
Beberapa pembunuh bayaran yang berkeliaran hendak membidik, tepat ke arah podium. Pria yang pandai melarikan diri itulah Rion, sulit untuk ditemukan.
Kini dia ada disini, tinggal satu tembakan. Maka sasaran utama dengan bayaran tertinggi dapat dimusnahkan.
Namun, Gerald mengangkat tangannya. Seakan memberikan kode untuk tidak menembak. Membunuh Rion saat ini tidak dapat dilakukannya. Membunuh di hadapan kamera wartawan? Reputasinya akan rusak, polisi juga akan menangkapnya dengan mudah sebagai dalang. Mengingat penjagaan di tempat tersebut dirinya yang mengatur segalanya.
Senyuman menyungging di wajah Gerald tiba-tiba menatap ke arah Rion. Pria yang begitu mirip dengan tuan besar pemilik rumah. Setidaknya pria yang membuatnya tidak tenang sudah muncul. Cepat atau lambat tidak masalah baginya. Rion hanya akan berakhir mati...
Pria itu melangkah mundur, menuruni panggung melalui jalur belakang. Dirinya kalah kali ini. Hanya kali ini, tapi tidak dengan esok. Jemari tangannya merogoh sakunya sendiri, menghubungi seseorang melalui sambungan telephone."Aku ingin data tentangnya. Semua... aset, pengamanan, kekuasaan, termasuk orang-orang terdekat yang dimilikinya..." ucapnya melangkah pergi.
***
"Ka...kamu berbohong!! Kakak laki-lakiku hanya Jameson!! Jika ada Rion, dia gemuk dan jelek. Sudah meninggal dalam kecelakaan bis 12 tahun yang lalu!!" bentak Leony.
Rion tidak menjawab kata-kata adiknya. Mengeluarkan sebuah dokumen tes DNA, menunjukkan di hadapan awak media."Aku merupakan anak hasil pernikahan pertama Margaretha. Beberapa tahun aku tidak memiliki ingatan karena mengalami kecelakaan, tinggal di luar negeri seorang diri. Hasil tes ini membuktikan bahwa identitas asliku adalah Rion..."
Leony mundur selangkah, membulatkan matanya."Tidak mungkin..." gumamnya dengan wajah pucat.
"Leony, dia siapa!? Dia hanya penipu kan?" tanya Jia (ibu Mark) mendekati calon menantunya.
Leony menatap lekat, wajah yang sama dengan lukisan almarhum kakeknya ketika muda. Ini mungkin benar-benar Rion, kakak gemuk bodoh yang dibencinya.
"Dia Rion, putraku," hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Margaretha. Membuat Jia membulatkan matanya.
__ADS_1
"Ini pasti bercanda kan!? Kamu mengatur ini hanya untuk menyakiti Leony. Sebagai seorang ibu, bukan begini caranya..." kata-kata dari Jia yang tidak dapat menerima Leony bukan pewaris utama disela.
"Aku tidak sedang bergurau. Keluarga kami memiliki surat wasiat yang unik, secara turun-temurun yang berhak mengatur dan mewarisi segalanya hanya anak laki-laki pertama. Leony, Desi dan Queen tidak memiliki hak mengatur apapun. Mereka hanya berhak tinggal di kediaman. Sebagai kepala keluarga Rion yang menentukan apa saja yang berhak dimiliki adik-adiknya. Bahkan jika Rion hanya memberikan uang 10.000 rupiah sebagai pembagian warisan, kemudian mengusir salah satu adiknya dari kediaman, itu adalah haknya..." kata-kata dari mulut Margaretha yang hanya menatap putranya di atas podium.
"Leony!?" bentak Jia tidak dapat menerima jika putra tunggalnya menikah dengan wanita dengan status lebih rendah.
"Dia bukan Rion!! Aku putri pertama yang memiliki segalanya. Kalian menerimaku karena kecerdasan dan kebaikanku kan? I...ini hanya salah paham," ucap Leony menggenggam jemari tangan Jia.
"Kita harus memikirkan ulang tentang pernikahan. Dengan statusmu bahkan tidak dapat bersanding dengan putraku..." Jia menepis jemari tangan Leony.
Kesal? Tentu saja, selama ini dirinya menunduk berusaha menjadi calon ibu mertua yang baik. Menghadapi calon menantu yang sombong.
Bahkan ketika menginap, sprei harus diganti, hanya menyukai ruangan beraroma lavender. Jika makan malam bersama keluarga, hanya memakan makanan Prancis. Tapi kini? Bahkan tidak memiliki apapun. Percuma menjadi wanita karier, CEO? Dengan sekali perintah kakak tertuanya dapat memecatnya kapanpun.
"Aku sedang mengandung, media merekam segalanya. Jika tidak mengakui keturunan keluarga kalian dengan menikahiku. Keluarga kalian bukan keluarga terhormat lagi ..." kata-kata bodoh yang keluar dari mulutnya. Berharap dapat selalu bersama Mark, walaupun dirinya berakhir seperti apapun. Mungkin status Cinderella yang menikahi pangeran lebih baik.
Jia menghela napas kasar."Atur pernikahan dengannya. Hanya pernikahan biasa, jangan ada pesta..." perintah wanita paruh baya itu pada putranya, melangkah turun dari panggung, merasa benar-benar dipermalukan.
"Baik ibu..." jawaban dari Mark, mengikuti langkah sang ibu, tanpa menoleh pada Leony sedikitpun. Kekasih yang hangat berubah menjadi dingin tiba-tiba. Tapi memang inilah rupa aslinya, mencintai kesempurnaan yang dimiliki Leony. Kesempurnaan yang telah menghilang direnggut Rion.
Leony tertunduk diam sejenak, kemudian melirik ke arah ibunya."Ayah akan membalas ini semua untukku!!" tegasnya.
"Kamu sudah tidak berguna. Pria berhati dingin itu akan membuangmu seperti sampah. Jika Desi dan Queen memaafkanmu, mungkin Rion akan luluh untuk..." kata-kata dari mulut Margaretha terhenti.
__ADS_1
Plak...
Satu tamparan mendarat di pipi sang ibu meninggalkan bekas kemerahan. Kejadian yang terekam kamera wartawan."Ini karena ibu menikah dengan tukang angkut pasar, memiliki putra dengannya. Jika tidak, aku tidak akan terjatuh hingga sejauh ini!! Menjadi ahli waris satu-satunya," ucap Leony tidak dapat mengendalikan amarahnya.
Margaretha terdiam, dirinya hampir tidak pernah berbuat kasar pada putrinya. Tapi kini sakit secara fisik dan mental mungkin dialami karena putri yang ditimangnya, disusuinya, bahkan diperlakukan bagaikan tuan putri. Perlakuan yang tidak didapatkan Rion sama sekali.
Mengingat dirinya yang harus merawat Fino yang sakit-sakitan. Berhemat uang, hingga mau menerima baju bayi bekas tetangga yang kekecilan untuk putra pertamanya. Kehidupan yang sulit. Sejatinya hanya ujian dari almarhum ayahnya untuk Fino, tidak ingin memiliki menantu yang haus akan harta. Ujian yang berakhir dengan kegagalan putrinya. Menyerah untuk kembali ke kehidupan putri konglomerat.
Hingga ayah Margaretha yang sakit-sakitan akibat usianya, meregang nyawa. Sebelum menjemput cucu dan menantunya untuk meminta maaf dan mengatakan yang sesungguhnya.
"Ibu tidak pernah menyayangiku kan!? Hanya Rion, Queen dan Desi yang ibu sayangi. Mulai sekarang aku akan berada di pihak ayah. Kamu bukan ibuku lagi!! Biar kamu hidup dalam penyesalan, aku masih bisa merintis perusahaan sendiri dengan bantuan ayah. Karena aku adalah CEO KL Company!!" kata-kata penuh keangkuhan dari mulutnya, hendak menjambak rambut ibunya.
Margaretha memejamkan matanya sejenak, ini mungkin kesalahannya. Hukuman untuk dirinya sendiri yang meninggalkan Rion kecil dan Fino.
Namun dengan cepat Rion menepis tangan Leony."CEO KL Company?" gumamnya tersenyum.
"Kamu tidak berhak memecatku. Pemegang saham yang lain tidak akan mengijinkan. Aku sudah berbuat banyak untuk perusahaan. Kamu hanya orang baru yang..." kata-kata Leony disela.
Rion menghela napas kasar, menghidupkan microfone kecil di kemejanya. Suaranya terdengar di setiap sudut ruangan."Kita menjunjung adat timur. Seseorang yang kasar pada ibunya sendiri tidak pantas mendapatkan jabatan CEO. Selain itu kontrak penggabungan kedua perusahaan akan mendatangkan kerugian besar pada KL Company. Setelah ini, aku akan melakukan audit, dan pemutusan kerjasama antara perusahaan milik keluargaku dan ayah tiriku..."
"Dengan alasan ini, aku umumkan. Leony dipecat dari jabatan CEO, rapat pemegang saham akan segera diadakan..." lanjut Rion penuh senyuman.
Bersambung
__ADS_1