Bukan Suamiku

Bukan Suamiku
Affair


__ADS_3

Dini menghela napas kasar, jumlah uang yang diberikan suami dan putri sambungnya bahkan tidak ada sepertiga uang yang diberikan almarhum Herry setiap bulannya. Mungkin ini kesalahan langkah darinya.


Putri yang berbakti? Jangan bercanda, Alexa bahkan tidak menganggap dirinya sebagai ibu lagi, hanya manis pada awalnya. Mungkin inilah perbedaan antara anak yang tumbuh besar di sampingnya dengan anak yang sambung yang tiba-tiba muncul.


Dirinya harus segera menemukan Sazi, menjadikannya putri berbakti sama seperti sebelumnya, menyewakan psikiater untuknya hingga sembuh. Kemudian mengembalikan semua miliknya, karena jika itu Sazi, maka segala yang dimiliki anak itu juga dimiliki seorang Dini.


Menjodohkannya? Wajah Sazi cukup cantik, mungkin dirinya dapat menjodohkan dengan putra pengusaha lainnya, mengingat Dave telah menikah dengan Alexa. Yang harus dilakukannya saat ini hanya mencari keberadaan Sazi.


Hingga langkahnya terhenti menatap keributan...


Bukan meja resepsionis utama yang cukup tinggi, namun meja resepsionis pembantu yang terdapat di sudut lobby. Meja biasa hanya dengan sebuah komputer, printer dan telepon berada di atasnya.


Tapi bukan itu yang menarik perhatiannya, Sazi yang dicarinya selama ini mendatangi kantor, memakai pakaian sederhana, berada di hadapan meja resepsionis.


Dini mundur selangkah, dirinya tiba-tiba ketakutan saat ini, tangannya gemetar. Rasa bersalah? Mungkin itulah yang sejenak menghantuinya. Benar-benar hanya sejenak, kemudian tangannya mengepal, mendekatinya mencari sebuah alasan, menatap anak sambungnya sudah dalam kondisi mental yang lebih baik.


"Sazi! Ibu mencarimu bertahun-tahun! Kamu kemana saja?" tanya Dini memeluk tubuh Sazi, berusaha terlihat cemas.


"Aku... seorang psikolog membawaku tinggal di pedesaan dan menyembuhkanku. Aku ingin minta maaf, tolong jangan buang aku..." ucap Sazi berurai air mata, membalas pelukan Dini."Hanya ibu yang aku miliki..."


Dini menghela napas lega, Sazi tidak membencinya, malah tetap mencintainya. Anak yang merasa bersalah pada Dini tidak ingin dibuang oleh sang ibu yang membesarkannya. Walaupun tidak sepenuhnya, anak patuh yang sejatinya hanya mendapatkan kasih sayang kala Herry berada di rumah.


Merasa beruntung membohongi anak ini tentang Valentina yang sejatinya istri sah almarhum Herry, bukan seorang wanita malam seperti yang dikatakan mulutnya.


"Ibu tau...ibu menyayangimu, kamu kembali pulang ke rumah ya? Bawa psikolog-mu sekalian..." ucapnya melerai pelukan Sazi penuh senyuman. Tidak ingin sewaktu-waktu Sazi kembali depresi, dengan adanya psikolog anggap saja pengasuh putrinya dengan bayaran tinggi.


Sazi yang masih menitikan air matanya, diam-diam mengepalkan tangannya. Psikolog? Dirinya bahkan tidak mengenal hipnoterapis yang menyembuhkannya. Mungkin dirinya harus menyewa orang saat ini.


Andres menipiskan bibir, masih berusaha agar tidak tertawa berjalan mendekati mereka. Pemuda rupawan berdarah Spanyol dengan tingkat keromantisan tingkat tinggi.

__ADS_1


Mata coklat yang indah, hidung mancung, kulit putih pucat, serta rambut kecoklatan."Aku psikolognya..." ucap sang bule kesasar.


Sazi membulatkan matanya, merasa tidak asing dengan suara itu. Apa sebenarnya hubungan Andres dan Hikaru? Dirinya awalnya tidak mengetahui. Hingga Hikaru menyebutkan nama pemuda itu kala dirinya terkurung dalam gudang, saat nyawa Rion dalam bahaya.


Apa Andres dan Hikaru saling mengenal? Jika begitu satu kata yang dapat menggambarkan situasi saat ini...


Mampus... batin Sazi, takut suaminya akan mengetahui dirinya, kembali ke Indonesia.


"Iya kan Sazi...?" Andres tersenyum, berada sebagai dokter pendamping akan lebih mudah untuk menjaganya. Setidaknya Andres mendapatkan waktu untuk membujuk Sazi kembali ke tujuan awal, Afrika Selatan.


Sazi mengangguk, kemudian tertunduk."Iya..." ucapnya.


"Bagus, mulai sekarang kamu psikolog pribadi putriku, masalah pembayaran aku akan menanggung semuanya," kata-kata dari mulut Dini.


Dijawab dengan anggukan oleh Andres,"Aku setuju, Sazi adalah pasien yang baik, jadi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga kondisi mentalnya."


***


Berhasil memasuki rumah? Memang benar, dirinya dan Andres ditinggalkan Dini, yang memberikan kordinasi pada pelayan, membersikan kembali kamar Sazi, serta kamar tamu untuk Andres.


Andres memulai pembicaraan, menatap ketidak beradaan Dini,"Cepat kembali ke Afrika Selatan," ucapnya tanpa basa-basi.


"Apa hubunganmu, Belinda dan Hikaru?" Sazi bertanya balik, tanpa menjawab perintah Andres. Dirinya benar-benar ingat saat di gudang, Hikaru memberikan perintah padanya untuk menunggu Andres dan Belinda.


"Hikaru mempekerjakanku dan Belinda untuk menjaga kalian. Belinda yang cerdas menjaga dan mengikuti Rion sebagai sektretaris, sedangkan aku yang tangguh menjagamu sebagai teman kuliah. Apa kamu terharu? Jatuh cinta pada bodyguard-mu..." jawaban dari sang playboy tengil, mengedipkan sebelah matanya.


Sazi mengenyitkan keningnya."Apa Hikaru tidak melarangmu untuk menggodaku?"


"Dia akan membunuhku. Tapi itu sepadan atas nama cinta. Kita menjalin hubungan rahasia, jangan katakan pada suamimu..." Andres kembali menebar aura playboy-nya.

__ADS_1


"Kamu menyukai Belinda kan?" tanya Sazi melirik cincin di jari kelingking Andres. Cincin yang sama dengan yang dikenakan Belinda.


Sektretaris suaminya yang sering diam-diam tersenyum tersipu malu, menatap cincin di jari kelingkingnya. Pada awalnya Sazi mengira cincin itu pemberian Rion. Hingga dirinya naik pitam, dengan kecemburuan bagaikan bon cabe level 10, mengira Belinda adalah pemuas ranjang Rion. Kini semuanya jelas, itu adalah cincin pasangan antara Belinda dan Andres.


"Jangan membicarakannya, atau aku akan melaporkan keberadaanmu pada Hikaru," Andres menghela napas kasar, memutar-mutar cincin di jari kelingkingnya. Namun, enggan melepaskannya."Jadi apa tujuanmu, kembali ke negara asalmu?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"Balas dendam, dan mencari makam ibu kandungku. Bisa kamu membantuku?" Sazi tersenyum lirih menatap ke arah sang pemuda.


Andres mengangguk."Tapi kamu harus kembali tepat waktu, sebelum Hikaru dan Rion menyadari ini semua. Ceritakan segalanya padaku, agar aku lebih mudah membantumu..."


"Singkat ceritanya, Dave tunanganku tidak mencintaiku, tidur dengan sepupuku Alexa di malam pertama kami, menceraikanku keesokan harinya. Yang tadi mengantar kita ke rumah ini adalah Dini, ibu sambungku yang dulu berpura-pura menjadi ibu kandung,"


"Menikahi pamanku, menjadikan Alexa sebagai putrinya. Lebih mencintai dan menyayanginya, bahkan membenarkan tindakan Alexa yang berselingkuh dengan Dave di belakangku. Tujuanku kembali untuk merebut kembali milik almarhum kedua orang tuaku. Sekaligus, menemukan makam ibu kandungku," jelas Sazi, meminum minuman dingin di hadapannya.


"Tunggu! Menurut informasi dari Hikaru kamu pernah mengalami depresi. Tidak mungkin Rion jatuh cinta pada wanita tidak waras begitu saja. Bagaimana kamu bertemu dengan CEO sombong (Rion), sebelum kamu menjadi tidak waras? Apa kamu pernah mengejarnya mati-matian, lalu dia merasa kehilangan dan menemukanmu dalam keadaan tidak waras?" tanya Andres penasaran. Sazi menggeleng, tanda rangkuman cerita karangan Andres salah.


"Dia antagonis tampan sempurna yang dulu ingin memisahkanmu dengan tunanganmu?" tanyanya lagi, mengenyitkan keningnya. Sazi kembali menggeleng.


"Apa dia figuran tampan kaya?" lagi-lagi Andres berasumsi.


"Dia hanya katak di cerita hidupku," jawaban dari sang istri yang merindukan suaminya.


"Katak?" Andres memastikan pendengarannya.


Tidak menyadari seorang pemuda masih memakai setelan jas menatap mereka dari pintu utama."Sazi?" ucap Dave melangkah dengan cepat, menghampirinya, memeluk Sazi tiba-tiba.


"Affair (perselingkuhan)" sindir Andres tertawa kecil, menatap betapa malangnya nasib Rion yang dikhianati.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2