
Di sebuah hotel berbintang,Andini berjalan menyusuri lorong lantai pertama.Hari ini Andini sedikit terlambat,karena semalam dia jalan-jalan bersama Andra sampai larut malam.
Semenjak kejadian dengan 3 preman malam itu,Andra menjadi protektif pada Andini.Setiap hari mengirim pesan,bertanya lagi apa,dimana dan sedang apa.Karna terlalu khawatir,setiap akhir pekan Andra selalu pulang kerumah untuk sekedar menemani Andini jalan-jalan.Andra terus berusaha membantu Andini untuk melewati masa-masa sulitnya saat berpisah dengan bagas.Lima tahun bersama tidak mungkin bisa melupakan Bagas dengan mudah.
Karna bantuan Andra ,kini Andini bekerja di hotel milik temannya sebagai koki.Disini Andini banyak belajar dari para koki senior,walau dia sempat mendapatkan pekerjaan yang sama sebelum menikah dengan bagas,namun sudah terlalu lama Andini meninggalkan dunianya.Sehingga banyak hal yang harus ia pelajari kembali .
Andini memang sangat suka memasak,bekerja sambil belajar baginya ternyata tidak sulit.Banyak para koki senior yang terpesona melihat kecantikan dan ketrampilan Andini saat di dapur.Andini sangat mudah untuk menerima pelajaran, sifatnya yang ramah dan cenderung banyak bicara membuatnya banyak disukai oleh kaum pria di hotel itu,termasuk sang pemilik hotel.
Satu tahun bekerja disana,tentu membuat Andini menjadi sangat mahir sehingga ia menjadi salah satu koki andalan di hotel itu.
Saat tiba di hotel Andini langsung di suguhkan oleh daftar menu yang sudah di pesan.Hari ini ternyata banyak tamu yang makan di hotel.Membuat semua orang yang ada di dapur hotel sibuk dengan bidangnya masing-masing.
Andini menyanggul rambutnya dan langsung memakai seragam koki.Tanpa menuggu lama kini ia beraksi dengan lincah di depan di dapur.Selain harus bisa memasak makanan dengan cita rasa yan enak dan tampilan menarik,tapi tentu disini andini juga di tuntut kecepatannya dalam bekerja.Karna makanan harus segera siap sebelum pelanggan komplain.
Tak terasa waktu makan siang sudah lewat,namun Andini belum mengisi perutnya sama sekali.
'' Din,kamu makan dulu gih ini biar aku yang nerusin,dari tadi kamu belum makan kan,nanti sakit perut loh '' ucap Steven salah seorang koki ternama lulusan dari luar negri yang bernama steven.Setven adalah salah satu pria yang sangat perhatian dengan Andini.
'' Ah ntar aja deh stev,lagi nanggung nih '' ucap Andini kekeh.
Steven langsung merebut pisau yang ada ditangan Andini dan beralih mengerjakan pekerjaan Andini '' jangan suka ngeyel deh,kamu mau masuk rumah sakit lagi? '' ucap Steven.
Andini kini menuruti perkataan steven,Andini
masih ingat betapa paniknya steven saat penyakit lambungnya kambuh tempo hari.
Memiliki riwayat penyakit lambung memanglah seharusnya menjaga pola makan dengan baik,tapi karna seharian memasak membuat Andini sering tidak berselera.Aroma makanan yang selalu tercium setiap saat selalu membuatnya merasa kenyang.
Andini mengaduk-aduk makanannya diatas meja.Dipaksa bagaimanapun jika tidak bernafsu, akan susah masuknya ketenggorokan.
'' Weeiiitsss,,,,kenapa pulak kawan ini,bah lembek kali kutengok '' ucap Mela salah satu karyawan hotel yang berasal dari medan.
Andini menoleh,dan terlihat seorang wanita berambut keriting mengembang dan berkulit putih sedang tersenyum padanya.
'' Geser dulu sikit '' Mela mendorong pantat andini,lalu duduk disebelah Andini.
__ADS_1
'' Gak nafsu makan gw Mel '' ucap Andini lemah.
'' Kenapa ? '' tanya Mela singkat.
'' Ya nngak tau lah,mungkin karna udah lewat jam makan jadi perut gw terasa gak enak aja '' jelas andini lemah.
'' Emang lu pengen nya makan apa '' tanya Melani sambil menarik piring andini.
'' Hmmmmm apa ya,pokoknya yang gak ada di hotel la,soalnya udah ketemu setiap hari jadi suka enegh gw? '' andini mengutarakan pemikirannya.
'' Kalau yang pedas-pedas mau? '' tanya Mela sambil menaik-naikkan alisnya.
'' Boleh,sepertinya enak tuh,makan yang pedas sampai hidung meleleh '' jawab Andini antusias.
'' Taraaaaaaa '' mela mengacungkan kantung kresek yang ada ditangan nya.
'' Apa itu ? '' tanya Andini penasaran.
'' Bakso mercon ala medan,rasanya endul bingits deh '' ucap Mela sambil membuka kemasan bakso dan menuangnya kedalam mangkuk.
'' ssssssss haaaaa ssss haaaaa air Mel air '' Andini merasa kepedasan dan menunjuk-nunjuk botol minuman yang berada disamping Mela.Mela menuang air minum kedalam gelas lalu memberikannya pada Andini. '' glek glek glek '' Andini menghabisinya dengan cepat lalu kembali menyantap sisa baksonya sampai habis tak tersisa.Dahi Andini tampak berkeringat,bibir Andini tampak merah merekah dan '' sroooooottt '' Andini menyusut ingus nya dengan tisu.
'' iiiiiiisss lu tu ya din,profesi aja koki di hotel berbintang,tapi sama makanan pinggir jalan doyan banget,udah gitu jorok lagi '' ucap Mela jijik melihat Andini menyusut ingus di depannya.
'' Hihihihi maaf mel,kelepasan sampe gw gak nyadar ada lu,abis ini bakso enak banget mel,daginyanya itu terasa truuuuusss cabenyaaaa ituuuuu beeeee endes banget,bener-bener meledak di mulut.Gak salah deh namanya bakso mercon '' ucap Andini sambil mengacungkan kedua jempol nya.
'' Eh jangan lupa bayaarrr,enak aja lu udah makan gak mau bayar '' Andini tersenyum mendengar ucapan Mela yang mengingatkannya dengan momen setahun lalu saat bertemu Danu di cafe.
'' Hahahaha gw gak ada uang kes '' Andini menirukan gaya Danu saat itu.
'' Hmmm lu gak usah bayar pake uang ,tapi pake Steven aja.Atur waktu buat gw bisa ketemuan Ama Steven si calon suami idaman gw '' ucap Mela tersenyum sambil membayangkan wajah tampan Steven.Mendengar kata calon suami,entah kenapa membuat Andini semagkin merindukan Danu yang juga selalu menyebutnya calon istri.
'' kenapa gw gak bisa ngelupain si kadal buntung itu ya,kalau liat makanan ala Korea langsung ingat dia,setiap mau lari pagi ingat dia,dan yang lebih parahnya lagi setiap liat ponsel langsung deh inget ponsel ku yang udah di bawa kabur olehnya.Pertemuan singkat itu seakan berkesan di hati ini.Apa lagi saat dia memanggilku calon istri,rasanya seneng gitu....hihihihi aku merindukanmu kadal buntung ,awas aja kalau sampe ketemu lagi gue bakal minta ganti rugi '' ucap Andini dalam hati sambil senyum-senyum sendiri.
'' Woiii gimana ketemuannya ,kok malah bengong gak jelas gitu '' Mela memetik jarinya di depan wajah Andini yang sedang tenggelam dalam pemikirannya.
__ADS_1
'' iya sabarrr,ntar gw kabarin deeeh,ini gw balik kerja dulu sambil cari ide gimana caranya supaya gak kelihatan mencolok '' ucap Andini sambil beranjak meniggalkan Mela.
'' Cepat kabari yaaa,gak pake lama '' ucap Mela penuh harap.
'' Iya iya lu siapin aja menu makanan selanjutnya yang bikin nendang dilidah '' ucap Andini sedikit teriak karna ia sudah berada di dekat pintu ruangan itu.
Tangan Andini membaca kertas yang berisi tulisan menu makanan yang harus di masak.Andini memasuki ruang pendingin dan mengambil beberapa bahan yang diperlukan.Sambil bekerja ia terus memikirkan cara untuk membuat Steven mau bertemu dengan Mela.
Sesekali mata Andini melirik Steven yang selalu serius saat bekerja.Andini berfikir kali ini ia gak boleh gagal jadi Mak comblang untuk mela.
Setelah jam kerja selesai,Andini mengganti pakaian dan langsung berjalan kearah parkiran.Matanya mencari-cari Steven,ia melihat mobil Steven sudah tidak ada di tempat menandakan sang pemilik sudah pulang lebih dulu. Saat Andini membuka pintu mobil tiba-tiba ada suara tak asing yang mengejutkannya.
'' Apa kabar Andini ? '' seorang pria tiba-tiba menghampirinya.
'' Mas bagas '' ucap Andini kaget setelah bercerai ini pertama kalinya ia bertemu lagi dengan Bagas.
'' Alhamdulillah kabar aku baik mas '' jawab Andini cepat.
'' Kenapa kau ada disini? '' tanya Bagas penasaran.
'' Aku bekerja disini '' jawab Andini lagi sambil memalingkan wajahnya.Perasaan sesak itu seakan kembali lagi saat melihat Bagas.
'' Dini,bisa kita bicara sebentar ? '' tanya Bagas penuh harap. '' Maaf mas aku sibuk '' ucap Andini dan langsung ingin masuk kemobil,namun Bagas menahan lengan andini. '' Sebentar aja Din '' ucap Bagas memohon. '' Ya udah cepat mau ngomong apa ? '' Andini menghempaskan tangan Bagas dan berdiri menyandarkan tubuhnya di sisi mobil.
'' Gimana kalau kita cari tempat yang nyaman untuk ngobrol '' tawar Bagas.
'' Maaf mas,kalau mau ngomong ya ngomong aja gak usah bertele-tele '' ucap Andini ketus.Bagas menghela nafas dalam '' Din,maafin aku.Aku sudah menghancurkan pernikahan kita daa...n '' belum sempat Bagas menyelesaikan perkataannya '' Aku sudah memafkanmu mas,walaupun permintaan maafmu sudah terlambat '' ucap Andini lalu segera masuk ke mobil dan berlalu meninggalkan Bagas yang masih tercengang menatap mobil Andini hingga menghilang dari pandangannya.
Ada rasa sakit dihatinya,walaupun ia tau betul setelah penghianatan yang ia lakukan tidak mungkin Andini akan bisa dengan mudah untuk bersikap baik padanya.Setahun berpisah dengan Andini menyisakan penyesalan yang amat dalam dihati bagas,ternyata menikahi Kiara tidak membuatnya bahagia seperti saat bersama andini.Walau Bagas dan Kiara kini sudah memiliki buah hati,tapi entah kenapa Bagas belum bisa move on dari Andini.Andini masih bersemayam di hati bagas,kini ia baru menyadari betapa besar cintanya untuk Andini.
Terkadang manusia harus sampai pada titik kehilangan untuk mengerti sebuah kehadiran,kasih sayang dan kesetiaan.Arti sebuah kehadiran akan terasa saat kehilangan merenggutnya,jika itu terjadi, maka penyesalan yang akan tercipta.
Terkadang kita baru mengerti saat semuanya terhenti,dan berfikir saat semuanya berakhir.
Sungguh sesal memang tiada berguna.
__ADS_1