
Akhirnya.....
Makan malam itu benar-benar berbuah manis.Selain Danu berhasil mendapatkan kontrak yang menguntungkan baginya.Andini juga bisa merasakan untuk pertama kalinya ia bertemu dengan fans beratnya.
"Sayang kenapa kau tidak pernah bercerita soal acara MasterChef itu?" tanya Danu sambil membelai rambut Andini.
"Ya mas juga gak pernah nanya" jawab Andini enteng.
Iya juga sih ....emang aku gak pernah tanya.
"Apa acara MasterChef?" sambung Beri antusias,tiba-tiba ingatan Beri menampilkan sesuatu. "Di tv xx,acara 6 tahun lalu?" serunya lagi sambil melirik wajah Andini lewat kaca spion.
"Iya....mas Beri juga tau soal acara itu?" tanya Andini penasaran sampai mencondongkan tubuhnya mendekati jog pengemudi yang di duduki Beri.Danu langsung menarik baju Andini hingga ia jatuh dan terjerembab dalam pelukan Danu. "Jangan sedekat itu dengannya!" seru Danu sambil kembali membelai rambut Andini.
Cih dasar pencemburu akut beri mencerca dalam hati.
"Bagaimana mbak Andini ceritanya mau di lanjutin lagi gak?" tanya Beri,sengaja mengusik kemesraan dua insan yang ada di belakangnya.
"Iya dong mas lanjutin" jawab Andini penuh semangat.
Beri pun melanjutkan pembahasan tentang MasterChef itu.Tidak di sangka ternyata Beri juga bagian dari penggemar Andini.Hanya saja Beri tidak mengenali andini.karena waktu itu Andini berambut pendek dan terlihat sedikit tomboi karna sering mengenakan jeans dan baju kaos.Berbeda dengan sekarang,Andini terlihat anggun dan dewasa.
Setelah turun dari mobil "Mbak Andini boleh kah aku minta foto bersama?" ternyata Beri pun tidak ingin melewatkan momen bak seperti baru bertemu idolanya. " Tidak boleh " Seru Danu keras. "Ih apaan sih mas ini?......" Andini mencubit perut Danu. " Boleh dong mas" Andini meninggalkan Danu yang tengah meringis kesakitan lalu mendekati beri. "Satu dua tiiigaa" cekrek cekrek cekrek.Beri dan Andini berfoto selpi dengan ponsel beri.
Cih apa-apaan ini? kenapa dia mendadak jadi artis,pake acara foto-foto lagi...menyebalkan
"Sudah,kenapa kalian jadi kekanak-kanakan?" Dengus Danu sambil menarik tangan Andini.
"Kalau mau berfoto ria,sama istri lu aja.Jangan sama istri orang" seru Danu pada Beri.Namun Beri mengacuhkannya.
Terserah lu dah mau ngomong apa....
"Mbak Andini bagaimana kalau kita buat group Alov alias Andini Lover's ?" Tanya beri antusias.
"Bo------" Belum lagi Andini menyelesaikan kalimatnya,cup.Ciuman panas Danu sudah mendarat di bibir Andini,hingga Andini kesulitan bernafas.
"Tidak boleh!" seru Danu tegas, " Dan kauu." Danu menunjuk Beri "Simpan ide gila mu itu untuk dirimu sendiri" Danu membopong Andini pergi.
Bukan ide ku yang gila
,tapi lu yang gak waras cium-ciuman di tempat umum .Apa-apaan itu?Dasar kekanak-kanakan
Beri mencibir dalam hati,lalu segera memarkirkan mobil dengan benar.
"Mass...'turunkan aku.....aku bisa jalan sendiri" teriak Andini sambil memukul-mukul dada Danu.Namun Danu tidak peduli, "Diamlah,atau aku akan menciummu lagi" ,Andini mengedarkan pandangannya,terlihat begitu banyak orang yang memperhatikan mereka.Akhirnya Andini pun pasrah dan membenamkan wajahnya di dada bidang Danu karena malu.
Di kamar hotel....
Danu membaringkan Andini di ranjang. "Jangan pernah berfoto dengan lelaki lain,aku tidak suka!" Seru Danu tegas.
__ADS_1
"Tapi kan itu cuma mas Beri" protes andini.karena setau Andini Beri sudah di anggap seperti keluarga bagi Danu.
"Sekalipun itu Beri" Danu menatap Andini tajam "Beri juga laki-laki kan?" Danu melepas dasi nya kasar.
Tiba-tiba ponsel Andini berbunyi,Danu langsung merebut paksa ponsel itu dari tangan Andini.Terpampang foto Andra dan Andini yang sedang tertawa lepas. "Hah apa-apa'an ini? manis sekali...kenapa kau tidak menikah saja dengannya?" seru Danu sambil melempar ponsel Andini hingga pecah.
Mata Andini terbelalak lebar,melihat ponselnya kini menjadi puing-puing yang tengah terserak di lantai.
"Apa-apa an sih kamu mas?itu kak Andra kakak aku,apa salah jika aku berfoto dengan kakak aku sendiri?" teriak Andini marah. "Kenapa kau selalu bersikap sesuka hatimu?dulu kau juga membawa kabur ponselku tanpa rasa bersalah,dan sekarang kau menghancurkan ponselku sesukamu,padahal itu ponsel pemberian kak Andra" ucap Andini dengan mata mulai berkaca-kaca.
"Kak Andra.....sebegitu berharganya ponsel pemberiannya bagimu.Jika kau mau aku bahkan bisa membelikan mu ponsel yang lebih mahal dari itu" Teriak danu,mendengar Andini menyebut nama Andra membuatnya semakin marah.
"Tidak semua hal bisa kau beli dengan uangmu mas,asal kau tau mas kak Andra itu adalah kakakku.Aku tumbuh bersamanya sejak kecil,kau tidak akan sanggup membeli kasih sayang yang terjalin di antara kami" Andini mengutip puing-puing itu sambil meneteskan air mata.
"Jika kau menyayanginya,kenapa kau tidak menikah saja dengannya" teriak Danu lagi sambil menarik tangan Andini kasar.Pikiran dan hatinya di penuhi oleh cemburu.Cemburu buta tentunya.
"Sudah lah mas aku tidak ingin melanjutkan pertengkaran ini.Lebih baik mas keluar dari sini,atau aku yang akan keluar dari kamar ini" Andini menghempaskan tangan Danu.
Andini tidak menyangka di balik sikap hangat Danu,ternyata ia memiliki jiwa yang sangat posesif.
"Kenapa harus aku yang pergi?ini kamar ku aku yang membayar kamar ini" ucap Danu dengan begitu angkuhnya.
"Oke baiklah kalau begitu aku yang pergi." Danu terdiam menatap kepergian Andini.Ia tidak menyangka Andini benar-benar meninggalkannya.
"Arrrgggh " Danu mengacak-ngacak rambutnya kasar lalu membuka jas dan menghempaskannya udara.Dengan pikiran berkecamuk Danu duduk di tepi ranjang sambil memijit-mijit kepalanya yang tidak sakit.
Sejenak Danu terdiam merenungi sikapnya tadi. "Sial pergi kemana dia?" barulah terpikir olehnya kemana istrinya akan pergi selarut ini. Danu mencoba menghubungi nomor Andini namun nomornya tidak aktif. "Sial" umpatnya langi,Danu melempar benda pipih itu ke atas ranjang,menyadari bahwa ia sudah menghancurkan ponsel Andini.
Ia terus berlari kesana kemari.Namun tak menemukan Andini. Pergi kemana dia ? Danu mengusap wajahnya kasar "Maafkan aku Andini,,,maafkan kebodohanmu,tidak sepantasnya aku cemburu pada Andra yang jelas-jelas adalah kakak kandungmu,aku memang bodoh.Kumohon kembalilah..." Danu melangkahkan kaki nya gontai sambil merutuki kebodohan nya sendiri. Rasa cinta yang begitu besar membuat Danu tidak ingin membagi Andini dengan siapapun hingga membuatnya tenggelam dalam kecemburuan yang tak mendasar.
Tok tok tok tok Danu mengetuk pintu kamar Beri kuat. "Beri...buka pintu..." teriak Danu.Namun Beri masih tak bergeming.
Danu mencari-cari ponsel di saku celananya,namun tidak ia temukan. "Sial" lagi-lagi ia mengumpat karena ponselnya tertinggal di kamar.Dengan cepat Danu membuka pintu kamar yang terletak bersebelahan dengan kamar Beri.
"Beri ke kamar gw sekarang!" seru Danu langsung memutus telepon.
Setelah beberapa menit,dengan wajah lesu menahan kantuk Beri memasuki kamar Danu.Matanya langsung terbelalak saat melihat keadaan kamar yang berantakan.Bola matanya bergeser kesana kemari mencari-cari sosok Andini.
"Ada apa ini?apa yang terjadi? kemana Andini ?" Beri langsung memborong pertanyaan,mencium aroma ketidak beresan pada sahabatnya.
"Andini pergi" dua kata itu langsung membuat Beri syok.Rasa kantuknya langsung hilang begitu saja. Apa mereka bertengkar? tapi....bukankah satu jam yang lalu mereka masih terlihat begitu mesra?
"Kenapa?" perlahan beri mendekati sahabatnya yang terlihat kacau. "Semua ini gara-gara lu" dengus Danu. "Kok gw?" tanya beri tidak mengerti. Danu menghela nafasnya dalam,membuang rasa malu yang menyelimuti hatinya.Lalu ia menceritan semua yang telah terjadi.
Mendengar cerita Danu membuat Beri juga merasa kesal pada Danu.Ia tidak pernah menyangka seorang Danu yang berpendidikan tinggi bisa berpikir sepicik itu. "Lu gila ya?kenapa kau bisa bicara sekasar itu padanya? " cerca Beri bercekak pinggang di hadapan Danu. "Iya gw tau.Gw salah,tapi sekarang bukan saat yang tepat untuk memarahiku,coba pikirkan bagaimana caranya bisa menemukan istriku.Jangan membuatku tambah pusing" seru Danu menumpahkan kegusaran hatinya.
Cih,tadi cemburu padaku karena berfoto pada istrinya.Tapi sekarang malah menyuruhku untuk membantu mencari istrinya....
"Mungkin ia cek in ke hotel lain" ucap Beri asal menerka. "Bagaimana dia bisa cek in hotel,dia bahkan tidak membawa uang sepeserpun" jawab Danu lemas.
__ADS_1
Aduuuh Andini kenapa kabur tidak bawa persiapan....bagaimana kau bisa bertahan hidup tanpa uang
"Jika ia tidak bawa uang berarti dia masih ada di sekitar sini"
"Aku sudah berputar-putar di sekitar sini tapi tidak menemukannya" Danu menundukkan kepalanya menatap serpihan ponsel yang berserakan di lantai.
Beri mondar-mandir sambil memetik-metik jarinya.Memcoba berfikir dengan keras.
"Di sekitar hotel ini kan ada pantai,mungkin Andini ada di sana.Biasanya kalau orang lagi sedih,ia akan mencari udara segar untuk menyejukkan hati dan pikirannya" ujar Beri sambil mengetuk-ngetuk meja yang ada di sampingnya.
"Lu bener juga Ber,kenapa dari tadi gw gak kepikiran kesitu ya?" Danu langsung terlonjak dan menepuk pundak Beri.
Ya jelaslah lu gak kepikiran
sampai situ,Karena gak pake logika sih,makanya sampai istri lu pergi
Beri mencerca dalam hati,menyimpan kekesalan pada Danu yang kini yang sudah menyusahkannya.
Danu segera meraih ponsel dan jasnya yang berserak di lantai. Namu tiba-tiba ponselnya berdering.
"Ber gimana nih?Andra menelpon" tanya Danu panik,karena merasa bersalah sudah membuat adik kesayangan Andra menangis dan pergi entah kemana.
"Ya angkat lah" jawab Beri enteng.
"Terus kalau dia tanya soal Andini gimana?gw mesti jawab apa?gak mungkin dong gw bilang yang sebenarnya" Danu memandangi layar ponselnya yang terus berdering.
"Ya itu sih derita lu,berani berbuat harus berani bertanggung jawab dong" sindir Beri sinis.
"Ah brengsek lu" Dengus Danu kesal,karena beri bukan memberi solusi tetapi justru malah memojokkannya.
Danu menghirup nafas dalam dari hidung dan mengeluarkannya dari mulut...mencoba menenangkan dirinya sendiri.Lalu mengangkat telepon dari Andra.
"Halo Danu,lu di mana?" pertanyaan itu langsung terlontar dari mulut Andra.
"Di hotel Bali" jawab Danu jujur.
"Lalu Andini di mana?kenapa ponselnya tiba-tiba tidak aktif padahal tadi masih nyambung?" tanya Andra cemas.
"Iya Andini bersamaku,tapi dia sudah tidur.Tadi sewaktu di cafe Andini kehilangan ponselnya,mungkin sudah di temukan orang lain dan membuang SIM nya" Danu mengarang alasan asal.
"Oh tapi kenapa perasaanku tidak enak.Apa Andini baik-baik saja?" tanya Andra curiga.
"Iya di dia ba baik aja kok" jawab Danu mendadak jadi gugup.
"Beneran nih gak ada apa-apa?" tanya Andra lagi.
Dia cuma kakak kan? aku baru tau kalau ternyata seorang kakak itu memiliki ikatan batin pada adiknya.Sampai bisa merasakan kesedihan adiknya
"Andini baik-baik saja kok,apa perlu gw bangunin biar lu percaya" ucap Danu mencoba meyakinkan Andra.
__ADS_1
"Oh syukur deh kalau Andini baik-baik aja.Gak perlu di bangunkan,biarkan dia istirahat" Andra mengakhiri panggilan teleponnya.Walau hatinya masih gelisah,tetapi ia berusaha mempercayai Danu sebagai suami Andini.