
Satu setengah jam sebelum acara utama? Memang cukup banyak acara sebelumnya. Termasuk hiburan dari beberapa selebriti dan musisi yang diundang khusus.
Gelas indah yang disusun bagaikan piramida berada di sana. Perlahan cairan alkohol merah tersiram pelan dari puncak. Mengisi gelas-gelas kaca yang indah, penanda acara utama akan segera berlangsung.
Leony telah mengganti gaunnya. Rasa cemas menghinggapi dirinya. Menginginkan memiliki anak yang sempurna? Segala cara telah dilakukannya, namun benda putih bulat kecil yang dimasukkan Hikaru ke dalam mulutnya tidak dapat dikeluarkannya kembali.
"Apa bayi ini akan terlahir cacat? Haruskah digugurkan?" gumamnya yang menginginkan kesempurnaan.
Hingga Gerald memasuki tempatnya berganti pakaian. Berjalan menghampiri putrinya."Tersenyumlah, kamu anak kebanggaan ayah..."
"Ayah melihat semuanya kan? Kenapa ayah tidak menolongku? Dia memasukkan obat ke mulutku, agar anak yang aku kandung cacat!!" kesal Leony menatap ke arah Gerald yang hanya terdiam menyaksikan segalanya. Bahkan pengawal pribadi ayahnya tidak bergeming sedikitpun, tetap berada di sisi Gerald.
"Orang yang kamu hadapi Hikaru. Dia mantan ketua kelompok pembunuh bayaran, tidak mudah dihadapi. Organisasi yang didirikannya kini dipimpin orang lain. Dia berhenti, seharusnya sudah mati dibunuh musuh atau kelompoknya. Tapi malah membantu beberapa mantan kelompok pembunuh bayaran, ikut mundur bersamanya. Dia lumayan berbahaya, jika berhadapan secara langsung tanpa persiapan,"
"Karena itu ayah akan menghubungi beberapa organisasi lain yang memiliki dendam dengannya. Membocorkan keberadaannya di negara ini..." jawab Gerald mengelus pucuk kepala putrinya.
"Tapi jika anakku terlahir cacat!? Apa tidak sebaiknya aku ke rumah sakit sekarang, mungkin dengan melakukan bilas lambung, maka..." kata-katanya dihentikan Gerald.
"Dengar! Pertunangan dan rencana pernikahanmu dengan Mark adalah yang utama. Selain itu, jika anak dalam kandunganmu cacat, kamu dapat menggugurkannya ketika usia kandungan cukup untuk melakukan USG. Memiliki anak yang sempurna kemudian, usai janin itu digugurkan, setelah pernikahan..." jawaban dari Gerald.
Leony menghela napas kasar, semua akan baik-baik saja. Itulah keyakinannya, memiliki anak sempurna, suami yang rupawan, memiliki status sosial tinggi. Siapa yang tidak menginginkannya. Itulah kehidupan yang diimpikannya.
Saat itulah dirinya akan membuktikan, kata-kata ibunya yang hanya terpaku pada mantan suaminya salah. Ayahnya lah yang benar, ibu yang tidak dapat memenuhi kebutuhan biologis ayahnya, jadi jangan menyalahkan jika Gerald berselingkuh.
Satu? Tidak, semenjak Margaretha meninggalkan rumah, entah berapa wanita yang dibawa ayahnya. Seakan tidak pernah puas dengan satu wanita. Menikahinya? Setelah penyatuan dua perusahaan, mungkin dirinya akan menikahi salah satu dari gundiknya usai menceraikan Margaretha.
***
Tidak menyadari hal yang terjadi di tempat lain...
"Desi...hah...hah...." racau Mark dalam fantasi liarnya. Dirinya semakin memacu tubuh wanita sewaan, berimajinasi tubuh itu adalah tubuh mungil calon adik iparnya.
Mengapa demikian? Dua orang adik ipar yang cantik. Calon istri, wanita karier yang pintar mencari uang. Semua ingin dimiliki olehnya. Serakah? Tidak, tapi seperti kata Leony yang membenarkan tindakan Gerald. Ketika pasangan tidak dapat memuaskan, maka sang pria dapat kawin lagi. Mungkin tidak beradab, bagaikan *njing pinggir jalan yang bernafsu pada siapa saja.
Hingga suara racauan terhenti, dirinya mengatur napas. Segera bangkit, berjalan menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya. Meninggalkan sang wanita bayaran tidak berdaya di tempat tidur.
__ADS_1
Wajahnya tersenyum, menatap ke arah cermin. Setelah menikahi sang kakak, dirinya dapat lebih dekat lagi dengan Queen dan Desi. Menikmati tubuh mereka di belakang Leony.
Kedua selebriti yang hanya di tatapnya di televisi. Tapi siapa sangka mereka akan menjadi adik iparnya. Wajah rupawan yang hampir menyaingi Rion, mulai mengeringkan dirinya. Memakai pakaian resmi, menatap penampilannya di cermin."Ini bayaranmu! Aku puas malam ini..." ucapnya melempar uang ke atas tempat tidur.
"Thanks..." ucap sang wanita mencium setumpuk uang yang dilemparkan Mark."Imajinasi yang liar, selebriti Desi? Terlalu muda untuk jadi imajinasimu..." gurauannya.
"Setelah ini bukan hanya imajinasi. Aku mendekati Leony hanya karena dia ahli waris. Yang aku inginkan kedua adiknya, wanita impian bagi setiap pria..." ucapnya tertawa kecil, menggunakan jam tangan dan dasi.
"Kamu tidak ingin ronde selanjutnya?" tanya sang wanita bayaran.
Pemuda itu menggeleng kemudian tersenyum."Tidak, hari ini aku akan mengumumkan pernikahanku dengan Leony. Menjadikannya istri pajangan..." gumamnya, mungkin akan menyayangi Leony dari luar. Mengingat wanita itu telah mengandung anaknya dan warisan dalam jumlah besar yang dimiliki Leony.
Mark mulai berjalan, meninggalkan kamar hotel di lantai enam. Menekan lift menuju lantai satu tempat acara diadakan.
***
Puncak acara tengah dimulai, beberapa wartawan media cetak dan elektronik baru saja tiba. Memang pesta tertutup pada awalnya, namun di bagian puncak acara barulah media massa diijinkan masuk.
Suara musik klasik terdengar, beberapa musisi memainkan nada dengan indah. Tempo perlahan mulai cepat, sorotan lampu beralih pada kedua orang penyelenggara acara kali ini.
MC memberi sambutan, acara pertama akan segera dimulai. Penyematan cincin pertunangan di jari manis Mark dan Leony.
MC memulai ucapan basa-basinya, membuai semua orang tentang kisah cinta yang indah."Pasangan Mark dan Leony, bertemu di sebuah acara pertemuan bisnis. Dua orang dengan kepribadian bertolak belakang. Perlahan saling mencintai menyatukan janji ikatan mereka hari ini,"
Suara musik berubah menjadi lebih klasik bagaikan kisah cinta Romeo dan Juminten. Kata-kata bagaikan pujangga kembali diucapkan MC dengan bayaran tinggi. Menyambut sepasang insan yang masuk dengan pakaian putih senada. Layar proyektor menunjukkan beberapa foto kebersamaan mereka.
Senyuman merekah di bibir pasangan.
"Cinta tidak perlu diucapkan, itulah prinsip pasangan ini. Perpisahan dan pertemuan terjadi dalam kehidupan mereka, kini merajut semuanya dengan ikatan sepasang cincin..." kata-kata bagaikan gula menggambarkan hubungan antara sepasang makhluk astral itu. Kita sebut saja nyai Kunti dan Poci.
Perlahan kedua cincin diselipkan, musik yang benar-benar menyentuh hati terdengar. Sepasang cincin terselip, disambut dengan tepukan tangan.
Bersamaan dengan itu, seseorang yang memainkan laptopnya, berada di lobby hotel berkata."It's show time!!" sembari menekan tanda enter, membobol kendali lampu sorot.
Lampu yang tiba-tiba menyorot ke arah pintu masuk. Seorang wanita paruh baya terlihat di sana membawa beberapa dokumen memakai dress hitam. Berjalan cepat dengan sepasang sepatu hak tingginya.
__ADS_1
Terlihat anggun berkharisma, menaiki panggung mendapatkan sorotan dari kamera para wartawan, serta bidikan dari sniper yang bersembunyi, memang mengincar nyawanya.
Plak...
Satu tamparan mendarat di pipi Gerald. Wajah Margaretha terlihat tersenyum,"Aku ingin bercerai. Semua bukti perselingkuhanmu ada disini..." ucapnya, melempar dokumen yang berisikan surat salinan pengajuan perceraian dan ratusan foto yang dikumpulkannya beberapa belas tahun ini. Bukan wanita yang sama, namun beberapa wanita yang berbeda.
Leony menatap kesal mengepalkan tangannya."Ibu sendiri yang tidak bersedia melayani ayah! Terpaku dengan mantan suami dan si jelek gemuk yang sudah mati!"
"Lalu karena itu ayahmu dapat membawa wanita penghibur setiap hari. Kamu sendiri juga seperti wanita bayaran bukan? Hamil diluar nikah..." kata-kata tanpa ekspresi keluar dari mulut sang ibu.
Sang anak mengangkat tangannya, tidak dapat mengendalikan emosi untuk menampar ibu yang melahirkannya.
"Tampar saja! Biar seluruh dunia tau betapa durhakanya anak yang aku lahirkan..." masih tanpa ekspresi. Air matanya seakan sudah kering untuk mengasihi putrinya.
Leony melirik ke arah orang-orang dan media yang mulai mencibirnya. Bibirnya berusaha tersenyum, tidak ingin nama baiknya rusak."Ibu mengeksploitasiku selama bertahun-tahun. Syukurlah ada ayah yang benar-benar mengasihiku. Jika tidak kamu akan hanya menjadikanku sapi perah. Mengingat akulah pewaris yang terpilih, syukurlah ada Mark dan ayahku yang selalu melindungiku. Ibuku sendiri seperti wanita haus akan daun muda. Membawa banyak pria muda ke rumah..." dustanya.
Margaretha mengepalkan tangannya, orang-orang mulai membicarakannya. Mungkin membenarkan kata-kata dusta dari mulut Leony.
"Ini adalah milik Rion. Bukan milikku atau milikmu. Kamu hanyalah seonggok daging yang aku lahirkan..." ucap Margaretha menitikkan air matanya. Tidak dapat menahan diri lagi.
Leony benar-benar kesal saat ini."Tamparan ini untuk mendidik ibu. Agar menjadi wanita yang mencintai putrinya dan wanita yang menghargai suaminya..." ucapnya mengangkat tangannya.
Senyuman menyungging di wajah Gerald. Nama baik Margaretha akan benar-benar hancur kali ini.
Seorang pria dengan penjagaan ketat, berjalan menelusuri lorong. Membawa beberapa dokumen, melangkah dengan cepat. Membuka pintu besar ballroom di hadapannya.
Semua mata tiba-tiba tertuju padanya. Pemuda rupawan yang terkena sorotan lampu. Tersenyum, mengeluarkan aura cerah mendominasi.
Jemari tangan Gerald gemetar sesaat. Tepat seperti lukisan yang berada di rumah Margaretha, lukisan yang selalu membuatnya tidak nyaman. Tuan pemilik rumah itu sesungguhnya, tuan muda yang terlahir dari keluarga kaya. Memperluas bisnisnya, hingga berakhir mati karena penyakit.
Kini seseorang di lukisan itu bagaikan keluar ke dunia nyata."Ibuku mengeksploitasimu dari kecil? Memang apa saja yang pernah kamu berikan pada ibuku? Apa yang kamu miliki? Apa ibuku menggunakan uang recehmu untuk membeli sebungkus nasi?" ucap sang pemuda tersenyum di hadapan Leony yang hendak menampar Margaretha.
"Apa hakmu naik ke panggung!? Kamu siapa!? Lagi pula, tau apa kamu!? Ibuku hidup dari uangku yang diwariskan turun-temurun oleh keluargaku. Di mengeksploitasiku dari..." kata-kata Leony terhent, Rion menatap tajam padanya.
"Kamu hanya pengemis yang hidup sebagai benalu dari uangku...." bisiknya pada Leony, berjalan meninggalkannya menuju podium.
__ADS_1
Pemuda yang mulai bicara menggunakan microfone."Aku Rion pewaris utama dari KL Company. Anak laki-laki tunggal yang tidak pernah diliput media," kata-kata darinya seiiring dengan kilat kamera wartawan terlihat mengambil gambarnya.
Bersambung