Bukan Suamiku

Bukan Suamiku
Pain


__ADS_3

Tangan Alexa terangkat dengan cepat Andres bergerak. Namun, tanpa diduga pergelangan tangan Alexa dipegang erat oleh Sazi.


Brak...


Wanita itu mendorongnya, membuat Alexa terjatuh tersungkur di lantai. Pisau steak terjatuh ke bawah meja, tidak terjangkau olehnya lagi.


"Sazi sialan!!" teriaknya memekik.


"Kamu membenciku? Kenapa?" tanya Sazi, menatapnya tanpa ekspresi.


Jemari tangan Alexa mengepal air matanya mengalir namun wajahnya tersenyum."Aku membencimu! Sangat... hingga merayu Dave untuk tidur denganku saat pertama kali kami bertemu. Aku ingin memiliki semua yang kamu punya!! Ibu, kekayaan, status anak konglomerat, bahkan Dave!"


"Aku sudah berhasil!! Aku sudah berhasil memiliki segalanya!! Apa hakmu melebihiku hanya karena menikah dengan Rion!! Dave bisa jatuh cinta dengan mudah padaku! Begitu juga Rion!! Aku selalu lebih unggul!! Kamu hanya anak manja yang hidup di bawah bayang-bayang ayahmu. Aku membencimu!!" teriak Alexa memekik.


Sazi melangkah mendekat, entah mengapa dirinya membenci wanita ini kini. Wanita yang tersenyum menatapnya penuh hina.


Brak...


Dada Alexa ditendangnya, membuat wanita itu kembali tersungkur di lantai.


"Aku menyayangimu seperti saudara kandungku, tapi itu dulu. Saat aku tidak memiliki siapapun. Kamu tau bagaimana rasanya saat setiap, kamu merebut perhatian ibuku? Kamu tau rasanya saat tunanganku menyuruhku bersabar. Menyuruhku mempercayainya, karena dia hanya mengantarmu untuk selalu bercinta di belakangku?" tanya Sazi menatap tajam ke arah Alexa.


"Itu salahmu sendiri!! Tidak dapat menjaga tunanganmu! Jadi aku..." kata-kata Alexa terpotong.


"Terimakasih, sudah merebut Dave karena dia bukan orang yang aku inginkan," senyuman tiba-tiba menyungging di wajah Sazi.

__ADS_1


Dave menggenggam tangan Sazi."Sazi, dari dulu kamu selalu menginginkan pernikahan kita. Bahkan kamu sendiri yang merengek menginginkan pertunangan pada almarhum ayahmu!! Kamu melupakannya!? Aku mencintaimu, kita selalu bersama dari..."


"Itulah intinya, aku selalu bersabar selama bertahun-tahun. Berusaha untuk menjadi tunangan yang baik. Karena melihat ketulusanmu ketika di perkemahan saat usiaku 5 tahun. Aku ingin memiliki pasangan seperti itu, anak bodoh yang mengisap racun ular di kakiku tidak mempedulikan nyawanya sendiri ada dalam bahaya. Aku menginginkan memiliki pasangan yang benar-benar mencintaiku sepertinya..." ucap Sazi menghela napas kasar.


Dave mengepalkan tangannya, baru mengetahui hal yang terjadi. Tidak juga menyerah? Itu yang dilakukannya, mungkin anak yang bermain bersama Sazi juga sudah tidak mengingatnya.


"Aku akan kembali mencintaimu seperti dulu saat kita di perkemahan. Tidak akan mengecewakanmu lagi. Kembalilah mencintaiku seperti Sazi yang dulu..." kata-kata dari mulut Dave.


Sazi menggeleng."Aku bilang, itulah intinya mengapa aku berterimakasih pada Alexa. Jika Alexa tidak ada diantara kita. Aku akan berakhir menjadi istrimu, kamu hanya akan masih bersikap dingin padaku. Suatu saat jika muncul wanita seperti Alexa kamu akan berselingkuh, meninggalkanku seorang diri."


"Aku tidak akan melakukannya, kamu ingat aku yang dulu!? Aku..." kata-kata Dave disela.


Sazi menggeleng,"Aku tidak mengingatnya. Karena kamu bukan dia. Wajahnya benar-benar jauh berubah dari usia lima tahun, dengan cara bicaranya yang selalu terlihat pintar juga berubah,"


"Pada awalnya aku mempercayai kamu adalah dia, karena kata-kata kebohongan dari ibuku. Tampan dan pintar? Itu adalah anak yang aku temui di perkemahan 25 tahun lalu, tepat sepertimu yang juga tampan dan pintar. Aku cukup buta hingga tidak menyadari dia (Rion) yang asli, mengikutiku dari sekolah menengah pertama. Hanya dapat mengagumiku yang telah bertunangan denganmu dari jauh. Dia selalu ingin mendekat, tapi aku membangun tembok dengan dalil kesetiaan padamu." lanjut Sazi.


"Yang hadir disana hanya ayahku, aku dan anak itu. Dia yang mengetahui segalanya secara mendetail. Wajah rupawannya tertutup timbunan lemak, dia harus berpura-pura bodoh agar tidak dipisahkan dengan ayah kandungnya oleh ibunya yang berasal dari keluarga konglomerat. Rion yang mengikutiku diam-diam dari sekolah menengah pertama, dialah anak di perkemahan yang menyayangiku..." jawaban dari mulut Sazi membuat Dave diam tertegun.


"Ta...tapi kebersamaan kita dari remaja hingga dewasa..." kata-kata Dave kembali disela.


"Tidak berarti apa-apa, mulai dari pertama kali, kamu melakukan hubungan badan dengan Alexa. Menampar dan menceraikanku di malam pertama. Selama tiga tahun aku tinggal di rumah sakit jiwa tanpa ada yang menjengukku. Hanya Rion yang datang pada akhirnya.. Membawaku pergi bersamanya..." ucap Sazi penuh senyuman.


"Aku datang saat ulang tahunmu. Tapi kamu sudah menghilang dari rumah sakit jiwa, aku...." Dave tertunduk, jemari tangannya gemetar. Dirinya mencintai Sazi, sesuatu yang baru disadarinya. Setelah tiga tahun wanita itu menghuni rumah sakit jiwa. Setelah menyadari betapa buruknya sifat Alexa.


"Kita sudah berpisah di malam pertama pernikahan kita. Aku juga sedang mengandung anak Rion. Kami menikah di Spanyol beberapa bulan yang lalu. Tata kembali kehidupanmu dengan baik..." hanya itu kata-kata dari mulut Sazi.

__ADS_1


Dave terdiam mungkin semua benar-benar sudah berakhir antara dirinya dan Sazi. Jemari tangannya mengepal, setetes air matanya mengalir. Dirinya terjerat akan perasaan cinta berlandaskan kebohongan dan pengkhianatan, masih berusaha untuk tersenyum."Aku akan tetap berpisah dengan Alexa..."


Sazi mengangguk."Itu adalah pilihan hidup, tatalah kehidupanmu kembali dari nol. Temukan dan lindungi orang yang benar-benar menyayangi dan disayangi olehmu,"


Langkahnya terasa berat, tidak ada yang tersisa kini dari hubungan yang dijalaninya bertahun-tahun. Dave menghela napas kasar, menyia-nyiakan orang yang benar-benar mencintainya dahulu, hanya demi sebuah kata, napsu.


Mungkin ini hanya sebagai pembelajaran hidup baginya. Dirinya sedikit menoleh ke belakang."Maaf, maafkan aku sebagai teman yang saling mengenal dengan cara yang tidak benar..."


Sazi mengangguk."Kita dapat menjadi teman atau kenalan. Tatalah kembali hidupmu, dari awal," senyuman terlihat di wajah Sazi.


Dave hanya menyakiti perasaannya dengan sebuah tamparan. Mungkin selebihnya, sebelum kehadiran Alexa, pemuda itu masih berusaha tersenyum untuknya. Seorang tunangan yang menemani masa remajanya. Tunangan yang mengacuhkannya, namun setidaknya selalu ada di samping dirinya yang kesepian.


Dave melangkah meninggalkan hotel, air matanya belum kering. Namun, wajahnya kini tersenyum. Ikhlas merupakan satu kata yang sulit. Namun, kesadaran semua berawal dari kesalahannya membuat tidak ada dendam yang tersisa.


Dirinya meraih phonecellnya yang terus berbunyi. Mengangkat panggilannya.


"Dave kenapa kamu memutuskan untuk bercerai!? Jika kamu bercerai dari Alexa maka hak warisan keluarga akan ayah berikan pada kakakmu!!" bentak seseorang dari seberang sana.


"Ayah...aku sudah lelah, kalian memaksaku untuk selalu tersenyum dan menerima perjodohan dengan Sazi. Tapi kali ini, bercerai dari Alexa akan membuatku lebih bahagia lagi. Aku akan mengundurkan diri dari perusahaan keluarga..." kata-kata darinya tepat di hadapan mobil miliknya.


"Tidak bisa begitu pernikahanmu dan Alexa akan menguntungkan perusahaan kita! Tirulah kakak-kakakmu! Mereka lebih cerdas untuk..." kata-kata sang ayah dari seberang sana diselanya.


"Karena itulah, aku bukanlah kakak. Ada perusahaan asal Singapura yang mau menerimaku sebagai manager operasional. Maaf...tapi aku ingin menentukan jalan hidupku sendiri kali ini..." ucapnya mematikan panggilan.


Pemuda yang kini ada di kursi pengemudi. Menitikkan air matanya terisak."Sial!!" pekiknya memukul stir mobil di hadapannya. Merasakan rasa sakit yang menghujam dadanya.

__ADS_1


Ikhlas? Bukalah hal yang mudah, namun ada kalanya sebuah luka akan tertutup oleh senyuman. Luka yang tidak akan terasa menyakitkan lagi, menjadi pengalaman hidup yang tertoreh. Membuat hati lebih dewasa perlahan...


Bersambung


__ADS_2