga kalian," ucapnya melangkah melewati Jia.


"Tunggu Rion! Aku bisa menjelaskan..." kata-kata yang tidak diindahkan sang pemuda. Berjalan pergi membawa adiknya ke dalam mobil diikuti Hikaru.


Mengapa Rion bisa ada di sana. Ibunya yang memohon padanya untuk membawa Leony kembali.


Seorang adik yang memeluk kakaknya, kini menyadari arti sebuah keluarga. Pakaian rapi yang selalu dikenakan kakaknya, berlumuran darah segar.


"Lain kali mengadu jika mereka menyakitimu. Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit. Kamu dan anakmu akan selamat..." ucapnya.


Leony mengangguk,"Maaf..." hanya itu yang dapat diucapkannya, menyesali segalanya. Mengeratkan tangannya pada bahu kakaknya.


Terlalu malu rasanya, tapi memang hanya ini tempatnya bersandar. Kakak gemuk yang kini bagaikan penyelamat baginya.


"Maaf... maaf... maaf..." Satu kata yang berarti tidak akan ada habisnya untuk diucapkannya.


Sedangkan sang kakak mulai tersenyum lembut. Tidak ingin adiknya merasa canggung. Inilah arti sebuah keluarga baginya. Keluarga utuh yang dimilikinya,


Wajah Rion nampak pucat. Mengapa? Dirinya menjadi donor sumsum untuk ayahnya. Dan kini mungkin Leony akan bersedia kembali.

__ADS_1


Kastil pangeran katak yang kini dipenuhi keluarganya dengan putri yang diimpikannya.


Tamat


__ADS_2